7 Cara Untuk Memiliki Personal Branding yang Baik dan Otentik

. Singkatnya, media sosial sudah menjadi salah satu kebutuhan utama orang-orang di Indonesia, khususnya untuk membangun personal branding. Bahkan, banyak orang yang sekarang memakai akun media sosial mereka untuk mendapatkan pekerjaan impian. Kalau impian kamu adalah dibayar untuk keliling destinasi wisata di seluruh Indonesia, bukan tidak mungkin dimulai dari foto-foto apik kamu di akun Instagram. Jika sudah berani memasang sesuatu yang berkaitan dengan diri kita di media sosial, artinya juga sudah siap dengan segala komentar dan penilaian yang akan diberikan netizen. Kalau tujuan kita memang untuk mendapat pekerjaan lewat personal branding di akun media sosial, banyak hal yang harus diperhatikan supaya kamu tidak salah langkah dan tetap awas dengan konten akun pribadi kita.

7 Cara Untuk Memiliki Personal Branding yang Baik dan Otentik

7 Cara Untuk Memiliki Personal Branding yang Baik dan Otentik

Personal branding telah menjadi hal penting setiap harinya di zaman ini. Setiap orang secara sadar dan tidak sadar melakukan personal branding terutama di dunia digital. Namun, tidak semua orang melakukan personal branding secara efektif dan benar. Artikel ini akan memberikan tips bagaimana membuat personal branding yang kuat.

Personal branding sendiri adalah kualitas-kualitas yang diasosiasikan kepada seseorang, misalnya kita bisa digambarkan sebagai sesorang yang introvert, ekstrovert, ambivert, pemikir, karismatik, sederhana, rumit, santai, profesional, humoris dan masih banyak karakter positif dan menonjol lainnya. Personal branding juga membuat orang lain memprediksi bagaimana kita bereaksi terhadap situasi yang menimpa kita. Semua usaha seseorang dilakukan sendiri secara sadar dan terkonsep dengan jelas. Pada intinya, personal branding adalah kualitas-kualitas yang kita tonjolkan untuk orang lain lihat atau memahami personal kita.

Tentukan Tujuan Personal Branding

Personal Branding

www.dream.co.id

“Apa tujuan kita ketika ingin dikenal orang lain?”

Sebelum melangkah lebih jauh dengan personal branding, Kita harus dapat menjawab pertayaan yang esensial tersebut. Tentukan tujuan atau goals personal branding kita. Tujuan harus bersifat jangka panjang, dan spesifik, misalnya: Menjadi figur yang menjadi referensi atau top of mind di segala hal yang berhubungan dengan kerajinan tangan dari kertas, Menjadi pembicara dari satu event isu lingkungan. Atau ahli di bidang kecantikan.

Usaha kita membangun personal branding, memikirkan konsep, dan upaya lain di balik sebuah postingan yang banjir pujian bukan cuma sekedar untuk dipajang. Proses panjang yang kita lakukan punya tujuan, meski seiring berjalannya waktu tujuan tadi bisa berkembang dan tidak stagnan di satu titik saja. Sebelum berlelah-lelah dengan detil dan kompleksitas dalam membangun personal branding, ada baiknya kita juga sudah tahu tujuan dari usaha tersebut. Tujuannya juga tidak sebatas materi, bisa jadi popularitas atau penghargaan akan kita dapat jika serius dengan bidang yang sudah kita pilih. Bahkan penggiat vlog saja sudah bisa dihargai dengan berbagai penghargaan dan simpati masyarakat lokal maupun dunia karena tujuan mereka cukup luas bukan sebatas mendapatkan penghasilan uang.

Baca Juga: 5 Alasan Penting Memiliki Akun LinkedIn untuk Karir yang Cemerlang

Lakukan Riset Personal Branding

Personal Branding

www.matamata.com

Selanjutnya adalah, “bagaimana kita ingin dikenal oleh orang lain?”

Apakah kita ingin dikenal sebagai orang yang pintar tapi sarkas dan ceroboh? Cerdas dan humoris? Stylish dan humoris, quirky? Bagaimana kita berharap diingat oleh orang lain? Kita harus benar-benar melakukan riset yang mendalam untuk memahami unique selling point atau hal-hal apa yang bisa membedakan diri kita dari influencer lain.

Yang terpenting dalam hal ini adalah menemukan sesuatu yang kita bisa atau telah kuasai dan orang lain tidak atau belum memiliki talenta yang sama. Kemudian, jadikan itu sebagai “superpower”, latih terus menerus, dan jadikan itu citra khas kita. Selanjutnya, jadilah ahli di bidang yang kita geluti dan selalu berorientasi pada perkembangan yang lebih baik lagi, yang berarti tidak berhenti belajar meskipun kita telah menemukan bidang kita.

Tentukan Personal Brand Kita

Personal Branding

today.line.me

Setelah menentukan tujuan dan melakukan riset tentang personal branding, kita baru bisa melangkah dengan mantap ke tahap menentukan personal brand.  “bagaimana saya bisa yakin untuk pada akhirnya menentukan personal branding?”

Apapun yang kita lakukan; bermusik, menulis, mendesain, fotografi, memasak, travelling dan lain sebagaianya, selalu ada ratusan hingga ribuan orang lainnya di luar sana yang melakukan hal yang sama. Lalu, bagaimana kita bisa “memenangkan” persaingan di antara mereka?

Pemusik mungkin sama-sama bernyanyi atau bermain instrumen. Namun, kita bisa menjadi beda di antara ratusan atau ribuan orang lainnya dengan bagaimana dan mengapa kita melakukan pekerjaan tersebut. Personal brand kita adalah keunikan yang kita punya sejak dulu atau baru kita temukan/ciptakan setelah kita mengetahui minat kita. Temukan keunikan kita dengan menjawab pertanyaan Bagaimana dan/atau Mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan, posisikan diri kita di antara teman atau penggemar kita. Ketika kita telah menemukan jawaban dari itu semua, maka kita telah menentukan personal brand secara benar.

Baca Juga: Memahami Psikologi Warna yang Berguna untuk Marketing

Buat Konten yang Bernilai dan Otentik

Personal branding

www.vidio.com

Menemukan keunikan diri saja tidak cukup. Setelah itu, kita harus melangkah lebih jauh dengan “memasarkan” personal brand yang telah kita tentukan di langkah sebelumnya. “Bagaiman caranya?” Konten, tentu saja. Komunikasikan dan pasarkan semua nilai dari personal brand kita melalui konten-konten yang berkualitas. Tulisan, video, presentasi, foto, dan berbagai macam konten akan berhasil memasarkan personal brand kita hanya ketika konten tersebut otentik dan bernilai bagi penonton kita.

Content marketing adalah suatu hal yang tidak bisa ditawar lagi oleh brand manapun, termasuk kita. Blog merupakan tempat yang bagus untuk membangun personal brand melalui konten. Selain itu, kita harus memiliki strategi dalam membuat konten termasuk membuat variasi konten melalui video, tulisan, ebook, foto, infografik, presentasi, dan masih banyak lagi.

Jangan menjadi orang lain atau bahkan meniru karakter dan konten orang lain. Jadilah kita yang otentik karena penonton tidak mengharapkan kita menjaga image secara sempurna di dunia digital. Namun harus tetap hati-hati dan sopan dalam bertutur kata. Penonton mencari koneksi emosional dengan kita melalui konten yang mengandung nilai-nilai personal brand kita. Kembangkanlah personal brand kita, namun janganlah berhenti menjadi manusia yang apa adanya karena dengan menjadi begitu, orang akan lebih mengetahui, menyukai, dan mempercayai kita.

Konsisten

Personal Branding

www.bintang.com

Konsistensi adalah kata kunci dalam membangun personal brand. Dengan mempraktekan konsistensi maka kita telah membuktikan kalau kita pantang menyerah dan dipastikan kita akan memetik buahnya.

Untuk membangun personal branding yang lekat di hati, kita juga butuh konsisten untuk “merawat” akun media sosialmu agar tetap tumbuh subur dan berkembang. Caranya dengan membuat konsep kebutuhan jumlah konten yang harus diunggah dalam jangka waktu tertentu. Sebagai pengguna aktif medial sosial seperti Instagram, YouTube, dan Blogspot kita yakin tahu bedanya influencer yang rajin mengunggah postingan setiap hari dengan yang hanya aktif seminggu 1-2 kali saja.

Jumlah pengikut akun yang aktif menyajikan hal baru di akunnya pasti akan lebih banyak, personal branding pemilik akun juga akan semakin mudah terbaca oleh pengikut setianya. Kalau kita tipikal yang mau update di momen tertentu saja, tentu tidak banyak hasil yang bisa kita harapkan dari media sosial.

Baca Juga: 7 Cara Sukses Membangun Karir Di Dunia Digital

Fokus Pada Bidang Kita

Memang benar jika kita berpikir bahwa, “kita tidak akan bisa membangun sebuah brand tanpa penggemar.” Tidak ada yang salah dari pernyataan itu. Yang salah adalah ketika mencoba sangat keras untuk membuat semua orang tertarik kepada personal brand kita. Hal tersebut bukanlah dan jangan pernah menjadi orientasi ketika membangun personal brand kita.

“Apa yang harus dilakukan?:

Fokuslah pada bidang yang yang telah kita kuasai, dan berusahalah untuk hanya menarik mereka yang memilki pemikiran yang sama di setiap konten yang kita tawarkan.Bangunlah sebuah komunitas di media sosial yang platform-nya sesuai dengan personal brand yang ingin kita bangun. LinkedIn, misalnya, bagus untuk membangun jejaring profesional, dan Twitter bagus untuk mempromosikan konten-konten yang orisinal. Fokuslah untuk memancing ikan di kolam yang benar dengan umpan yang berkualitas.

Investasi Untuk Personal Branding

Personal Branding

www.hipwee.com

Sekarang kita telah memiliki konsep yang jelas mengenai personal branding, dan hal itu merupakan aspek strategis yang bagus. Akan tetapi, terkadang, tidak semua orang adalah desainer, penulis, fotografer, atau web developer yang baik. Melakukan investasi dalam personal branding bukanlah hal yang tabu dan tidak selalu harus mahal. Platform seperti Sribulancer menyediakan banyak freelance copywriter, web designer, developer, photographer, atau designer dengan portfolio yang menjanjikan untuk membantu mengembangkan personal branding seseorang.

Baca Juga: 6 Bisnis yang Cocok Dijalankan Generasi Milenial Sebagai Peluang Menguntungkan

Membahas media sosial khususnya akun pribadi memang selalu seru dan tidak ada habisnya. Tapi, jangan lupa untuk menentukan personal branding yang bisa mendukung karier juga supaya kita tetap produktif dan tidak lupa berkarya. Mengatur media sosial sendiri bisa menjadi ajang latihan untuk memulai usaha berbasis digital. Buat kita yang mau punya usaha startup, bisa dimulai dengan mengelola akun media sosial seoptimal mungkin.

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: