6 Cara Jitu Memulai Bisnis Coffee Shop

Tidak asal dinikmati, kopi memiliki sisi kesakralannya tersendiri. Di beberapa wilayah, minum kopi merupakan momen prestisius. Duduk, merenungkan hal apapun, kemudian menikmati kopi dengan santai. Saai ini banyak sekali orang yang tertarik menjalankan bisnis usaha kopi karena kecintaanya terhadap kopi.

6 Cara Jitu Memulai Bisnis Coffee Shop

6 Cara Jitu Memulai Bisnis Coffee Shop

Belakangan ini, kopi bukan lagi sekedar minuman untuk penghilang rasa kantuk. Kopi sudah menjadi gaya hidup dan menjadi budaya yang populer bagi sebagian masyarakat di kota hingga daerah-daerah, mememulai bisnis coffee shop saat ini banyak sekali kedai kopi atau Coffee Shop yang berada di Jakarta dan kota-kota besar yang ramai dikunjungi. Kopi tetah menjadi bahasa yang universal bagi para pecinta kopi, Kopi juga dapat menjadi bahasa universal. Tidak hanya bahasa verbal untuk menjalin kebersamaan antarindividu. Duduk sambil ngopi bersama bisa menjadi pengikat rasa, meski tidak mengenal siapa orang yang kita ajak berbincang.

Karena kopi sangat diminati saat ini, banyak orang yang tertarik dengan kopi dan mempelajarinya lebih dalam, karena ketertarikan kopi dengan kopi amat dalam, banyak dari pecinta kopi yang membuka usaha kopi atas dasar kecintaannya terhadap kopi. Jika Rekanbijak tertarik juga ingin memulai bisnis coffee shop, bisa membaca tips dibawah ini.

Siapkan Konsep Coffee Shop Impian Kita

coffee shop

architecturedsgn.com

Pertama kali yang harus kita siapkan adalah konsep Coffee Shop yang akan Rekanbijak bangun. Mulai dari ragam kopi apa saja yang hendak akan kita jajakan, model kedai seperti apa yang akan kita yang ingin kita bangun. Menu apa saja yang hendak kita jual sebagai pendamping kopi, hingga bagaimana cara pengelolaan kopi. Pikirkan semua yang meyangkut dengan usaha yang akan kita bangun. Kita juga harus memperluas pengetahuan kita tentang kopi pastinya.

Buatlah konsep se-otentik dan se-original mungkin, pikirkan konsep yang akan menjadikan coffee shop kita berbeda dengan kedai kopi lainnya. Lakukanlah juga peneletian terhadap konsumen, apa yang banyak disukai orang-orang pada saat ini, apa saja yang biasa mereka lalukan ketika mendatangi kedai kopi. Hal ini bisa membatu kita membuat sesuatu yang sesuai dengan yang sedang digandrungi masyarakat saat ini.

Siapkan konsep yang matang dan jeli, dan sesuai dengan target market. Pilihlah lokasi Coffee Shop di sekitaran daerah yang ramai, misalnya daerah perkantoran atau universitas. Buatlah desain interior yang unik dan jarang dipakai oleh coffee shop lain, namun tetap utamakan kenyaman pengunjung. Pikirkan juga cara penyajian, pelayanan, produk, seragam barista dan pekerja lainnya hingga pernak pernik lainnya. Sebagai tambahan, kita juga bisa membuat kopi dan menu yang unik yang belum pernah ditemukan di kedai kopi lainnya.

 

Memilih Supplier Kopi

coffee shop

kranesiagrup.com

Kita sungguh beruntung tinggal di Tanah Air, hampir tiap daerah di Nusantara ini mengahasilkan kopi-kopi dengan cita rasa dan harum kopi yang khas. Misalnya seperti, Kopi Jawa yang banyak di hasilkan oleh para petani kopi di daerah Jawa Tengah & Jawa Timur. Kopi Gayo dengan ciri khas kekentalan kopi yang ringan. Kopo Gayo ditanam di Pegunungan Gayo, Nangroe Aceh Darussalam. Kopi Kintamani yang berasal dari Bali, kopi yang dibudayakan di pegunungan Kintamani ini memiliki dua rasa utama yaitu rasa jeruk (lemony) dan floral. Lalu ada Kopi Bajawa dari Flores, Kopi Tenggamus dari Lampung, dan Kopi Priangan dari Tanah Sunda. Ini masih sebagian kecil contoh daerah penggahasil kopi di Indonesia. Masih ratusan lagi perkebunan penghasil kopi yang nikmat di Indonesia.

Kita bisa me-riset kebutuhan kopi yang kita inginkan, sesuai dengan apa yang kita ingin bagikan ke masyarakat. Kita perlu mencari suplier bahan-bahan dan biji kopi yang berkualitas, agar hasil kopi yang kita jual juga berkualitas, tidak hanya biji kopi. Sirup, bahkan susu tidak bisa dibeli sembarangan. Telitilah dalam memilih suplier agar apa yang kita hasilkan rasanya sesuai dengan yang kita inginkan.

Membeli segala bahan yang berkualitas memanglah tidak cukup dengan menegluarkan uang pas-pasan, maka dari itu kita harus membadingkan harga supplier satu dan lainnya. Bandingkan harganya jika kita membeli dalam jumlah besar, kita bisa melakukan tawar-menawar, namun jangan sampai harga yang kita tawarkan juga terlampau murah. Kita juga bisa memilih supplier yang lokasinya lebih dekat dengan kita, agar kita bisa menekan biaya pengiriman dan transportasi.

Menentukan Lokasi dan Target Pasar

coffee shop

www.crewechronicle.co.uk

Sebelum menentukan lokasi, targetkan dulu siapa pelanggan kita, kebanyakan pegusaha kopi mengejar menargetkan mahasiswa dan pekerja kantoran sebagai pelanggan kedainya. Jika pangsa pasar kita mahasiswa dan pekerja, bukalah di sekitar daerah universitas atau perkantoran, yang terpenting mudah diakses oleh target market. Namun tidak masalah jika kita sudah punya tempat sendiri. Buatlah kedai kopi kta semenarik mungkin agar memancing masyarakat utuk mengunjungi tempar kita. Utamakan kenyaman dan kebersihan untuk pemilihan tempat.

Menyiapkan Dana Untuk Keubutuhan Usaha

coffee shop

www.careeraddict.com

Jika kita sudah menyiapkan konsep dan menetukan suplier bahan-bahan yang pas, kita bisa memulai membuat anggaran dan pendanaan untuk memodali usaha Coffee Shop kita. Hitung semua pengeluaran yang akan kita keluarkan untuk membangun usaha ini, Mulai dari biaya sewa tempat, furnitur untuk keperluan interior kedai, alat/ mesin kopi dan bahan-bahan. Tambahkan pula biaya operasional dan gaji untuk pekerja jika. Kalikan pula kebutuhan pokok untuk beberapa bulan awal, lalu kalkulasikanlah.

Jika sudah ada hasil nominal yang keluar untuk modal kita, kita tinggal meyiapkan uang kita untuk melengkapi kebutuhan tersebut. Kemungkinan minus selama 1-3 bulan karena Coffee Shop belum ramai dikunjungi konsumen. Kita dapat membiayai usaha Coffee Shop secara mandiri atau dari pinjaman. Bisa juga menjalin kerjasama dengan partner, investor atau dana dari bank dengan sistem bagi hasil.

 

Gencarkan Promosi

coffee shop

weheartit.com

Siapkan strategi jitu untuk promosi dan pemasaran, agarkonsumen tertarik berkunjung ke Coffee Shop kita. Promosi ini bisa kita lakukan dengan berbagai cara, mulai dengan cara konvensional. Kita bisa sebarkan brosur atau kupon promo tentang kedai kita, sebarkan di seluruh penjuru dareah yang tidak jauh dari lokasi kedai kopi kita.

Saat ini promosi juga bisa kita lakukan di berbagi sosial media, buatlah akun resmi milik kedai kopi kita, tambahkan pertemanan ke orang-orang yang kita kenal, sebelumnya infokanlah kepada meeka jika kita memiliki kedai kopi. Update-lah tentang menu-menu andalan kita, tampilkan foto-foto yang menarik, jangan lupa berikan promo menari agar orang semakin tertarik datang ke kedai kita. Kita juga bisa minta tolong teman-teman kita untuk menyebar-luaskan tentang kedai kopi kita. Sosial media sangat ampuh untuk menjangkau pasar seluas-luasnya, karena hampir semua orang di seluruh dunia sudah saling terkoneksi melalui sosial media. Promosi inilah yang akan membuat orang-orang mengetahui keberadaan usaha kedai kopi yang sedang kita jalankan.

 

Jangan Lupa Mengurus Izin Usaha

Untuk kenyamanan usaha, kita perlu mengurus izin usaha di instansi pemerintah atau pihak berwenang setempat. Mengurus izin ini perlu dilakukan untuk menghindari masalah perizinan yang mungkin timbul di kemudian hari.

Izin usaha perlu dimiliki oleh para calon pebisnis kafe meliputi SITU (Surat Izin Tempat Usaha), IMB (Izin Mendirikan Bangunan), SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), Izin Gangguan (HO) serta NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Selain itu, pemilik usaha perlu menyiapkan AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) dan fotokopi bukti pelunasan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan).

Jika kita sudah mantap ingin menjalankan bisnis kopi, kenali pula risikonya, dan segera eksekusi! Jangan ragu untuk memulai walaupun nantinya ada banyak rintangan, karena rintangan dan kegagalan adalah kunci untuk sukses dan pelajaran berharga untuk kita terus mau belajar. Jangan lupa untuk membuat perencanaan yang matang, baik perencanaan finansial maupun perencanaan bisnis, dengan begitu jalan kita akan terpampang jelas ke depan.

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: