5 Perbedaan Pajak dan Retribusi

Pajak dan Retribusi sering kali diartikan sebagai dua hal yang sama. Namun, faktanya, terdapat beberapa perbedaan. Apa saja? Cari tau 5 perbedaan pajak dan retribusi di artikel ini!

5 Perbedaan Pajak dan Retribusi

5 Perbedaan Pajak dan Retribusi

Pajak dikenal sebagai iuran wajib yang dibayar oleh wajib pajak berdasarkan norma-norma hukum untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran kolektif guna meningkatkan kesejahteraan umum yang balas jasanya tidak diterima secara langsung. Sementara itu, retribusi adalah pungutan yang dikenakan pada masyarakat yang menggunakan fasilitas yang disediakan oleh negara. Orang-orang yang membayar akan menerima balas jasanya secara langsung, berupa fasilitas negara yang digunakannya. Pungutannya pun diatur oleh Undang-Undang Negara, yakni Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi.

Retribusi

Perhitungan dan Peraturan Undang-Undang yang mengatur pajak dan retribusi memiliki perbedaan yang jelas.

Pajak memiliki ciri-ciri :

1. Iuran wajib yang dikenakan kepada masyarakat wajib pajak.

2. Iuran wajib yang ditetapkan dengan norma-norma atau aturan hukum.

3. Digunakan untuk membiayai kepentingan umum atau publik.

4. Bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

5. Balas jasanya tidak secara langsung terasa.

Ciri-ciri retribusi :

1. Pungutannya melalui pemerintah daerah.

2. Dalam pungutannya terdapat paksaan karena telah menggunakan fasilitas umum di daerah.

3. Adanya kontraprestasi langsung dari apa yang dibayarkan.

4. Penarikan dijatuhkan kepada individu atau lembaga yang telah memanfaatkan jasa yang telah disediakan oleh negara.

Retribusi

Retribusi dikenakan untuk orang yang pergi dan menggunakan fasilitas umum, seperti pasar atau lahan parkir.

Setidaknya, ada 5 hal yang membedakan antara pajak dan retribusi :

DASAR HUKUM

Landasan hukum pajak adalah Undang-Undang seperti tercantum dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan atau Undang-Undang No.7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.

Untuk retribusi, dasar hukumnya diatur oleh Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri, atau Pejabat Negara yang lebih rendah. Sebagai contoh, Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta No.1 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah No.3 Tahun 2012 tentang Retrubusi Daerah.

OBJEK YANG DIKENAKAN

Objek yang dikenai wajib pajak adalah penghasilan, keuntungan usaha, serta kendaraan yang dimiliki seseorang. Tapi, selama orang tersebut tidak memiliki kendaraan maka kewajiban membayar pajak pun tidak dikenakan.

Sementara itu, untuk retribusi dikenakan untuk siapa saja yang menggunakan fasilitas publik. Siapa pun yang datang ke pasar, baik itu untuk berbelanja atau sekadar jalan-jalan dan naik kendaraan pribadi akan dikenakan biaya retribusi. Namun, bila tidak datang ke fasilitas publik maka tidak akan ada biaya yang perlu dibayarkan.

LEMBAGA PEMUNGUT

Pajak ditarik oleh pemerintah pusat dan dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk semua daerah. Berbeda dengan pajak, retribusi justru dipungut oleh pemerintah daerah yang tentu saja hanya dipakai untuk fasilitas publik di daerah tersebut.

TUJUAN

Pajak diberlakukan untuk tujuan meningkatkan kondisi ekonomi suatu negara sekaligus untuk menyejahterakan masyarakat. Sedangkan retribusi bertujuan untuk memberikan jasa atau izin kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa melakukan kegiatan dan mendapatkan pelayanan dari pemerintah.

MANFAAT YANG DIBERIKAN

Setelah melaksanakan kewajiban membayar pajak, masyarakat tidak dapat langsung menikmati manfaatnya. Pajak yang terkumpul digunakan untuk kepentingan umum. Masyarakat dapat merasakan manfaat dari pajak berupa perbaikan jalan raya, pembangunan fasilitas umum, pendidikan, dan pengobatan gratis.

Sementara itu untuk retribusi, masyarakat dapat langsung menikmati manfaatnya. Misalnya, jika membayar uang parkir, orang yang membayar dapat menitipkan kendaraan.

pinjaman uang online cepat cair

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: