5 Serba-serbi dan Fakta Jakarta

Jakarta adalah kota yang sanggup menampung ribuan orang dari zaman dahulu, kota yang membuat segala yang tinggal di dalamnya menjadi pekerja keras dan mampu bersaing. Segalanya sudah dimulai sejak jaman dahulu.

5 Serba-serbi dan Fakta Jakarta

5 Serba-serbi dan Fakta Jakarta

Tahun ini, tepatnya pada tanggal 22 Juni kita akan merayakan hari jadi Jakarta yang ke-490, sebagai Ibu Kota Indonesia yang sangat padat penduduk dan sangat sibuk, Jakarta memiliki segudang sejarah dan cerita dari masa kolonial hingga masa kini. Sejak Zaman Jakarta masih bernama Batavia, kota ini sudah mempunyai banyak keberagaman, dan banyak hal yang terjadi di Jakarta. Namun seberapa besar kita mengenal Jakarta? Apakah kita sadar Jakarta itu bukan hanya sebuah kota dan Ibukota, namun juga merupakan sebuah Provinsi?. Jakarta juga sudah dikenal sebagai kota yang ramai dan sibuk sejak dulu. Yuk kita simak serba-serbi dan Fakta Jakarta

Stadion Kebanggaan Indonesia

Fakta Jakarta

sejarahri.com

Jakarta memiliki stadion yang paling besar di Indonesi, Stadion Utama Gelora Bung Karno adalah stadion yang memiliki kapasitas terbesar di Indonesia, kapasitasnya juga menyamai standar stadion internasional. Stadion ini  pertama kali diresmikan oleh Presiden Ir. Soekarno pada 21 Juli 1962 untuk Asian Games IV. Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games oleh Asian Games Federation setelah Asian Games III yang berada di Jepang. Hal ini mengaruskan Indonesia selaku tuan rumah memenuhi beberapa syarat, yakni mememiliki kompleks multi olahraga dengan sarana dan prasarana yang memadai para atlit nantinya.

Fakta Jakarta

www.winnetnews.com

Presiden Sukarno menjawab tantangan tersebut dengan menerbitkan Keppres No 113/1959 tanggal 11 Mei 1959 tentang pembentukan Dewan Asian Games Indonesia (DAGI). Dewan ini dipimpin oleh Menteri Olahraga Maladi. Arsitek favorit Bung Karno, Frederik Silaban juga masuk dalam susunan pengurus DAGI. Pada saat meninjau lokasi menggunakan helicopter dengan arsitek Frederik Silaban, terpilihlah Kampung Senayan sebagai lokasi tujuan pembanguan stadion. Akhirnya setelah berunding dengan 60.000 juta jiwa penduduk, mereka bersedia dipindahkan dan menerima biaya ganti rugi. Pada 8 Februari 1960, Bung Karno melalukan pemancangan tiang pertama proyek pembangunan GBK. Stadion dengan wajah baru ini memiliki kapasitas 80.000 penonton dengan kualitas kursi lebih bagus. Jenisnya satu kursi (single seat) dan lipat (flip up) yang telah memenuhi standar aksesibilitas evakuasi. Setiap kursi mampu menahan beban hingga 250 kilogram dan tidak mudah ditarik sehingga menahan aksi vandalisme.

 

Pekan Raya Jakarta (Jakarta Fair)

Kita pasti sudah akrab sekali dengan yang namanya PRJ (Pekan Raya Jakarta), dimana ada banyak pameran, menampilkan produk dalam negeri, baik berskala besar, menengah, kecil dan koperasi dari seluruh Indonesia, dan selalu terselenggara Jakarta Fair setiap tahunnya. Pekan Raya Jakarta (PRJ) digelar pertama kali di Kawasan Monas tanggal 5 Juni hingga 20 Juli tahun 1968 dan dibuka oleh Presiden Soeharto dengan melepas merpati pos. PRJ pertama ini disebut DF yang merupakan
singkatan dari Djakarta Fair. Seiring perubahan penggunaan ejaan tersebut berubah menjadi Jakarta Fair yang kemudian lebih popular dengan sebutan Pekan Raya Jakarta.

Fakta Jakarta

berjayanews.wordpress.com

Syamsudin Mangan atau yang biasa akrab disapa Haji Mangan, ia adalah pencetus ide tentang Jakarta Fair dan Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) pada jaman Pemerintahan Soeharto. Haji Mangan terinspirasi dari berbagai event pameran internasional yang sering diikutinya sebagai seorang konglomerat dibidang tekstil di kala itu serta Pasar Malam Gambir yang dari dulunya sudah ramai dikunjungi. Ide ini disambut dengan antusias oleh Pemerintah DKI dengan membuat gebrakan dengan langsung membentuk panitia sementara yang dipercayakan kepada Kamar Dagang dan Industri yang ketunya dijabat oleh Haji Mangan. Lalu Djakarta Fair dibuat secara resmi dan sah, maka Pemerintah DKI mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) no. 8 tahun 1968 yang menetapkan bahwa PRJ akan menjadi agenda tetap tahunan dan diselenggarakan menjelang Hari Ulang Tahun Jakarta yang dirayakan setiap tanggal 22 Juni. PRJ 1968 atau DF 68 berlangsung mulus dan boleh dikatakan sukses. Mega perhelatan ini mampu menyedot pengunjung tidak kurang dari 1,4 juta orang.

Fakta Jakarta

beritadaerah.co.id

Acara yang digelar pun cukup unik, ada berbagai macam pertujukan dan karnaval.  Kesuksesan Djakarta Fair di tahun 1968 berlanjut hingga saat ini, setiap tahun pengunjung yang datang ke PRJ semakin membludak, Seperti tahun-tahun sebelumnya Jakarta Fair kali ini juga akan dimeriahkan oleh Pentas Musik 32 Hari Nonstop, dengan 100 group band top ibukota, Karnaval, Pesta Kembang Api Spektakuler, Pemilihan Miss Jakarta Fair, Malam Muda Mudi,  Panggung Kesenian di Taman Budaya,  berbagai promosi menarik di stand-stand pameran, dan undian berhadiah mobil dan sepeda motor. Karena pengunjung pun semakin bertambah, pada tahun 1992 Pekan Raya Jakarta dipindah tempatkan di Arena Kemayoran (Jiexpo) yang lebih luas daripada Monas. Wisata dan belanja merupakan gabungan yang bisa dilakukan bagi jutaan pengunjung baik dari Jabodetabek, dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, maupun pengunjung dari manca-negara, sehingga acara ini diharapkan bisa menjadi wahana belanja sekaligus wisata.

 

Kota Tersibuk Sejak Dahulu

Fakta Jakarta

pancoranchinatown.com

Fakta Jakarta bahwa kota ini adalah kota yang paling sibuk ternyata sudah sedari dulu. Dahulu Jakarta hanyalah sebuah kampung nelayan kecil di kerajaan Hindu Tarumanegara dengan Purnawarman sebagai rajanya. Wilayah ini kemudian menjadi bagian dari kerajaan Padjadajaran di Jawa Barat sejak kurang lebih tahun 1500 dan digunakan sebagai bandar muat barang yang dinamai Kalapa atau lebih dikenal sebagai Sunda Kelapa. Kemudian wilayah ini dimasuki oleh Portugis tetapi tidak lam setelah itu pada tanggal 22 Juni 1927 Fatahillah merebutnya dari kerajaan Sunda dan mengganti nama menjadi Jayakarta. Seiring denganbanayaknya penjelajah dan pedagang, Jayakarta yang tadinya hanya  dikenal hanya sebagai sebuah pelabuhan kecil (dermaga) di wilayah kerajaan sunda (Pasundan) yang terletak di muara sungai Ciliwung. Mulai abad ke-12, pelabuhan ini dikenal sebagai pelabuhan tersibuk. Ini disebabkan karena banyak kapal yang berasal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan dan Timur Tengah yang membawa porselin, kopi, sutera, kain, minyak wangi, kuda, anggur, dan bahan pewarna untuk ditukar (barter)  dengan rempah-rempah yang merupakan komoditas pangan saat itu.

Fakta Jakarta

www.klikhotel.com

Pada zaman penjajahan Portugis, Belanda, Inggris dan Jepang, kota Jakarta menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan, segala sesuatu yang fundametal berpusat di Jakarta yang kala itu bernama Batavia. Masuknya penjajah ke Batavia membuat kota ini mejadi lebih padat dan ramai daripada sebelumnya, banyak bangunan baru yang dibuat dan  aktivitas yang dilakukan oleh semua orang yang tinggal di kota ini pun semakin sibuk. Disamping itu datang orang-orang dari Tiongkok yang juga tinggal di Batavia, mereka datang untuk berdagang dan menawarkan jasa-jasa dengan keahlian khusus, seperti membuat kunci, membuat kereta kuda, pandai besi, pengrajin tekstil, koki dan banyak keahlian lainnya yang menguntungkan bagi masyarakat pada saat itu. Semejak itu kota ini berkembang pesat seiringan dengan berkembangnya jaman. Hingga saat ini Kota Jakarta termasuk salah satu kota tersibuk dan terpadat di dunia, ada banyak sekali aktivitas yang dilakukan para manusia di kota ini.

 

Seniman Betawi Legenda Jakarta

Fakta Jakarta

sayanusantara.blogspot.com

Tidak bisa dilupakan jika kesenian khas Betawi sangat populer di tahun 1960-1995, aneka kesenian Betawi dipertujukan dan ditonton oleh peminat yang cukup banyak pada saat itu.  Kebudayaan tersebut terdiri dalam beragam bentuk seperti tari-tarian, teater, nyanyian, musik dan lenong. Para seniman Betawi pun saat itu sangat populer dan semangat mempertujunkan keseniannya. Di masa itu ada seorang seniman Betawi yang sangat ternama, Benyamin Sueb. Hampir semua warga asli Jakarta mengenal beliau, sosoknya yang kocak dan melegenda membuat hiburannya  digemari oleh masyarakat. Benyamin Sueb, yang akrab disapa Bang Ben lahir di Kemayoran, Jakarta 5 Maret 1939, sepanjang perjalanan karir seninya Benyamin menghasilkan lebih dari 75 album musik dan 53 judul film. Kiprahnya di kesenian Betawi sangatlah berjasa untuk panggung hiburan Indonesia. Dengan banyolan Betawinya yang khas, menjadikan ia aktor lawak senior yang sangat dihargai di Indonesia dan menjadikannya sosok panutan di blantika hiburan Indonesia.

Fakta Jakarta

www.yukepo.com

Bakat seni yang dimiliki Benyamin sejak kecil sudah terlihat, sejak umur 7 tahun sifatnya yang periang, pemberani, kocak, pintar dan disiplin, ditambah suaranya yang bagus dan banyak teman, menjadikan Ben sering ditraktir teman-teman sekolahnya. Lalu bersama 7 kakak-kakaknya, Benyamin sempat membuat Orkes Kaleng. Benyamin bersama saudara-saudaranya membuat alat-alat musik dari barang bekas. Rebab dari kotak obat, stem basnya dari kaleng drum minyak besi, keroncongnya dari kaleng biskuit. Dengan alat musik itu mereka sering membawakan lagu-lagu Belanda tempo dulu. Kelompok musik kaleng rombeng yang dibentuk Benyamin saat berusia 6 tahun menjadi cikal bakal kiprah Benyamin di dunia seni.

Fakta Jakarta

www.tribunnews.com

Karyanya yang paling populer adalah film “Biang Kerok” dan juga ia berperan sebagai Babeh Sabeni, Ayah dari si Doel (Rano Karno), ada banyak karya dari Benyamin Sueb yang bisa kita tonton hingga saat ini. Benyamin tidak hanya mempelopori seni Betawi ia juga pengaruh besar dalam hiburan film, musik dan televisi. Berkat dirinya yang piawai melontarkan banyolan namun tetap santun, ada banyak seniman yang ikut terpengaruh oleh sosok Benyamin dan ikut menjadi seniman Betawi yang berkancah di layar kaca, diantaranya ada Leila Sari, Mpok Nori, Bing Slamet, Komeng hingga Okky Lukman. Berkat jasanya di bidang kesenian dan hiburan, namanya diabadikan menjadi nama jalan di daerah Kemayoran, Jakarta.

 

Semur, Makanan Perpaduan 3 Bangsa

The last but not the least, satu lagi fakta Jakarta yang harus kita ketahui. Masyarakat Jakarta gemar sekali menyantap nasi uduk sebagai makanan untuk mengawali hari, alias sarapan. Jika kita membeli nasi uduk di warung-warung sekitaran rumah kita, tidak lupa dengan makanan pendampingnya yang selalu ada yaitu semur, masakan dengankuah berwarna cokelat dengan isi lauk daging, kentang, tahu dan telur. Sering kali kita mencapurkan kuah semur dengan nasi uduk kita agar rasanya lebih sedap. Tahukah kita jika semur adalah makanan perpaduan dari 3 bangsa di jaman Batavia?

Fakta Jakarta

www.merdeka.com

Semur adalah bahasa serapan dari Belanda yang diambil dari kata “Smoor” / “stomerijj”.  Smoor adalah teknik memasak yang lama dan perlahan dengan api kecil (ungkep). Semur dikenal dengan cita rasa yang gurih, manis dan kaya akan rempah ini memberi efek hangat pada perut kita. Kaum Eropa dulu membawa teknik memasak daging yang dimasak dengan tomat dan bawang, lalu dicampurkan denga rempah yang diambil dari Indonesia seperti pala dan cengkeh. Karena cita rasa yang unik dan lezat makanan ini pun menjadi terkenal dan dikembangkan lagi oleh masyarakat peranankan Tionghoa dengan menambahkan kecap asin dan manis yang membuat rasa semur semakin gurih. Kekhasan citarasa rempah-rempah Indonesia berpadu dengan berbagai variasi teknik pengolahan makanan menghasilkan kreasi hidangan unik seperti Semur, yang sudah ada dari tahun 1600.

Fakta Jakarta

www.resepkuekeringku.com

Pada awalnya konotasi semur lekat dengan hidangan daging sapi yang diolah dalam kuah berwarna coklat pekat, namun kemudian dikreasikan dengan daging kambing, ayam, telur, juga unsur nabati, seperti tahu, tempe, terong, dan lainnya. Hidangan semur menjadi sajian sehari-hari di Jakarta dan Indonesia. Semur adalah hasil seni kuliner perpaduan dari berbagai macam teknik dari barat dengan bumbu dan rempah khas dari Indonesia. Saat ini Semur sudah menjadi indetitas bagi sejarah kuliner bangsa.

Inilah serba-serbi dan fakta Jakarta yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Jakarta, kota ini telah berkembang pesat dengan segala dinamika yang ada. Banyak sekali fenomena yang unik dan bersejarah yang telah menjadi bagian dari cerita Jakarta. Walau kota ini selalu ramai dan macet, Jakarta selalu mempunyai arti tersendiri bagi siapa saja yang tinggal didalamnya.

 

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: