7 Macam Alokasi Dana yang Perlu Ada dalam Pengeluaran

Banyak orang yang pada kenyataannya mempunyai perencanaan keuangan yang bisa dikatakan berantakan, karena tidak memiliki penyusunan anggaran yang jelas. Hal ini jelas mempengaruhi seluruh kondisi yang ada pada orang-orang tersebut. Ada juga yang sudah mempunyai anggaran, namun perencanaan keuangannya juga masih berantakan. Hal ini terjadi biasanya karena tidak mempunyai alokasi dana yang jelas

7 Macam Alokasi Dana yang Perlu Ada dalam Pengeluaran

7 Macam Alokasi Dana yang Perlu Ada dalam Pengeluaran

Pada hakikatnya, seseorang membutuhkan yang dinamakan dengan alokasi dana dalam pengeluaran. Mengapa? Karena hal ini bisa membantu dalam keuangan. Banyak orang yang boros karena tidak mempunyai anggaran, dan walaupun jika sudah mempunyai pencatatan anggaran yang jelas, namun tidak mempunyai alokasi dana. Alokasi dana yang dipunyai pun jadi tidak jelas sehingga membuat orang tetap berboros ria.

Hal ini tentunya perlu dihentikan, mengingat keuangan merupakan salah satu hal yang patut dijaga agar tidak mengeluarkan uang terlalu banyak, apalagi jika mengeluarkan uang untuk sesuatu yang mungkin sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Oleh karena itu, dengan adanya anggaran ditambah dengan alokasi dana yang jelas, akan sangat membantu untuk orang-orang yang sudah mempunyai pendapatan tetap apalagi untuk orang yang sudah berkeluarga.

Lalu, apa saja macam-macam alokasi dana yang harus ada dalam pengeluaran?

Biaya Hidup

alokasi dana

Biaya hidup ini merupakan suatu kewajiban jika kamu memang ingin tetap hidup normal. Biaya hidup adalah suatu kewajiban yang memang sangat diharuskan dan biasanya paling banyak menjadi pengeluaran. Hal ini tidaklah mengagetkan, mengingat hal-hal yang penting dalam biaya hidup adalah seperti biaya makan sehari-hari, biaya tempat tinggal, biaya kesehatan hingga biaya paket internet.

Biaya tempat tinggal saja, untuk beban listrik, air hingga telepon bisa mencapai Rp 500.000,- hingga Rp 1.000.000,-. Belum lagi jika harus sewa rumah. Belum lagi uang makan. Anggaplah sehari kita makan dengan kisaran Rp 100.000,-. Setiap harinya dalam sebulan harus mengeluarkan sekitar Rp 3.000.000,-. Tentunya belum lagi biaya kesehatan hingga paket internet. Tentunya merepotkan, bukan? Bisa jadi, pengeluaran dari biaya ini mencapai 40%-50% dari pendapatan. Jadi misalkan pendapatan kamu sekitar Rp 10.000.00,-, kamu harus mempunyai biaya sekitar Rp 4.000.000,- hingga Rp 5.000.000,- per bulannya untuk biaya hidup!

Bayar Kewajiban

alokasi dana

Biaya kewajiban adalah biaya yang memang harus dibayarkan untuk kamu yang memang diwajibkan untuk membayar suatu hal bulanan. Biaya kewajiban ini bermacam-macam. Ada yang berbentuk sebagai cicilan suatu hal seperti cicilan rumah atau mobil, berutang dan memakai kartu kredit sehingga harus membayarnya di akhir bulan, hingga utang kepada kerabat yang mungkin harus dicicil pula.

Ada juga kewajiban biaya yang mengharuskan kamu untuk menabung di suatu tempat tertentu. Hal ini dikatakan sebagai sesuatu yang memang penting karena ini berkaitan langsung dengan rasa tanggung jawab. Jika tidak dibayar, sederhananya, orang-orang pun akan melihatmu sebagai orang yang kurang tanggung jawabnya. Untuk kewajiban ini diusahakan tidak lebih dari 30% dari pendapatan bersih. Kewajiban juga untuk orangtua kamu, ingat akan hal itu!

Alokasi Tabungan

alokasi dana

Tabungan biasanya dialokasikan untuk sekitar 10%. Tabungan biasanya dipakai untuk suatu hal yang bersifat urgensi. Urgensi ini bisa jadi dalam hal-hal seperti tiba-tiba sakit dengan membutuhkan bayaran yang besar, tidak sengaja menabrak orang lain sehingga membutuhkan dana yang tidak sedikit, dan lain-lain. Tabungan juga bisa dibutuhkan untuk suatu hal yang penting seperti ketika ingin membeli mobil atau pun ingin membeli rumah.

Pengalokasian dana untuk tabungan merupakan suatu hal yang bisa dikatakan sangatlah penting dan sangatlah dibutuhkan, dan seminimal mungkin mempunyai tabungan sebesar 10% dari pendapatan.

Investasi Jangka Panjang

alokasi tabungan

Sumber : Wartakota.tribunnews.com

Investasi jangka panjang juga sudah seharusnya dipunyai, jika ingin mempunyai sebuah keuangan yang sehat dan baik. Investasi jangka panjang sebaiknya mempunyai posisi sekitar 10% dari pendapatan bersih bulanan. Investasi jangka panjang bisa didapatkan dari investasi emas, investasi tanah hingga investasi properti. Investasi ini penting untuk keuangan di masa depan.

Jika tabungan saja tidak cukup untuk membayar suatu hal di masa depan, seperti membeli mobil, membeli rumah atau pun menyekolahkan anak di sekolah yang terbaik, mempunyai investasi jangka panjang adalah sebuah jawaban yang tepat.

Biaya Pergaulan dan Bergaya

alokasi dana

Sumber : Clozette.co.id

Biaya pergaulan dan biaya hidup sebenarnya terserah dari cara hidup kamu. Usahakan, biaya pergaulan ini tidak melebih dari 20% pendapatan bersih. Mengapa? Karena itu hanya akan membuat kamu tersiksa pada nantinya. Hanya untuk kepentingan lifestyle lalu memakai uang hingga seperempat keuangan untuk biaya bersenang-senang hanya akan menyiksa saat ke depannya, karena tidak akan sempat untuk menabung atau pun hal lainnya.

Untuk itu, sangat penting untuk membatasi dana yang dikeluarkan untuk pergaulan. Namun, kamu juga perlu untuk pergi bergaul, jadi tidak perlu benar-benar menutup keuangan untuk biaya bergaul dan menikmati hidup. Alokasi dana untuk hal-hal seperti ini tetaplah penting.

Sumbangan

alokasi dana

Sumber : Philanthropy.com

Dalam banyak ajaran agama, menyumbangkan uang merupakan salah satu hal paling penting dalam hal perbuatan baik dan amal terhadap sesama manusia. Jika di Kristen dan Katolik biasanya dikenal dengan persepuluhan, di Islam ada yang dikenal dengan pemberian zakat. Di agama lain pun juga dianjurkan untuk memberikan kepada orang-orang yang sedang berada dalam kesusahan maupun ketika ingin membangun sesuatu yang dianggap akan berguna untuk kepentingan umat manusia.

Menyumbangkan uang sebenarnya bukanlah suatu hal yang perlu dipaksakan, namun tetap saja diperlukan. Anne Frank pernah berkata, “No man has ever become poor by giving.” atau sederhananya, tidak ada orang yang pernah menjadi miskin dengan memberi. Jadi, sebagai manusia yang sudah seharusnya memanusiakan manusia, mempunyai persentase dari 2,5% hingga 10% untuk kepentingan sumbangan bagi yang membutuhkan adalah suatu hal yang bisa jadi diwajibkan.

Alokasi Dana untuk Pengeluaran Tahunan

alokasi dana

Alokasi dana untuk wajib bayar tahunan juga sangat penting. Pembayaran tahunan ini bisa berbentuk mulai dari asuransi mobil, asuransi jiwa, asuransi kesehatan atau pun pinjaman uang tenggat waktu. Hal-hal seperti ini juga harus dipikirkan matang-matang dan diperlukan pos alokasi dana untuk hal-hal seperti ini.

Mungkin beberapa orang akan memasukkan hal seperti ini ke dalam pos kewajiban bayar bulanan, namun usahakan pisahkan agar keuangan pun menjadi lebih jelas.

Nah, bagaimana dengan kamu Rekan Bijak? Apakah kamu sudah mempunyai gambaran tentang pos alokasi dana? Yang penting, kamu sudah punyai alokasi dana untuk biaya hidup, tabungan, investasi jangka panjang hingga wajib bayar, maka keuanganmu sudah sehat. Tambah lagi dengan alokasi dana untuk biaya pergaulan dan bepergian, dana untuk sumbangan dan bayaran tahunan mungkin adalah tambahan dana jika danamu memang masih sisa banyak!

alokasi dana

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: