Cara Menghitung Pemakaian Listrik Bulanan dan Harian

Biaya listrik termasuk yang wajib dibayar setiap bulannya. Lalu, sebenarnya bagaimana perhitungannya? Rekan Bijak bisa mempelajarinya di artikel berikut!

Cara Menghitung Pemakaian Listrik Bulanan dan Harian

Cara Menghitung Pemakaian Listrik Bulanan dan Harian

Saat ini, kebutuhan listrik bulanan sudah bisa dikatakan menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat perkotaan. Ketergantungan akan listrik dipacu dengan dibutuhkannya pasokan energi listrik itu dalam menjalankan berbagai peralatan serta gadget. Bahkan kini berbagai tempat, mulai dari tempat wisata, kafe, dan layanan transportasi telah memberikan soket listrik demi menarik minat para pelanggan.

Di Indonesia, pemberi layanan atau pasokan listrik hanya dikuasai negera dengan perusahaan PLN. Namun PLN ternyata tidak dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Masih ada beberapa tempat yang masih belum memiliki pasokan listrik, terutama di daerah pinggiran.

Listrik Bulanan

Pada pelayanan listrik itu sendiri, kita sering kali mendengar nama meteran KWH pada listrik, khususnya dari PLN. Alat ini berfungsi untuk menghitung pemakaian daya listrik dalam satuan kilowatt per hours (KWH) atau biasa disebut dengan satuan seribu watt per jam. Data pemakaian listrik per kilowatt itu yang menjadi acuan bagi PLN membebankan biaya listrik kepada pelanggan. Namun, setiap pelanggan membayarkan uang per kilowatt yang juga berbeda-beda tergantung paket meter yang digunakan, misal listrik 900 watt dan listrik meter 4300 watt memiliki biaya per kilowatt yang berbeda.

Untuk menghitung semua pemakaian seluruh alat listrik, kita cukup menghitungnya dengan rumus kWH di atas dan menjumlahkannya hingga bertemu hasil jumlah pemakaian kWH sebulan kemudian kalikan dengan TDL yang berlaku. Tapi, jangan heran jika perhitungan kita masih berbeda dengan tagihan PLN karena masih ada biaya beban selain biaya pemakaian.

Berikut adalah perhitungan biaya listrik bulanan sesuai dengan golongan :

1. Golongan Tarif R-1/TR (batas daya 450 VA)
Biaya beban (Rp/kVA/bulan): Rp 11.000
Biaya pemakaian (Rp/kWh): 0 s/d 30 kWh = Rp 169, diatas 30 kWh s/d 60 kWh = Rp 360, di atas 60 kWh = Rp 495
Biaya pra-bayar (Rp/kWh): Rp 415

2. Golongan Tarif R-1/TR (batas daya 900 VA)
Biaya beban (Rp/kVA/bulan): Rp 20.000
Biaya pemakaian (Rp/kWh): 0 s/d 20 kWh = Rp 275, diatas 20 kWh s/d 60 kWh = Rp 445, di atas 60 kWh = Rp 495
Biaya pra-bayar (Rp/kWh): Rp 605

3. Golongan Tarif R-1/TR (batas daya 1.300 VA)
Biaya beban (Rp/kWh/bulan): Rekening Minimum RM1*
Biaya pemakaian (Rp/kWh): Rp 790
Biaya pra-bayar (Rp/kWh): Rp 790

4. Golongan Tarif R-1/TR (batas daya 2.200 VA)
Biaya beban (Rp/kWh/bulan): Rekening Minimum RM1*
Biaya pemakaian (Rp/kWh): Rp 795
Biaya pra-bayar (Rp/kWh): Rp 795

5. Golongan Tarif R-2/TR (batas daya 3.500 VA s/d 5.500 VA)
Biaya beban (Rp/kWh/bulan): Rekening Minimum RM1*
Biaya pemakaian (Rp/kWh): Rp 890
Biaya pra-bayar (Rp/kWh): Rp 890

*RM1 = 40 (jam nyala) x daya tersambung (kVA) x biaya pemakaian

Tarif Dasar Listrik (TDL) menurut sesuai dengan perpres no.8 tahun 2011
Golongan R1 (< 2200 VA), 1 kWh = Rp 795,- untuk pemakaian sampai dengan 20 kWh

Golongan R2 (2200 VA – 6600 VA), 1 kWh = Rp 890,-
Golongan R3 (>6600 VA), 1 kWh = Rp 1.330,-

LANGKAH HEMAT LISTRIK

Misalnya, untuk sebuah lampu berdaya 100 watt yang digunakan selama 10 jam setiap harinya, konsumen kelompok R1 harus membayar :

0.1 kWh x 10 x 30 hari x Rp 795,- = Rp 23.850,- sebulan.

Sementara apabila lampu tersebut diganti dengan lampu hemat energi berdaya 20 watt, konsumen hanya perlu membayar :

0.02 kWh x 10 x 30 hari x Rp 795,- = Rp 4.770,- sebulan. Penghematan 80%, cukup lumayan bukan?

Bila lampu 100 watt diganti dengan lampu 20 watt untuk pemakaian 10 jam/hari. Perhitungannya sebagai berikut:

Penghematan energi listrik/bulan :
(100W-20W) x 10 jam/hari x 30 hari = 2400 Wh = 2,4 kWh

Penghematan biaya/bulan :

Tarif R1 (< 2.200 VA) = Rp 795,- /kWh
2,4 kWh x Rp 795,- = Rp 1.908,-

Tarif R2 (2.200 – 6.600 VA) = Rp 890,-/kWh
2,4 kWh x Rp 890,- = Rp 2.136,-

Tarif R3 (>6.600 VA) = Rp 1.330,-/kWh
2,4 kWh x Rp 1.330,- = Rp 3.192,-

Gajian masih lama, tapi butuh dana tambahan untuk membayar listrik bulanan? Ajukan saja pinjaman cepat dan mudah hanya dalam genggaman, Danabijak! Cukup dari smartphone kesayangan, kini kamu bisa mengajukan pinjaman dari mana saja dan kapan saja!

pinjaman uang online cepat cair

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: