Sering Pakai Kartu Kredit? Kenali Asuransi Kartu Kredit dan Manfaatnya!

Apakah kamu sering memakai kartu kredit, dan mempunyai saldo tertagih yang cukup besar, namun tidak mempunyai asuransi kartu kredit? Mungkin sudah saatnya kamu mempunyainya, karena jika kamu tidak mempunyainya, hal itu akan memberatkan ahli waris kartu kreditmu ketika suatu hal yang tidak diharapkan menimpa kamu yang menyebabkan kamu tidak dapat membayar saldo tertagih dan saldo tertagih kartu kreditmu diturunkan kepada ahli warismu, apalagi saldo yang cukup besar.

Sering Pakai Kartu Kredit? Kenali Asuransi Kartu Kredit dan Manfaatnya!

Sering Pakai Kartu Kredit? Kenali Asuransi Kartu Kredit dan Manfaatnya!

Apakah kamu pernah mendengar istilah asuransi kartu kredit? Asuransi kartu kredit biasanya ditawarkan ketika awal-awal pengajuan kartu kredit. Mungkin juga, anda tidak punya asuransi kartu kredit, namun sering ditawarkan oleh pihak kreditur untuk mempunyai asuransi tersebut. Mungkin beberapa orang bertanya, apakah asuransi kartu kredit sebegitu pentingnya untuk para debitur? Ada bermacam-macam jawaban dari pemakaian asuransi kartu kredit ini, namun jawabannya bisa dipastikan bermacam-macam tergantung dari besaran pemakaian kartu kredit tersebut.

Dari definisinya, asuransi kartu kredit adalah asuransi yang dibayarkan jika hanya ada tagihan karena biayanya sebesar 0,45% X jumlah tagihan jadi kalau tidak ada tagihan maka asuransi tidak ada pembayaran. Lalu, banyak yang bertanya, kapan waktu yang tepat untuk memiliki asuransi kartu kredit, dan apakah asuransi ini sangat diperlukan untuk para pemegang kartu kredit?

Apakah Asuransi Kartu Kredit sangat Penting untuk Para Pemegang Kartu Kredit?

asuransi kartu kredit

Sumber : Medanbisnisdaily.com

Jawabannya sendiri sangatlah beragam. Ada yang berkata bahwa asuransinya memang dibutuhkan, namun ada juga yang berkata tidak. Pertama, kita harus paham bahwa ketika seseorang meninggal atau terkena disabilitas secara menyeluruh, biasanya utang kreditnya akan diturunkan kepada ahli warisnya. Dengan begitu, utangnya tidak akan langsung terhapuskan. Hal ini tentunya menjadi beban untuk orang-orang yang merupakan ahli warisnya.

Yang menjadi masalah adalah jika orang yang diwariskan terkena utang yang sangat besar bagi dirinya, misal katakanlah Rp 100 juta. Tentunya ini membutuhkan asuransi kartu kredit, dan sangat akan menguntungkan jika sang debitur sudah mempunyai asuransi tersebut sehingga kreditnya bisa dihapuskan atau pun dialihkan menjadi yang lain, seperti pembayaran secara sukarela, dan lain-lain. Berbeda lagi jika sang debitur hanya mempunyai utang yang kecil yang mudah dibayar, seperti kisaran Rp 5-10 juta, tentunya tidak terlalu dibutuhkan asuransi tersebut.

Berapa Besaran Pembayaran Asuransi Kartu Kredit?

Penetapan jumlah besaran pembayaran asuransi oleh pihak kreditur biasanya bermacam-macam. Besarannya biasanya berkisar antara 0,3% hingga 0,9% per bulannya. Misalkan, Adi mempunyai tagihan kartu kredit sebesar Rp 10 juta, dengan tagihan asuransi sebesar 0,5%, maka Adi harus membayar sekitar Rp 50 ribu sebagai tagihan untuk asuransi.

Bagaimana Pengajuan Asuransi Kartu Kredit atau Mengklaim Asuransi Tersebut?

asuransi kartu kredit

Sumber : Pilihkartu.com

Pengajuan asuransi ini sudah ada dari sejak awal pertama kali mengajukan kartu kredit. Ada sebuah kolom untuk mengajukan asuransi kartu. Dengan mencentang kolom tersebut, kamu akan mempunyai asuransi kartu kredit. Jika kamu lupa mencentangnya, kamu akan ditawarkan asuransi kartu beberapa waktu setelah aktivasi kartu kredit. Jika kamu mencentangnya lalu berubah pikiran untuk tidak mempunyai asuransi, kamu dapat menghubungi call center kartu kredit tersebut.

Klaim asuransi pun tidaklah sulit, hanya saja membutuhkan banyak dokumen. Ketentuannya pun biasanya sebagai berikut :

  • Ahli waris pemegang kartu kredit harus menghubungi pihak kreditur dalam waktu 3 bulan semenjak sang debitur tidak mampu membayar tagihan akibat meninggal dunia atau pun terkena disabilitas yang membuatnya tidak mampu membayar.
  • Mengajukan surat permohonan pengklaiman.
  • Melampirkan surat keterangan rumah sakit atau pun surat kematian.
  • Melampirkan surat keterangan dari kedutaan besar apabila pemegang kartu meninggal di luar negeri.
  • Fotokopi tagihan kartu kredit.
  • Fotokopi kartu keluarga.
  • Fotokopi KTP ahli waris.
  • Fotokopi surat keterangan ahli waris.
  • Dan syarat lainnya yang dibutuhkan dari pihak kreditur.

Dan ingatlah, ketika kamu mempunyai asuransi kartu ini, kamu harus memberitahunya kepada keluarga, seminimal mungkin kepada pasangan hidup atau pun anak dan kerabat terdekat. Dengan begitu, pengajuan pun akan menjadi jauh lebih mudah.

Apakah Asuransi Kartu Kredit Produk Legal dan Bersifat Opsional?

Ya! Asuransi ini bersifat legal dan opsional. Asuransi ini keberadaannya diatur dalam pasal 1 ayat 2 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 124/PMK.010/2008 tentang penyelengaraan lini usaha asuransi.  Disebutkan bahwa ‘Asuransi Kredit adalah lini usaha asuransi umum yang memberikan jaminan pemenuhan kewajiban finansial penerima kredit apabila penerima kredit tidak mampu memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian kredit.’ Dan tentu saja ini akan membantu ketika seseorang tidak mampu membayar tagihan kredit.

Lalu, apakah asuransi ini bersifat wajib? Tidak. Ini bersifat opsional dan merupakan hak kamu ingin menerimanya atau pun tidak. jika kamu tidak ingin memakai asuransi tersebut, diperbolehkan. Namun jika kamu ingin memakai jasa asuransi tersebut, kamu juga bisa mengajukannya.

Apa sajakah Manfaat Asuransi Kartu Kredit?

asuransi kartu kredit

Sumber : Pilihkartu.com

Ada 2 manfaat besar dari asuransi ini juga. Apa saja manfaatnya?

  • Utang yang besar menjadi tertutupi. Biasanya, utang yang besar mencapai Rp 100 juta akan sulit untuk terbayarkan. Dengan adanya asuransi kartu, membuat orang menjadi terbebaskan utangnya. Dengan begitu, ahli waris pun tidak perlu susah-susah untuk membayarkannya.
  • Ada juga yang bersistemkan santunan. Santunan tersebut bisa bernilai hingga 300% dari pihak kreditur. Jika kamu merupakan ahli waris, dan pemegang kartu kredit meninggal karena kecelakaan, kamu bisa menerima santunan sebesar 200% dari total tagihan saldo pihak kreditur, dan utang pun terlunaskan, tentunya dengan angka maksimum uang pertanggungan. Jika pemegang kartu kredit meninggal karena sakit, kamu bisa menerima santunan sebesar 100% dari tagihan total pihak kreditur, dan utang pun terlunaskan, tentunya dengan angka maksimum uang pertanggungan. Dan jika pemegang kartu kredit terkena disabilitas secara total, kamu bisa langsung 100% saldo tagihan dengan angka maksimum uang pertanggungan tertentu.

Nah, bagaimana dengan kamu Rekan Bijak? Tentunya, asuransi kartu kredit sangatlah disarankan untuk kamu pemegang kartu kredit agar tidak memberatkan para ahli waris. Namun, semuanya kembali kepada kamu dan tentunya asuransi ini juga tergantung kebutuhan. Jika memang saldo tertagih cukup besar, kamu memang harus mempunyai asuransi tersebut. Namun jika tidak terlalu besar, kamu juga tidak diharuskan mempunyai asuransi tersebut!

asuransi kartu kredit

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: