5 Jenis Investasi Syariah yang Perlu Kamu Tahu!

Investasi syariah dimaknai dengan investasi yang dijalankan pada bisnis yang tidak melanggar prinsip syariah, seperti transaksi penipuan, ketidakjelasan transaksi, riba, spekulasi, perjudian, transaksi zhalim, dan transaksi maksiat.

5 Jenis Investasi Syariah yang Perlu Kamu Tahu!

5 Jenis Investasi Syariah yang Perlu Kamu Tahu!

Di era digital seperti sekarang ini, persaingan bisnis sangat ketat sehingga kita akan memahami begitu pentingnya memiliki rencana serta memilih salah satu dari bermacam produk investasi jangka panjang yang menguntungkan. Namun, jangan lupa, dibalik besarnya pendapatan dari bermacam investasi yang ditawarkan, tetap ada risiko dan bahaya yang perlu dikenali terlebih dahulu.

Investasi merupakan salah satu solusi terbaik dalam menyimpan harta. Tujuannya tidak lain agar harta yang diinvestasikan tersebut dapat memberikan keuntungan. Dengan menginvestasikan harta maka secara tidak langsung kita telah menabung untuk masa depan.

KARAKTERISTIK INVESTASI SYARIAH

Sebagai nasabah yang berinvestasi pada produk keuangan syariah, kita tidak akan mendapat keuntungan berupa bunga atau riba. Kita hanya mendapatkan perhitungan dari persentase bagi hasil (nisbah) dari profit yang diperoleh bank. Profit tersebut merupakan hasil dari manajemen atau pengelolaan uang nasabah. Seperti misalnya, 55% keuntungan untuk nasabah dan 45% untuk bank itu sendiri.

Berbeda dengan sistem riba, pada sistem syariah, kita akan benar-benar berinvestasi. Jika pengelolaan uang nasabah mendapatkan keuntungan maka kita pun ikut mendapatkan untung. Begitu pun sebaliknya. Jika pengelolaan investasi syariah merugi maka nasabah juga akan menanggung kerugian. Model keuangan syariah memungkinkan nasabah mendapatkan kepastian untung sementara sistem riba bisa saja mengalami kerugian.

JENIS INVESTASI SYARIAH

Sebenarnya, apa saja jenis investasi perbankan syariah yang bisa kita temui di Indonesia? Berikut penjelasannya!

1. Reksadana Syariah

Jenis investasi ini cocok untuk investor pemula. Alasannya, angka investasi untuk reksadana syariah dapat diatur dengan kemampuan investor. Selain itu, produk ini juga memiliki informasi publik yang lengkap. Meski begitu, para investor wajib memiliki tujuan dalam berinvestasi di reksadana syariah, termasuk merencanakan tanggal investasi tersebut mau diambil dan besar jumlahnya. Tingkat pengembalian investasi reksadana syariah bervariasi, mulai dari 11-23% per tahun. Selain return yang lebih baik dan adil, harga reksadana syariah juga relatif lebih stabil.

2. Investasi Emas

Emas yang juga termasuk logam mulia merupakan salah satu jenis logam paling berharga dan langka. Emas yang memiliki sifat mudah dibentuk dan sering digunakan sebagai perhiasan menjadikannya alat investasi yang aman dan menguntungkan. Dalam keadaan yang tidak menentu, banyak orang beralih dari investasi sebelumnya ke investasi emas. Selain karena emas memiliki nilai jual yang stabil, emas juga dianggap sebagai pengganti mata uang tanpa batasan aset yang penting dan aman bila kapan saja diuangkan.

Nilai tukar US Dollar yang juga sama dengan emas membuat investor beralih untuk berinvestasi ke emas dengan keuntungan yang berlipat ganda bila harga jual beli emas sedang melonjak naik. Namun, dibalik beragam keuntungan investasi emas, masih terdapat kekurangan juga, di antaranya kurang pas untuk investasi jangka pendek dan sulit dalam penyimpanan karena rawan hilang. Oleh karena itu, investasi emas dikategorikan investasi pasif sebab keuntungan didapat hanya jika harga emas naik.

3. Asuransi Syariah

Investasi Syariah

Dalam asuransi syariah, perusahaan hanya bertindak sebagai pengelola dana para nasabah ke dalam produk investasi yang halal.

Pada asuransi syariah, premi yang dibayar tetap milik nasabah dan dana yang terkumpul merupakan milik seluruh peserta asuransi. Dalam asuransi syariah, perusahaan hanya bertindak sebagai pengelola dana para nasabah ke dalam produk investasi yang halal dan nantinya profit akan dibagi sesuai nisbah yang disepakati bersama. Di asuransi syariah, ada pos yang dikenal dengan rekening dana kebajikan yang diambil dari sebagian premi para nasabah.

4. Deposito Mudharabah

Mudharabah memiliki pengertian akad perjanjian antara pengelola modal dengan investor atau pemilik modal. Keuntungan dari usaha yang dibagikan nantinya akan dibagikan kepada nasabah atau investor dan pengelola modal menyesuaikan dengan isi akad perjanjian yang besarannya menyesuaikan dengan tingkat keuntungan bersih.

Secara umum, tingkat pengembalian wadiah hanya sekitar 3% tiap tahunnya, sedangkan tabungan mencapai 6-12% per tahun dan investasi deposito mudharabah mencapai 8-15% per tahunnya.

5. Investasi Tanah & Properti Syariah

Investasi Syariah

Nilai rumah memiliki tren harga yang naik sehingga bisnis bidang properti memang cukup menjanjikan.

Investasi tanah nilainya pasti stabil naik. Begitu juga investasi bidang properti syariah, baik dalam posisi sebagai konsumen maupun developer. Nilai rumah memiliki tren harga yang naik sehingga bisnis bidang properti memang cukup menjanjikan. Namun, perlu diperhatikan, jika kita memilih investasi untuk developer properti syariah, waspada dengan risiko likuiditas agar bisnis tetap bisa bersaing.

Rekan Bijak ingin berinvestasi syariah, namun belum punya dana yang cukup? Ajukan saja dana tambahan di Danabijak!

pinjaman uang online cepat cair

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: