7 Fakta Menarik yang Ada di Destinasi Wisata Garuda Wisnu Kencana

Pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana akhirnya rampung pada awal Agustus 2018. Setelah melewati perjalanan pembangunan yang tidak mudah, ikon terbaru pulau Dewata, Bali ini telah diluncurkan secara resmi oleh sang seniman, I Nyoman Nuarta.

7 Fakta Menarik yang Ada di Destinasi Wisata Garuda Wisnu Kencana

7 Fakta Menarik yang Ada di Destinasi Wisata Garuda Wisnu Kencana

Kini Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) berdiri kokoh menjulang tinggi setelah menempuh perjalanan 28 tahun dalam proses pembangunannya. Sejak digagas pada tahun 1989, baru pada pertengahan tahun 1995 tanah bukit kapur di Ungasan mulai diolah dan pengerjaan patung dimulai di Badung.

Bukit Ungasan meupakan sebuah tambang batu kapur besar yang gersang dan tandus. Kontur ini justru didayagunakan untuk pembangunan GWK yang dibangun di antara balok-balok tebing batu kapur raksasa, dan menciptakan ceruk-ceruk yang diisi dengan satu kompleks menyeluruh yang terpusat pada patung GWK.

Baca Juga: Yuk, Datang ke 7 Acara Ini yang Hanya ada di Bali!

Garuda Wisnu Kencana saat ini menjadi pusat pariwisata yang lengkap dan memiliki efek pelipatgandaan kepada lingkungan yang besar. Ribuan orang yang datang dari berbagai tempat untuk membangun, membaur dengan masyarakat setempat di Ungasan, yang diajak bekerja sama untuk membentuk situs GWK, mereka juga merupakan bagian penting dari pengolahan lingkungan ini.

Menariknya pembangunan patung raksasa ini tidak melibatkan pihak asing sama sekali, artinya Patung Garuda Wisnu Kencana adalah 100 persen karya anak bangsa. Ada banyak fakta menarik yang patut rekan ketahui tentang patung ini, Nah berikut beberapa fakta menarik mengenai patung GWK :

Baca Juga: Inilah 6 Alasan Mengapa Bali Masih Menjadi Tempat Liburan Favorit

Terhambat Krisis Moneter

Garuda Wisnu Kencanasumber : Grid.ID

Sebenarnya inisiasi pembangunan patung GWK sudah ada sejak akhir tahun 80-an. Saat itu, Nyoman Nuarta dan Menteri Pariwisata, Joop Ave menjadi penggagasnya. Dengan menggunakan lahan 67 hektar, namun proyek ini baru mendapat persetujuan dari Presiden Soeharto pada tahun 1993. Peletakan batunya pun baru hadir empat tahun kemudian di bukit Ungasan, Jimbaran sebelum terhenti karena krisis moneter yang terjadi di Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Pengaruhnya dalam Bisnis

Menggunakan Tembaga 3.000 Ton

Garuda Wisnu Kencanasumber : Grid.ID

Dalam penggarapannya, I Nyoman Nuarta menggunakan tembaga dan kuningan dengan total berat 3.000 ton. Materialnya merupakan impor dari berbagai negara di Eropa, Jepang hingga Amerika Latin. Dan untuk membangun patung Garuda Wisnu Kencana, Nyoman Nuarta harus terlebih dahulu menyusun modulnya di studio seni miliknya di Bandung. Jika sudah selesai, modul tersebut diantar ke Bali dengan menggunakan truk. Total ada 754 modul sukses dipasang dengan apik. Kepingan patung GWK jumlahnya mencapai 300 truk.

Baca Juga: 4 Pedesaan di Bali yang Memiliki Keindahan dan Keunikan Tersendiri

Keamanan Nomor Satu

Garuda Wisnu Kencanasumber : Tempo.co

Dalam upaya pembangunan patung ini I Nyoman Nuarta mengerahkan total 120 seniman. Yang menarik, meski harus menghabiskan waktu 28 tahun, termasuk empat tahun pengerjaan aktifnya, tidak ada kecelakaan sama sekali selama pembangunannya. Seperti yang disampaikan Nyoman melalui Kompas.com “Zero accident, literally zero accident“.

Baca Juga: 5 Keuntungan Memiliki Asuransi Jiwa yang Perlu Diketahui

Lebih Tinggi dari Patung Liberty

Garuda Wisnu Kencanasumber : gotravelaindonesia.com

Selain menjadi ikon Bali, patung GWK pun mengukir ekor tersendiri Dengan ketinggian 121 meter, GWk mengalahkan tinggi patung Christ The Redeemer di Brazil yang memiliki tinggi 50,9 meter dan juga berhasil menghalahkan patung Liberty di Amerika Serikat yang memiliki tinggi 93 meter.

Dan patung besar ini menghabiskan dana mencapai Rp 1,3 triliun dalam penyelesainnya. Dan yang menjadi investor pembangunan GWK adalah PT Alam Sutera Realty Tbk.

Baca Juga: 8 Spot Sunrise di Bali yang Sangat Disayangkan Jika Dilewatkan

Tahan Angin Kencang

Garuda Wisnu Kencanasumber : travel.kompas.com

Dengan ketinggiannya yang mencapai 121 meter patung GWK diakui mampu menahan angin kencang. Bahkan, Nyoman Nuarta memprediksi patung ini hanya akan hancur ketika diterjang angin dengan kecepatan 250 knot. Sebagai bayangan, rata-rata angin berhembus di kawasan patung berdiri yaitu bukit Ungasan hanya berkisar 10-13 knot saja.

Baca Juga: 7 Jenis Olahraga Air yang Dapat Dinikmati di Tanjung Benoa, Bali

Hadiah untuk Indonesia

Garuda Wisnu Kencanasumber : casaindonesia.com

Sejak awal, Nyoman Nuarta punya komitmen yang sangat mulia. Ia bekerja keras mengejar waktu tenggat dari pemangunan patung Garuda Wisnu Kencana agar dapat memberikan kado kemerdekan Indonesia yang ke-73. Nyoman pun menargetkan agar GWK dapat diluncurkan secara resmi pada hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2018.

Baca Juga: 7 Fakta Unik Tentang Kemerdekaan Indonesia. Beda Dari yang Lain!

Nah gimana rekan? sangat menarik bukan fakta-fakta mengenai patung Garuda Wisnu Kencana ini? terharu sekaligus bangga bukan mengetahui negara kita memiliki ikon sebuah patung yang sangat besar hasil karya seniman asli Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat ya rekan bijak!

Garuda Wisnu Kencana

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: