6 Tips Agar Mempunyai Work-Life Balance

Bekerja keras itu merupakan itikad banyak orang agar memenuhi kebutuhan hidupnya, bahkan jika bisa hingga melebihi kebutuhan hidupnya. Namun, apakah Rekan Bijak tau bahwa harus ada keseimbangan antara pekerjaan dengan hidup dan istirahat?

6 Tips Agar Mempunyai Work-Life Balance

6 Tips Agar Mempunyai Work-Life Balance

Di era saat ini, orang-orang sangat membutuhkan pekerjaan agar “bertahan hidup”. Maksud bertahan hidup disini adalah karena manusia membutuhkan pekerjaan, apapun itu, untuk menghidupi dirinya sendiri, apalagi jika ia punya keluarga dan perlu menghidupi keluarganya. Ketika manusia mempunyai pekerjaan, pasti ia akan mendapatkan uang, dan bukan rahasia lagi kalau apapun yang terjadi, uang adalah barang yang harus dipakai.

Karena hal ini, orang-orang juga sangat fokus dalam bekerja agar produktif dalam uang. Manusia bekerja sangat keras, bahkan mungkin jika bisa, bekerja seharian demi mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Hal ini membuat orang-orang tidak mempunyai kehidupan selain bekerja.

Hal ini membuat banyak orang yang tidak bisa menyeimbangkan pekerjaan dan istirahat. Disaat pekerjaan memang penting, namun istirahat sambil menikmati hidup itu juga penting.

Sebuah penelitian dari Sekolah Bisnis Harvard menyimpulkan bahwa rata-rata orang bekerja lebih dari 50 jam seminggu, bahkan setengahnya mencapai 65 jam seminggu, yang berarti 13 jam sehari dengan asumsi bekerja dari hari Senin sampai Jumat. Ditambah lagi jika normalnya, manusia tidur 6-8 jam sehari, otomatis orang-orang hanya mempunyai waktu untuk menikmati kehidupan hanya 3-5 jam sehari.

Karena hal ini, sebuah konsep dinamakan Work-Life Balance diciptakan agar adanya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan. Lalu bagaimana caranya agar tercipta Work-Life Balance? Dilansir dari Forbes, inilah 6 tips agar mempunyai Work-Life Balance.

Jangan Jadi Perfeksionis

Work-Life Balance

Bukan sebuah kesalahan untuk menjadi seorang Perfeksionis. Seorang Perfeksionis memang bisa jadi sudah natur, ataupun memang sudah terbiasa dari kecil akibat dari orangtua yang memang menginginkan kesempurnaan.

Namun, Penulis The Office Survival Guide, Marilyn Puder-York, bahwa kehidupan semakin tua, akan semakin kompleks. Kompleksitas itu membuat orang-orang seharusnya tidak terlalu fokus dalam pekerjaan agar bisa menyeimbangkannya dengan kehidupan dan beristirahat.

Tidak Terlalu Fokus Kepada Pekerjaan Saat Beristirahat

Work-Life Balance

Sumber : Shutterstock.com

Kebanyakan orang saat liburan ataupun beristirahat, masih seperti bekerja. Orang-orang masih mengurus pekerjaan dengan Smartphone ataupun Laptop dan mengerjakan tugas pekerjaan dari sana. Hal ini tidak baik, karena saat kita beristirahat, kita seharusnya fokus untuk beristirahat.

Jika kita tidak beristirahat, justru hal itu akan membuat kita menjadi terlalu fokus pada pekerjaan sehingga berpotensi membuat mereka stres. Lebih baik, untuk menutup untuk sementara Laptop dan Smartphone untuk sementara.

Olahraga dan Meditasi

Work-Life Balance

Sumber : Mindful.org

Berolahraga, Meditasi dan Yoga adalah 3 hal yang sangat disarankan oleh Puder-York. Ia berkata bahwa ia sudah terbiasa melakukan ketiga hal ini. Dengan ketiga hal ini, Jikapun mempunyai waktu yang sangat terbatas, masih bisa dilakukan.

Berolahraga akan membuat tubuh lebih segar, bahkan dengan waktu 15 menit sekalipun. Dengan ditambah Meditasi untuk 5 menit di pagi hari dan di malam hari, akan membantu menenangkan Rekan Bijak. Dengan Yoga di tiap minggu, akan membantu merelaksasikan tubuh setelah minggu-minggu yang berat dan sibuk.

Membatasi Aktivitas yang Membuang-buang Waktu

Work-Life Balance

Aktivitas-aktivitas yang membuat waktu hanya akan membuat lelah. Ada banyak hal, seperti berpergian atau mencari kafe untuk sekedar minum kopi setelah bekerja hanya akan membuat kita lelah. Memang dipercaya ini melepas penat, namun ini membuat kita juga lelah untuk menghadapi hari kerja esok harinya karena tubuh kelelahan. Buatlah daftar aktivitas-aktivitas yang menurut kita bermanfaat dan dapat diprioritaskan dan buang yang tidak bermanfaat.

Lebih baik setelah bekerja, langsung mencari makan lalu beristirahat dan menolak berpergian jika diajak teman. Memang terdengar egois, namun kita harus siap untuk menghadapi hari esok, bukan?

Ubahlah Kebiasaan

Work-Life Balance

Sumber : Artplusmarketing.com

Ubahlah kebiasaan yang membuatmu terlalu sibuk! Pikirkanlah apapun yang mempermudah kehidupan Rekan Bijak dan bukan mempersulit, dan ubahlah gaya hidup yang Rekan Bijak anggap menjadi suatu kesibukan dan beban.

Puder-york pernah bertemu dengan salah satu eksekutif wanita yang sudah 20 tahun mempersiapkan makan malam dengan suaminya, yang berarti ia harus mempersiapkan makan malam, berbelanja, dan lain-lain. Eksekutif Wanita ini mengaku stres, dan Puder-york pun menyarankan untuk mengubah kebiasaannya.

Mulai Perubahan Perlahan-lahan

Work-Life Balance

Sumber : ezytrac.co.uk

Mengubah kebiasaan-kebiasaan ini tidaklah mudah dan tidak bisa drastis. Ketika mengubah cara hidup secara drastis, itu sama saja dengan bunuh diri. Ketika dalam seminggu, seorang pekerja keras mengubah hidupnya secara drastis, itu hanya membuat dirinya dipecat, karena semua itu terkesan tiba-tiba.

Menjadi seorang pekerja keras itu memang baik, karena bekerja keras pasti membuahkan hasil yang baik. Namun, harus juga ingat, pekerjaan harus mampu diseimbangkan dengan kehidupan dan istirahat. Hidup tidak perlu tentang “stres dengan pekerjaan”, namun juga harus tentang istirahat.

Jadi, Rekan Bijak, jika kalian merasa sudah terlalu bekerja keras dan terlalu fokus dengan pekerjaan, mengapa tidak coba untuk menyeimbangkannya dengan kehidupan dan istirahat? Hidup tidak selalu tentang bekerja dan mencari uang, bukan?

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: