5 Kiat Mendapat Beasiswa Pendidikan di Luar Negeri

Mendapatkan beasiswa ke luar negeri menjadi dambaan banyak pelajar. Tak terkecuali kita, para pelajar Indonesia. Baca 5 kiat berikut agar sukses mendapatkan beasiswa ke luar negeri!

5 Kiat Mendapat Beasiswa Pendidikan di Luar Negeri

5 Kiat Mendapat Beasiswa Pendidikan di Luar Negeri

Keinginan untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri merupakan nilai tambah tersendiri. Sebab, minat ini tentunya didorong oleh alasan positif, seperti memberi pengalaman hidup dengan mencicipi ragam budaya, baik dari negara tujuan pendidikan maupun masyarakatnya.

Data Open Doors 2017 yang dirilis Departemen Luar Negeri Amerika Serikat bersama Institute of International Education menyebutkan bahwa terdapat 8.776 Warga Negara Indonesia yang sedang belajar di Amerika Serikat. Sekitar 61,6% di antaranya sedang menempuh pendidikan S1 dan 20% mencicipi pendidikan pascasarjana.

Ada beberapa universitas di Amerika Serikat yang menawarkan program beasiswa sendiri selain program beasiswa dari pemerintah setempat dan dari pemerintah Indonesia, seperti beasiswa DIKTI.

Ada beberapa tahapan yang diterapkan masing-masing program beasiswa. Agar bisa melewati tahapan tersebut, berikut lima kiat yang perlu dipraktikkan :

LATIH KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS

beasiswa

Setiap beasiswa mempunyai persyaratan tes bahasa sendiri, seperti TOEFL dan IELTS.

Saat kita berniat untuk melanjutkan studi ke luar negeri, melatih kemampuan Bahasa Inggris menjadi salah satu kewajiban. Kita perlu mengambil tes TOEFL sebagai standar nilai kemampuan Bahasa Inggris yang digunakan di luar negeri. Apalagi jika kita berasal dari sekolah yang tidak memakai Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Dengan menguasai Bahasa Inggris, kita mampu membuktikan bahwa kita bisa bertahan di negara tersebut. Setidaknya, kita menguasai Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.

Biasanya, setiap beasiswa mempunyai persyaratan tes bahasa sendiri, seperti TOEFL dan IELTS. Agar berada di posisi aman, pastikan nilai TOEFL di atas 550 dan IELTS di atas 6,5. Selain Bahasa Inggris, beberapa negara seperti Jepang dan Jerman cenderung tertarik pada kandidat yang menguasai bahasa mereka. Jika kita belum menguasainya, kita diwajibkan untuk mengikuti kelas bahasa pada tahun pertama selama satu tahun sebelum memulai perkuliahan.

RAJIN MENGIKUTI KEGIATAN SOSIAL

beasiswa

Menjadi volunteer sangat diperlukan sebab dapat memperbesar peluang dalam mendapatkan beasiswa dari universitas luar negeri.

Menjadi relawan sosial atau lebih dikenal dengan sebutan volunteer, sangat diperlukan sebab dapat memperbesar peluang kita dalam mendapatkan beasiswa dari universitas luar negeri. Hal ini bertujuan untuk melihat nilai lebih dari seorang mahasiswa selain dari sisi akademis. Kita bisa saja menjadi relawan pendidikan atau relawan sosial lainnya di Indonesia sehingga memiliki nilai plus saat mendaftar beasiswa.

PENUHI PERSYARATAN AKADEMIS

beasiswa

Selain IPK dan ikut organisasi, hal lain yang biasanya menjadi pertimbangan para pemberi beasiswa adalah prestasi lomba.

Di luar negeri, IPK tak terlalu dipedulikan. Tapi, bukan berarti dikesampingkan. IPK tetap menjadi nilai jual berharga agar berhasil mendapatkan beasiswa. Selain IPK, tergabung dengan organisasi juga menjadi nilai yang bagus. Dengan begitu, kita punya pengalaman lebih daripada kandidat lain yang tidak ikut organisasi.

Siswa yang aktif berorganisasi akan lebih dilirik para pemberi beasiswa karena dianggap bisa memanfaatkan ilmu yang didapat untuk kepentingan orang lain. Terlebih kalau kita juga berprestasi akademik. Lirikan kuat pemberi beasiswa pasti jatuh pada kita.

Selain IPK dan ikut organisasi, hal lain yang biasanya menjadi pertimbangan para pemberi beasiswa adalah prestasi lomba, baik dalam bidang olahraga maupun sains. Kerahkan segala kemampuan akademik dan nonakademik agar menjadi pertimbangan terkait kontribusi apa yang bisa diberikan kepada universitas luar negeri tujuan.

SIAPKAN REKOMENDASI

Penjamin atau orang rekomendasi sangat penting demi membuka besar peluang mendapat beasiswa. Jika kita sudah diterima di suatu universitas di luar negeri, kita perlu mencari orang yang dapat memberikan rekomendasi. Contoh orang yang bisa memberikan rekomendasi dan memperbesar peluang mendapatkan beasiswa adalah pengajar atau dosen yang pernah mengajar kita sebelumnya. Selain dosen, kita juga bisa meminta atasan di kantor untuk menjadi orang rekomendasi.

Pastikan kita sudah punya rekam jejak cukup baik dalam pendidikan serta pekerjaan. Jaga hubungan baik dengan orang-orang yang bisa memberimu rekomendasi. Disarankan untuk tidak menggunakan teman sebagai orang rekomendasi karena sangat besar kemungkinan dinilai subjektif sehingga rekomendasi tersebut tidak dipandang kuat.

BUAT CV INFORMATIF

Curriculum Vitae umumnya berada di tahap screening atau di tahap awal seleksi kandidat. Oleh karena itu, pastikan CV yang dikirim merupakan CV terbaik dan informatif. Para pemberi beasiswa mengetahui sejauh mana kemampuan dan pengalaman kita tentunya dari CV tersebut.  Sebaiknya, CV memuat informasi bagaimana diri kita berkembang selama ini.

Rekan Bijak sudah melakukan seluruh poin di atas, tapi belum juga berkesempatan mendapatkan beasiswa pendidikan ke luar negeri? Jangan kecewa! Pilih saja pendidikan di Indonesia dan ajukan pinjaman di Danabijak sebagai dana tambahan atau cadangan untuk biaya perkuliahan. Danabijak memungkinkan kita untuk mendapatkan dana yang cepat, aman, dan bunganya pun kompetitif. Danabijak sangat bisa diandalkan untuk segala kondisi, mulai dari untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan, sampai biaya kesehatan.

pinjaman uang online cepat cair

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: