BI Terapkan Kebijakan Akomodatif bagi Perbankan Hingga 2023

Demi mendorong permintaan domestik, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan enam kebijakan akomodatif. Kebijakan bank sentral akan lebih akomodatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Bagaimana penjelasannya? simak uraiannya berikut

BI Terapkan Kebijakan Akomodatif bagi Perbankan Hingga 2023

BI Terapkan Kebijakan Akomodatif bagi Perbankan Hingga 2023

Bank Indonesia mengatakan masih harus menerapkan kebijakan makro ekonomi yang akomodatif bagi stabilitas sistem keuangan (makroprudensial) sehingga dapat membantu perbankan mengoptimalkan penyaluran kredit dan berkontribusi lebih besar ke perekonomian. Kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia ini akan berlangsung hingga 2023.

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Juda Agung di Jakarta, Rabu, mengatakan selama tiga tahun hingga empat tahun ke depan atau hingga 2022 dan 2023, pihaknya masih mendorong fungsi intermediasi perbankan tersebut ke level 15 hingga 16 persen secara tahunan. Level 15 – 16 persen itu sudah menyentuh kategori optimal atau berada di atas tren pertumbuhan pembiayaan perbankan.

BI pun telah memutuskan menahan suku bunga di level 6%. Dalam upaya mendorong permintaan domestik, Bank Indonesia telah menetapkan empat kebijakan akomodatif yang akan ditempuh bagi perbankan Indonesia. Berikut uraian yang bisa Rekan simak :

Menaikan Kisaran Batasan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM)

PerbankanSumber: Alinea.ID

Kebijakan pertama adalah dengan menaikan kisaran batasan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dari 80% – 92% menjadi 84% – 94% untuk mendukung pembiayaan perbankan bagi dunia usaha. Kebijakan ini sudah berlaku secara efektif sejak 1 Juli 2019. Dengan kebijakan ini, diyakini kredit perbankan akan tetap tumbuh tinggi mendekati batas atas kisaran 10% hingga 12% didukung pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dikisaran 8% hingga 10%.

Sementara itu, pertumbuhan kredit pada Januari 2019 tercatat 12,0% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit Desember 2018 yang sebesar 11,8%. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Januari 2019 sebesar 6,4%, tidak jauh berbeda dibandingkan dengan pertumbuhan Desember 2018 sebesar 6,5%.

Baca Juga: Melihat Sejarah dan Peran Perbankan di Indonesia

Strategi Operasi Moneter

PerbankanSumber: asiabiztoday.com

Kedua, BI terus menempuh strategi operasi moneter untuk meningkatkan ketersediaan likuiditas melalui transaksi term-repo (repurchase agreement) secara reguler dan terjadwal, di samping FX Swap. Perbankan yang memiliki surat berharga negara (SBN) bisa melakukan term repo ke BI untuk mendapatkan likuiditas.

Baca Juga: Selamat Memperingati Hari Bank Indonesia! Yuk, Simak Sejarahnya

Akselerasi Kebijakan Pasar Keuangan

PerbankanSumber: mediaindonesia.com

Kebijakan yang ketiga adalah mengakselerasi kebijakan pendalaman pasar keuangan dengan memperkuat market conduct (perilaku pasar) melalui pemenuhan kewajiban sertifikasi tresuri bagi pelaku pasar, dan mendorong penggunaan instrumen lindung nilai terhadap perubahan suku bunga domestik melalui penerbitan ketentuan pelaksanaan tentang instrumen derivatif suku bunga Rupiah Interest Rate Swap (IRS) hingga Overnight Index Swap (OIS)

Baca Juga: Mengenal tentang Pasar Finansial dan 6 Macam Pasar Finansial!

Memperkuat Kebijakan Sistem Pembayaran

PerbankanSumber: linkpublik.com

Keempat, memperkuat kebijakan sistem pembayaran untuk mendukung kegiatan ekonomi dan keuangan inklusif. Dengan memperluas program elektronifikasi untuk penyaluran bantuan sosial, moda transportasi dan operasi keuangan pemerintah daerah. Dengan melakukan pemerataan digitalisasi di Indonesia, demi mencapai Indonesia 4.0 dan Indonesia tanpa tunai. Dengan demikian, penyaluran keseluruhan transaksi tersebut dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

BI juga mempersiapkan standarisasi QR Code Payment dengan model MPM (Merchant Presented Mode) ke dalam QRIS (QR Indonesia Standard) untuk memperluas interkoneksi dalam rangka mendukung ekosistem ekonomi keuangan digital.

Baca Juga: 4 Keuntungan Transaksi Menggunakan QR Payment

Jadi itu Rekan, penjelasan mengenai peraturan akomodatif Bank Indonesia bagi perbankan hingga 2023 nanti. Semoga kebijakan ini dapat menstabilkan sistem keuangan Indonesia, dan semoga artikel ini bermanfaat bagi Rekan dan orang terdekat Rekan Bijak!

Perbankan

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: