5 Cara Praktis untuk Mengelola Perencanaan Keuangan Usaha

Apakah Rekan mempunyai Usaha, namun merasa usaha tersebut kurang berkembang karena terkendala dana? Mungkin, sudah saatnya Rekan Bijak mulai membuat perencanaan keuangan usaha yang penting dalam dunia bisnis, karena bisa mengontrol keuangan usaha.

5 Cara Praktis untuk Mengelola Perencanaan Keuangan Usaha

5 Cara Praktis untuk Mengelola Perencanaan Keuangan Usaha

Pernahkah Rekan Bijak, terutama yang mempunyai usaha, mempunyai keuangan usaha yang dirasa berantakan karena selalu habis, padahal merasa tidak terlalu banyak membuang uang? Hal itu tentunya harus dibatasi. Mengapa? Salah satu alasannya karena itu bisa membuat usaha kalian tidak berkembang akibat banyaknya uang yang dikeluarkan untuk hal-hal yang mungkin kurang penting, padahal uangnya bisa dijadikan modal untuk mengembangkan usaha.

Rekan Bijak, jika kalian merasa seperti itu, segeralah hentikan. Janganlah sampai usaha kalian gagal berkembang, karena hal-hal yang tidak bersifat urgen dan penting. Sebaliknya, Rekan Bijak harus mulai berlatih untuk menyimpan uang, khususnya untuk pengembangan usaha, karena sangatlah penting untuk mengembangkan usaha.

Lalu, bagaimanakah cara praktis untuk mengelola perencanaan keuangan usaha? Apa yang harus dilakukan agar Keuangan Usaha bisa “bertahan” dan bisa dipertahankan dengan baik agar usaha bisa berkembang? Berikut adalah 6 cara untuk mengelolanya!

Paling Penting, Mulailah Buat Tabel Perencanaan Keuangan

Keuangan Usaha

Sumber : Commonsensemillennial.com

Mulailah buat Tabel Perencanaan Keuangan bila kamu ingin mulai menabung untuk mengembangkan usaha kamu, Rekan Bijak! Mengapa? Karena dengan adanya Tabel Perencanaan Keuangan, Keuangan kamu jadi lebih terurusi. Dan Tabel Keuangan tersebut, buatlah jadi dua Tabel Keuangan : Tabel Keuangan Pribadi dan Tabel Keuangan Usaha.

Mengapa? Karena jika kamu membedakan dua tabel tersebut, kamu akan mengerti dan bisa mengeluarkan uang untuk keperluan pribadi dan untuk keperluan usaha atau bisnis. Ingatlah, dari mulai hal sederhana ini, kamu pasti akan lebih mudah dalam mengerti catatan pengeluaran dan pemasukan, sekaligus kamu tau harus mengeluarkan sebanyak dan sesedikit apa uang untuk hal-hal tertentu.

Pisahkan Rekening Pribadi dan Usaha

Keuangan usaha

Sumber : Banksentral.com

Rekening Usaha dan Rekening Pribadi harus dipisahkan. Mengapa? Rekening Pribadi menyimpan uang-uang yang direncanakan digunakan untuk hal-hal yang berbau pribadi, sedangkan Rekening Usaha menyimpan uang-uang yang direncanakan digunakan untuk kepentingan usaha, yang pastinya berbeda dengan kepentingan pribadi. Apa yang terjadi jika kita mencampurkan keduanya?

Yang terjadi adalah kamu tidak akan bisa membedakan antara pemakaian modal untuk usaha dan pemakaian uang untuk pribadi. Dan yang kita tau, pasti kita tergoda untuk memakai uang untuk kepentingan pribadi karena kepentingan pribadi bersifat menyenangkan, dan yang akan terjadi adalah, kita mempunyai uang yang tidak cukup untuk mengembangkan usaha kita.

Menentukan Persentase antar Keperluan, dari Pribadi sampai Usaha

Keuangan Usaha

Adanya Persentase antara Keperluan Pribadi, Keperluan Keluarga, Keperluan untuk bersenang-senang, dan keperluan usaha haruslah jelas dan dapat dibeda-bedakan. Mengapa? Agar kamu bisa merencanakan keuangan dengan lebih baik dan kamu jadi tau berapa uang yang harus kamu keluarkan untuk keperluan-keperluan kamu.

Contoh : Kamu tinggal di sebuah rumah, dan kebetulan kamu belum punya keluarga, namun punya rumah, punya mobil, Pendapatan usaha rata-rata 7 juta rupiah, dan kamu suka makan. Tentunya untuk kepentingan-kepentingan rumah, benda-benda berjalan, kehidupan kamu baik jajan maupun penting, harus disisihkan 75%. Sisanya kamu sisihkan untuk lain-lain, tabungan dan juga untuk mengembangkan usaha.

Buatlah Proyeksi Keuangan

Keuangan Usaha

Sumber : Hellosehat.com

Untuk apa Proyeksi Keuangan? Agar bisa memperkirakan arus kas, arus pengeluaran dan pendapatan, dan hal itu sangatlah penting untuk merencanakan bagaimana suatu usaha ke depannya. Perencanaan ini sangatlah penting untuk dipikirkan, apalagi untuk perencanaan yang bersifat Jangka Panjang.

Adanya perkiraan Arus pengeluaran dan pendapatan membuat kamu jadi lebih memperkirakan berapa uang yang harus kamu keluarkan ke depannya, dan bisa berapa banyak uang yang bisa disimpan ke depannya.

Jika Mempunyai Karyawan, Jangan Sampai Ia yang Memegang Uang

Keuangan Usaha

Sumber : Metrotvnews.com

Bukan hanya karena kita memang tidak boleh mudah percaya orang lain, namun juga adanya potensi karyawan tersebut berutang kepada kamu, tanpa adanya jaminan bahwa karyawan kamu akan mengembalikannya dengan jumlah yang sesuai, atau bahkan tidak mengembalikannya sama sekali.

Apalagi ada potensi untuk uangnya dikorupsi, tidak aman, bahkan sampai kerugian lainnya. Mungkin, jika kamu menitip uang tersebut sekali-sekali tidak apa-apa, namun jika sudah terlalu sering, lebih baik tidak dilakukan, karena ada potensi-potensi kerugian yang tidak diinginkan. Dan jika kamu kehilangan uang, otomatis uang buat kamu, baik secara pribadi, keluarga maupun untuk pengembangan usaha, akan tidak ada, bukan?

Nah, Rekan Bijak, apakah Rekan Bijak ingin mengembangkan usaha Rekan? Jika ya, lakukanlah cara-cara praktis ini agar bisa mengembangkan usaha Rekan tanpa ada hambatan biaya! Dari hal-hal simpel ini, rekan bisa mengelola keuangan dengan perencanaan keuangan usaha dengan baik.

Nah, jika masih kekurangan dana, Rekan Bijak cobalah meminjam uang di Aplikasi maupun situs Kredit Jangka Pendek yang ada banyak di Indonesia, salah satunya adalah Danabijak. Di Danabijak, sangatlah mudah untuk meminjam karena hanya membutuhkan KTP dan mengisi formulir yang ada secara Online!

Undangan Pernikahan

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: