5 Cara Jitu Menghadapi Suami Pelit dan Perhitungan

Mengelola keuangan keluarga adalah peran yang penting dan harus disertai tanggung jawab yang besar. Kita juga harus bisa menjaga kepercayaan suami untuk mengelola keuangan. Terkadang ada saja suami yang perhitungan untuk memberi uang belanja, dan keperluan lainnya. Kita harus berpikir lebih jernih untuk mengatasi masalah ini.

5 Cara Jitu Menghadapi Suami Pelit dan Perhitungan

5 Cara Menghadapi Suami Pelit dan Perhitungan

Memiliki suami pelit memang sangat tidak menyenangkan, apalagi kita sebagai pasangan harus mengelola dan mengatur keuangan keluarga. Akan timbul rasa tidak enak jika kita hendak meminta uang untuk kebutuhan sehari-hari. Namun disisi lain kita juga harus mengetahui mengapa suami kita perhitungan terhadap uang, ada kalanya kita mencari tahu dengan saling berbincang agar bisa mengerti satu sama lain. Bisa jadi kita sendiri yang kurang bisa mengatur keluar-masuknya uang. Jika begitu berarti kita harus lebih bisa mengendalikan keuangan keluarga. Jika memang cara kita sudah benar dalam mengatur keuangan namun suami masih saja perhitungan.

Suami Pelit

www.muslimah.co.id

Introspeksi Diri Kita Terlebih Dahulu 

Hal yang paling pertama kita lakukan adalah mencoba introspeksi diri kita sendiri. Bisa jadi suami pelit atau perhitungan dikarenakan kita yang terlalu boros atau kurang bisa mengatur keuangan. Maka suami menganggap kita kurang dapat dipercaya dalam hal mengelola dan menyusun prioritas keuangan. Sebaiknya kita jangan kesal terlebih dahulu. Bisa jadi kitalah sebagai istri yang membuat suami harus melakukan tindakan tegas untuk mengubah kebiasaan buruk istrinya yang terlalu boros.

Jika suami bersikap pelit karena hal ini solusinya adalah, kita harus mulai belajar memahami bahwa berbelanja atau menggunakan uang untuk kepentingan yang tidak mendesak adalah hal yang sangat kurang baik. Sah-sah saja seseorang mencari kesenangan dengan berbelanja. Berlibur maupun memanjakan diri ke salon. Namun tentunya harus sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.

Setelah itu, kita juga harus dapat mengembalikan kepercayaan suami. Dan menunjukan bahwa kita telah berubah dan mengerti. Dan dapat dipercaya untuk kembali mengatur keuangan. Jelaskanlah kepada suami secara gamblang dan rinci. Kebutuhan pokok anda sebagai seorang istri dan ibu. Buktikan lah bahwa kita adalah istri yang bertanggung jawab.

Diskusikan Berdua dengan Suami 

Jika suami kita tergolong orang yang perhitungan soal keuangan. Pertama, janganlah terlalu membesar-besarkan hal itu. Apalagi sampai menceritakan kepada orang lain. Masalah uang dalam sebuah rumah tangga adalah topik yang sangat sensitif. Cari waktu yang tepat dan ajak suami untuk berdiskusi.Sampaikan keberatan atas sikapnya. Sampaikan juga dampak dari sikap perhitungannya, misal: kebutuhan anak yang terbengkalai atau kurangnya nutrisi dalam makanan anak.

Bicarakanlah langsung dengan suami kita sendiri, dan tidak perlu melibatkan orang lain, apalagi membanding-bandingkan orang lain karena dapat menyinggung perasaan suami kita sendiri. Berkomunikasilah dengan cara yang baik dan cari waktu yang tepat untuk menyelesaikannya. Sampaikan dengan baik, semoga terketuk pintu hatinya sehingga suami akan lebih longgar dalam memberikan uangnya. Janganlah bersikap kasar atau sinis, karena sikap banyak mencela dan mengkritik akan merenggangkan hubungan suami istri dan menimbulkan kebencian.

Memberikan Rincian Kebutuhan Bulanan Kepada Suami

Suami Pelit

www.wajibbaca.com

Buatlah anggaran atau rincian tertulis kebutuhan belanja keluarga dengan rapi dan jelas. Di saat yang tepat, ajak suami untuk mendiskusikan rincian tersebut. Jika selama ini nafkah yang diberikan kurang, maka seharusnya suami dapat introspeksi sikapnya selama ini. Dengan ini juga kita bisa memberikan jika kita teliti dan patut dipercaya dalam mengurus keuangan keluarga.  Dengan adanya catatan keuangan ini, semoga suami kita mempercayai kita.

Ajak Suami untuk Ikut Berbelanja Bulanan

Agar suami kita lebih percaya lagi dengan kita, ajaklah sekali-sekali suami kita untuk berbelanja bulanan. Dengan mengajak suami berbelanja, kita dapat menunjukkan berapa besar kebutuhan dasar untuk keluarga. Kita sebaiknya memilih bahan-bahan pokok, jangan membeli yang tidak dibutuhkan agar tidak menimbulkan kesan boros.Beberapa kasus keuangan yang terjadi dalam rumah tangga terjadi karena suami tidak percaya istri dapat mengelola keuangan dengan baik karena terlalu sering membeli barang yang tidak dibutuhkan dalam rumah tangga.

Membuka Wirausaha yang Mandiri

Seandainya kita sudah mengupayakan segala cara, namun suami masih tidak mau merubah sikapnya dan masih menjadi suami pelit, mungkin sudah saatnya memikirkan wirausaha untuk menambah pemasukan untuk kebutuhan dapur dan sekolah anak. Membuat kue, gorengan, es pensil, atau membuka warung sembako atau online shop bisa menjadi alternatif pilihan. Semoga dengan kesungguhan dan kerja keras istri dalam mencari tambahan uang nafkah, hati suami akan terketuk.

Inilah hal-hal yang harus kita lakukan untuk menghadapi suami yang perhitungan, hadapi dengan kepala dingin dan sikap bijaksana. Semoga dengan ini uang belanja kita tidak dipersulit suami lagi.

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: