4 Rekomendasi Film untuk Ditonton Sambil Menunggu Buka Puasa

Menonton film bisa menjadi salah satu kegiatan ngabuburit kita untuk menunggu waktu berbuka puasa. Beberapa rekomendasi film berikut bisa menjadi pilihan kita untuk menemani kita hingga waktu buka puasa.

4 Rekomendasi Film untuk Ditonton Sambil Menunggu Buka Puasa

4 Rekomendasi Film untuk Ditonton Sambil Menunggu Buka Puasa

Menunggu bukan puasa bisa jadi waktu yang menyenangkan atau me-time untuk kita, salah satunya dengan menonton film, ada banyak film bagus dan berkualitas dari Indonesia yang bisa kita tonton, untuk para Rekan Bijak, ini 4 Rekomendasi Film yang Bisa Ditonton Sambil Menunggu Waktu Berbuka Puasa.

GIE

FILM

mubi.coM

Jika Rekan Bijak seorang penikmat buku-buku biografi, Rekan Bijak pasti sudah tidak asing lagi dengan buku Catatan Seorang Demonstran. Buku ini adalah buku catatan harian seorang laki-laki biasa peranakan Tionghoa yang tinggal di daerah Kebon Jeruk pada tahun 1942-1969. Pemuda ini bernama Soe Hok Gie, yang akrab disapa Gie oleh keluarga dan temannya. Buku ini lalu diangkat ke film dan digarap oleh Mira Lesmana dan Riri Riza. Film ini menceritakan secara singkat bagaimana Gie menjanlani hidup dengan sikap idealismenya. Sejak remaja Hok Gie sudah mengembangkan minat terhadap konsep-konsep idealis yang dipaparkan oleh intelek-intelek kelas dunia.

Semangat pejuangnya, rasa setia kawanya yang tinggi, dan hatinya dipenuhi kepedulian yang tulus akan orang lain dan tanah airnya, sifat ini membaur di dalam diri Gie kecil dan membentuk dirinya menjadi pribadi yang tidak toleran terhadap ketidakadilan dan mengimpikan Indonesia yang didasari oleh keadilan dan kebenaran yang murni. Seperti yang ia pernah tulis di buku hariannya “lebih baik diasingkan daripada menyerah terhdap kemunafikan” Gie pun aktif membela sesama rakyat dan turun ke jalan untuk unjuk rasa terhadap pemerintahan yang ia anggap sebagai kaum kapitalis yang hanya menyusahkan rakyat. Di sisi lain sebenarnya Gie tidak mau terilbat dalam urusan politik, menurut dia politik adalah lumpur yang kotor, namun jika sudah terjadi ketidak-adilan maka terjunlah. Sebagai seorang mahasiswa UI jurusan Sejarah, Gie juga aktif di berbagai grup diskusi yang membahas tentang film, musik dan budaya. Gie juga sering menyuarakan pendapatnya dalam bentuk tulisan/artikel yang ia masukan kedalam koran harian.

Tokoh Gie diperanakan dengan apik oleh aktor kawakan Indonesia, Jonathan Mulia (Gie kecil) & Nicholas Saputra (Gie dewasa), dan juga didukung oleh para aktor ternama lainnya seperti; Lukman Sardi, Wulan Guritno, Indra Birowo, Happy Salma dan lainnya. Dari film berdurasi 147 menit ini kita akan dibawa ke masa Jakarta pada tahun 50-60an yang tengah diliputi prahara G-30S PKI dan semrawutnya pemerintahan Indonesia pada saat itu. Film ini mampu membuka hati kita terhadap rasa kemanusian dan patriotisme, karena sosok Gie yang selalu mempedulikan nasib sesama tanpa pandang bulu.

Laskar Pelangi

film

expresselevatortohell.com

Masih dengan film garapan Mira Lesmana dan Riri Reza, film ini mengisahkan 10 anak yang bersekolah di SD. Muhammadiyah Gantong di Pulau Belitung. 10 anak tersebut adalah anak-anak Melayu yang tinggal di Pulau Belitung dengan keadaan yang sangat miskin, bahkan diantaranya hidup dengan keterbatasan dan kondisi yang keras.

10 anak itu adalah  Ikal, Lintang, Mahar, Borek, A-Kiong, Kucai, Syahdan, Borek, Trapani, Sahara dan Harun. Mereka bertemu di SD. Muhammadiyah Gantong pada saat sekolah reyot itu hendak ditutup. Pak Harfan adalah kepala sekolah dari SD tersebut, bersama kedua gurunya yang setia Bu Muslimah dan Pak Bakri, di hari pertama tahun ajaran sekolah mereka sedang resah menunggu anak-anak yang hendak menjadi murid di sekolah ini, karena keadaan sekolah mereka yang memprihatinkan, hanya ada 9 anak yang mau bersekolah disini, sedangkan persyaratan dari yayasan harus ada 10 anak yang menjadi murid, jika tidak maka sekolah ini terpaksa ditutup. Di waktu yang sangat diharapkan datanglah Harun yang berlarian dari jauh dan didampingi Ibunya, dengan rasa haru dan bersyukur Bu Mus, Pak Harfan dan Pak Bakri memulai mengajar ke-10 Laskar Pelangi ini dengan semangat.

Mulai dari sinilah petualangan anak-anak itu dimulai. Dalam segala keterbatasan yang ada ke-10 anak ini dengan riang bersekolah dan menimba ilmu, Harun adalah anak yang menderita keterbelakangan mental yang selalu bercerita tentang kucingnya, Bu Mus dan teman-temanya tidak lelah mengajarkan Harun cara berhitung. Ikal seorang anak yang menunjukan minatnya terhadap sastra, sejak kecil ia gemar membuat puisi, kebiasaanya adalah gemar memperhatikan kebiasaan dan tingkah laku orang-orang sekitarnya. Lintang, seorang anak dengan kulit yang hitam keling karena tinggal di daerah pantai, ia menunjukan minat belajar yang besar sejak hari pertama ia sekolah, ia rela besepedah puluhan kilometer dari rumahnya hanya untuk pergi sekolah, Lintang adalah salah satu anak yang cerdas diantara teman-temnya. Seorang anak dengan tingkahnya yang lucu namun agak aneh karena terlampau imajinatif menurut teman-temannya, Mahar. Ia adalah seorang bocah yang gemar mendengarkan musik melayu dan membaca majalah, ia menunjukan bakat terhadap bidang kesenian.

Selain ke-empat anak-anak tersebut, karakter anak lainnya juga menarik untuk kita tonton. Film ini juga diangkat dari sebuah Novel tetralogi karya Andrea Hirata. Selain menyaksikan kegigihan para Laskar Pelangi untuk belajar giat, kita juga bisa melihat keindahan Pantai Belitung di film ini. Film ini berhasil menyampaikan pesannya kepada penonton, dengan penokohan yang luar biasa dari para pemaiinya. Film ini dibintangi oleh Cut Mini, Slamet Rahardjo, Ikranegara, Alex Komang, Mathias Muchus, Tora Sudiri dan Teuku Rifnu, ke 10 tokoh anak Laskar Pelangi dimainkan dengan sangat epik oleh anak-anak asli Belitung.

Sang Kiai

film

postinganbiasa.blogspot.com

Film ini sangat patut ditonton untuk menemani ngabuburit Rekan Bijak. Film ini diambil dari latar belakang zaman penjajahan Jepang hingga Indonesia benar-benar lepas dari tangan Tentara Nippon. Sang Kiai mengangkat cerita tentang K.H. Hasjim Asy’ari seorang pejuaang kemerdekaan sekaligus Pendiri Nahdlatul ‘Ulama (Kebangkitan ‘Ulama atau Kebangkitan Cendekiawan Islam), disingkat NU, adalah sebuah Organisasi Islam terbesar di Indonesia, Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 dan bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Berlatar belakang tahun 1942, di Jawa Timur, ketika pasukan Jepang baru masuk ke Indonesia, berembel-embel propaganda “saudara tua Bangsa Asia” Datangnya Jepang ke Indonesia tidak membuat Indonesia lebih baik, Jepang hanya merampas tongkat estafet dari Belanda. Mereka tidak datang dengan membawa kebaikan, sebaliknya membuat Indonesia semakin terjajah. Jepang melarang adanya pengibaran bendera Indonesia, melarang kita menyayikan lagu kemerdekaan dan memaksa kita untuk melakukan ritual Sekerei (penyembahan terhadap matahari). Hal ini ditentang dengan tegas oleh K.H. Hasjim Asy’ari karena Sekerei menyimpang dari ajaran agama Islam. Tentara Jepang yang tidak senang dengan penolakan K.H. Hasjim Asy’ari, merekapun menangkap dan menahan Sang Kiai.

Harun seoarang murid pesantren yang dibimbing oleh K.H. Hasjim Asy’ari pun tidak terima dengan perlakuan Jepang yang makin semena-mena terhadap Tanah Jawa, ia pun mengusulkan kepepada para santri lainnya untuk melakukan perlawanan terhadap Jepang dengan demo dan menuntut K.H. Hasjim Asy’ari untuk dibebaskan. Bukannya dibebaskan keadaan malah semakin runyam. Untung saja salah satu putra Sang Kiai yang bernama K.H Wahid Hasyim berhasil melalukan rekonsiliasi dengan Jepang dan membebaskan Sang Kiai. Namun, perjuangan melawan penjajah tidak berakhir begitu saja. Jepang menggunakan Masyumi untuk menggalakkan bercocok tanam, sehingga hasil bumi bisa dilimpahkan kepada tentara Jepang. Karena hal itu, rakyat pun mengalami krisis panen. Film biopik ini meraih 4 piala Citra. Tiap tokoh dimainkan dengan sangat luar biasa oleh para aktor, Ikranegara (K.H. Hasjim Asy’ari), Agus Kuncoro (K.H Wahid Hasyim) Adipati Dolken (Harun) dan Christine Hakim yang berperan sebagai istri Sang Kiai. Di film ini kita diajak kembali mempelajari Sejarah Indonesia, dan membuat kita lebih menghormati para pahlawan yang rela berkorban nyawa demi kemerdekaan Indonesia.

 

Love

film

www.brilio.net

Film yang dirilis pada tahun 2008 ini termasuk salah satu karya film romatis terbaik. Bertemakan tentang kekuatan cinta dengan berbagai latar belakang cerita yang berbeda. Mengisahkan tentang 5 pasanggan dengan konflik yang berbeda. Dari 5 pasang itu menghadirkan segmentasi yang berbeda kepada penontonya. “Cinta lebih dari sedekar kata” akan disajikan dengan ringan oleh Awin (Darius Sinathrya) dan Tere (Luna Maya). Awin adalah seorang penjaka toko buku yang senang menulis, pada suatu hari Tere seorang penulis ternama sedang mengadakan pelucuran bukunya, Awin yang seorang penikmat buku tidak terlalu suka dengan gaya penulisan Tere yang menurutnya bukan bacaan yang tepat untuknya, entah mengapa semakin Awin tidak mempedulikan Tere semakin sering wajah Tere muncul dibenaknya.

Restu (Irwansyah) adalah seorang mahasiswa biasa yang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Dinda (Laudya Cynthia Bella) sayangnya kedunya tidak bisa menikmati indahnya saling mencintai karena Dinda mengidap kanker payudara stadium akhir, namun Dinda tetap membutikan bahwa “cinta akan selalu hidup”.  Kisah selanjutnya menyampaikan bahwa “cinta memiliki harapan” Iin (Acha Septriasa) yang datang jauh dari Sukabumi untuk mencari pacarnya yang hilang, takdir mempertemukannya dengan Rama (Fauzi Baadilah) seorang pegawai foto kopi yang kala itu melayani Iin untuk mencetak selebaran. Karena Iin tidak punya tempat tinggal maka ia menumpang tinggal di tempat Rama.

“Cinta tidak mengenal usia” disampaikan dengan sangat indah dan haru oleh pasangan Nugroho (Shopan Shopiaan) dan Lestari (Widyawati). Nugroho adalah seorang guru yang tidak sengaja berpapasan dengan Lestari, mereka berdua pun sering menyapa dan berbincang, Lestari pun merasa cocok dengan dengan Nugroho, namun ia merasa ada yang janggal dari teman barunya ini, belakangan diketahui Nugroho ternyata mengidap penyakit Alzheimer, dari sini Lestari semakin simpati kepada Nugroho. Masih ada kisah Miranda (Wulan Guritno) dan Gilang (Surya Saputra) yang sangat emosional untuk ditonton. Love dengan sangat mudah memberikan pesannya kepada para penonton, segi penempatan karakter yang pas dan alur cerita yang menarik menjadikan film ini patut untuk menemani waktu kita menunggu buka puasa. Walupun masuk ke dalam ketegori romansa, isi cerita ini tidak terlalu picisan.

Inilah rekomendasi film dari Dana Bijak, menghabiskan waktu dengan menonton film biasanya tidak terasa, tahu-tahu sudah sore. Dengan menonton film kita juga mendapatkan banyak insight dan inspirasi yang lebih baik untuk kehidupan sehari-hari.

pinjaman uang online cepat cair

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: