7 Cara Membawakan Argumen saat Berdiskusi dengan Rekan Kerja

Berargumen memang membutuhkan kepiawaian dalam berkata-kata, sehingga memang membutuhkan latihan dan pengalaman. Jika kamu seseorang yang pemalu dan sulit menyampaikan argumen ketika berdiskusi dengan rekan kerja tentang pekerjaan, mungkin artikel ini tepat untuk kamu.

7 Cara Membawakan Argumen saat Berdiskusi dengan Rekan Kerja

7 Cara Membawakan Argumen saat Berdiskusi dengan Rekan Kerja

Rekan Bijak, apakah kamu salah satu orang yang takut mengeluarkan argumen, karena banyak hal? Biasanya, orang-orang takut membawa argumen karena merasa tidak pintar berbicara, malu, atau pun tidak ingin menyakiti perasaan rekannya hanya karena tidak setuju dengan argumen rekannya dan memantik konflik. Hal ini membuat banyak ide-ide cerdas justru tidak terangkat hanya karena alasan-alasan seperti ini.

Menyampaikan argumen adalah hal yang biasa, bahkan mungkin hak dan wajib bagi orang-orang menyampaikan pendapat, karena pernyataan pendapat merupakan suatu pernyataan bahwa seseorang itu mempunyai pendirian dan harus disampaikan, agar pendirian tersebut tidak digoyangkan oleh pendapat orang lain, dan masih bisa dinegosiasikan dengan pendapat orang lain. Lalu, jika begitu, untuk kamu yang takut membawakan argumen saat berdiskusi dengan Rekan Kerja, bagaimana cara berargumennya?

Tutur Kata yang Sopan

argumen

Siapapun dia, baik itu rekan kerjamu, sahabat karib dalam pekerjaan, atau atasan kamu, ketika sedang berdiskusi, berdebat atau pun menyampaikan argumen, ingatlah untuk selalu memakai kalimat formal dan penyampaian yang sopan sehingga kamu pun bisa dihormati oleh orang-orang lain. Karena ingatlah, sekalipun itu sahabat karibmu, kamu tetap harus menyampaikan kata-kata yang formal.

Ketika berdiskusi atau berdebat, pastinya kondisi pun merupakan kondisi yang serius, bahkan mungkin sangat tidak disarankan menyisipkan candaan, walaupun canda tawa tetap dibutuhkan dalam sebuah diskusi atau debat agar bisa mendinginkan suasana sehingga tidak terlalu panas dan tidak membosankan.

Serang Pendapatnya, Bukan Pribadinya

argumen

Dalam suatu perdebatan, ada kemungkinan bahwa situasi akan memanas, bahkan cenderung hingga benar-benar panas sampai bisa saja umpatan-umpatan kotor dikeluarkan karena situasi yang panas tersebut. Namun, ingatlah, sepanas apapun situasinya, tetap menjadi seorang profesional, dan tidak boleh menyerang pribadi seseorang, terutama menyerang kelemahan pribadinya, karena hal itu sangat tidak bijaksana dan sopan.

Menyerang pribadi seseorang tidak hanya tidak sopan, namun juga menunjukkan ketidakdewasaan kamu dalam menghadapi suatu situasi, sehingga orang-orang yang melihat dan mendengar hal tersebut pun akan ikut memandang rendah kamu karena kamu tidak berhasil menjaga sikap profesional dalam rapat. Oleh karena itu, ingat, serang pendapatnya dan jangan serang pribadinya.

Puji Dahulu, Lalu Jatuhkan

argumen

Memberikan pujian adalah hal yang sangat baik, sekaligus dipandang positif. Namun ketika memberikan argumen, kamu juga bisa memakai cara memuji untuk mematahkan argumen rekan kerja kamu. Namun, bukanlah pujian yang berlebihan, tetapi pujian yang meninggikan terlebih dahulu, lalu jatuhkan. Terkadang, pendapat seseorang yang dianggap baik memang kamu harus puji terlebih dahulu, lalu dijatuhkan agar argumen rekanmu terlihat banyak kesalahannya.

Lebih jauh lagi, pemberian pujian juga tetap mempererat hubungan kamu dengan rekan kerja kamu, sehingga tidak ada yang perlu berselisih sampai di luar kantor. Pemberian pujian lalu menjatuhkannya akan tetap membuat orang-orang berpikir positif dan berpikir bahwa, “setidaknya pendapat saya bagus walau masih ada kekurangan.”

Punya Bukti dan Tidak Asal Bunyi

argumen

Dalam bekerja, apapun pekerjaanmu, mulai dari posisi yang paling tinggi seperti pengusaha, CEO atau pun direktur, hingga posisi karyawan biasa, kamu harus menjelaskan segala sesuatu memakai fakta dan bukti, dan bukan sesuatu yang dibuat-buat hanya karena dari perasaan. Segala sesuatu butuh bukti dan data agar bisa memperkuat argumen, sehingga tidak sampai asal bunyi.

Pada kenyataannya, ketika sedang berdebat, banyak orang yang berkata, “Perasaan saya, penjualan tidak bagus deh” tanpa ada penjabaran lebih lanjut dan angka-angka yang jelas untuk memperkuat argumen. Hal inilah yang kamu harus hindari. Kamu harus mempunyai bukti yang lengkap berupa data-data, agar argumenmu dapat diterima dengan baik oleh orang-orang.

Tetap Hormati Pendapat Orang Lain yang Ikut Diskusi

argumen

Dalam sebuah diskusi atau debat, ingatlah untuk selalu menghormati pendapat orang lain, bahkan jika kamu thu bahwa pendapat rekanmu itu sangat salah, bahkan kontradiktif terhadap data-data yang ada di lapangan. Menghormati pendapat orang lain merupakan pertanda kedewasaanmu dalam menghadapi suatu perselisihan dan membuat mentalmu lebih kuat dalam menghadapi pendapat-pendapat seperti ini.

Ingatlah bahwa setiap pendapat orang itu penting, sesalah apapun pendapat itu, bahkan jika pendapatnya tidak wajar sekalipun. Menghormatinya dengan memberikan waktu bicara untuk rekan kerja, tidak memotong pendapat orang, dan tidak menyela adalah tiga dari banyak cara untuk menghormati pendapat.

Percaya Diri

argumen

Percaya diri adalah hal lain yang harus dilakukan ketika berargumen. Percaya diri merupakan cara bahwa kamu memang berpendirian teguh kepada pendapatmu, sehingga orang-orang pun bisa percaya kepada pendapatmu. Kepercayaan diri pun bisa dilihat dari postur tubuh yang tegap, cara berbicara yang tidak terbata-bata yang biasanya justru menunjukkan ketidakpercayaan diri, hingga mata yang tidak fokus.

Untuk itu, ingat bahwa kamu harus percaya diri dalam menyampaikan pendapat. Meningkatkan kepercayaan diri pun bisa dilakukan saat memberikan argumen, yakni dengan cara berlatih berbicara, membiasakan postur tubuh yang tegap, berlatih menyampaikan pendapat di depan cermin, dan lain-lain.

Memberi Kesempatan yang Lain Ikut Berdiskusi

argumen

Ketika berada dalam diskusi, ingatlah bahwa diskusimu bukanlah diskusi satu sampai dua orang saja ketika ada suatu rapat dalam suatu divisi, namun diskusi yang melibatkan banyak orang sehingga kamu harus mengajak orang untuk berbicara dan ikut memberikan pengaruh dalam suatu diskusi, sehingga menghasilkan suatu diskusi yang memang tidak hanya tiga sampai empat orang yang menyampaikan pendapat, namun semua orang pun menyampaikan pendapat.

Diskusi memang harus berisi beberapa orang, sehingga dari beberapa otak mampu untuk memberikan jawaban dan solusi yang ada. Kita tidak pernah tahu ada ide yang cemerlang dari orang-orang yang pendiam, karena mereka jarang memberikan pendapat. Oleh karena itu, lebih baik kamu membuat orang-orang, termasuk yang pendiam, untuk ikut berbicara menyampaikan pendapat.

Rekan Bijak, jika kamu memang seseorang yang tidak bisa menyampaikan argumen, mungkin kamu bisa mengikuti cara-cara yang di atas ini, karena tentunya cara-cara yang di atas ini akan sangat penting dan berpengaruh pada pekerjaanmu, terutama saat berada di dalam sebuah rapat!

argumen

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: