Debt Stacking Vs Debt Snowball. Strategi Mana yang Lebih Baik dalam Melunasi Utang?

Terjebak dalam utang memang tidak menyenangkan, apalagi hingga terlilit dan berlarut-larut membuat keuangan menjadi tidak stabil. Semua orang pasti ingin terlepas dari jeratan utang bagaimanapun caranya.

Debt Stacking Vs Debt Snowball. Strategi Mana yang Lebih Baik dalam Melunasi Utang?

Debt Stacking Vs Debt Snowball. Strategi Mana yang Lebih Baik dalam Melunasi Utang?

Ada banyak metode yang bisa digunakan sebagai bagian dari strategi melunasi utang dalam dunia finansial. Diantaranya yang mungkin paling populer adalah debt stacking dan debt snowball. Kedua strategi tersebut biasanya digunakan jika seseorang memiliki lebih dari satu utang.

Contoh, ada seseorang yang memiliki 3 utang, kartu kredit, 1 KPR, 1 KKB (Kredit Kendaraan Bermotor) dengan jumlah utang yang berbeda dan bunga yang berbeda. Kedua Strategi tersebut, bekerja dengan cara membuat prioritas utang yang akan dibayarkan.

Baca Juga : 7 Tips Menyelesaikan Hutang Kartu Kredit

Seperti contoh diatas, seseorang memiliki lebih dari 3 utang, semua utang memiliki jumlah pokok dan bunga yang berbeda. Harapannya tentu ingin semua utang terlunasi, tetapi ada keterbatasan dalam pendanaan sehingga tidak semua utang bisa dilunasi. Rekan perlu strategi dalam melunasi utang yang menumpuk agar tidak menjerat diri. Berikut 2 cara pelunasan utang yang bisa dilakukan :

Debt Stacking

Debt Stackingsumber : iac.or.id

Debt Stacking sering dianggap sebagai strategi yang paling masuk akal dan paling tepat dalam melunasi utang, meski masih ada metode lain dan tergantung pada penerapannya.

Debt Stacking atau dikenal juga sebagai metode debt avalanche merupakan sebuah metode pelunasan utang yang mengurutkan prioritas berdasarkan bunga dalam melunasi utang dari bunga tertinggi hingga bunga terendah. Metode debt stacking menyarankan rekan untuk mengurutkan pelunasan utang berdasarkan dari bunga yang tertinggi yang terendah.

Katakanlah saat rekan memiliki utang di tiga sumber berbeda, maka yang perlu dilakukan hanyalah mengurutkan ketiga utang tersebut berdasarkan bunganya, dari yang tertinggi ke yang terendah, kemudian melakukan prioritas berdasarkan urutan tersebut.

Baca Juga : 6 Strategi Menghindari Bunga Melilit dari Kartu Kredit

Bila rekan tidak menggunakan strategi tertentu untuk melunasi utang dan tidak menentukan mana prioritas untuk segera dilunasi, maka utang dengan bunga yang tinggi dapat semakin meliliit dan menganggu keuangan rekan untuk melunasi utang yang lainnya. Sebaiknya segera lunasi utang dengan bunga tertinggi agar kemudian rekan bisa fokus unttuk melunasi utang dengan bunga tertinggi berikutnya, begitu seterusnya hingga seluruh utang rekan lunas.

Jika rekan membutuhkan dana dan kemudian meminjam pada Danabijak, mungkin utang pada danabijak bisa dilunasi setelah utang lain karena bunganya yang rendah, hanya 0,8% per hari. Sehingga rekan bisa melunasi utang lain yang memiliki bunga lebih besar terlebih dahulu. Barulah segera melunasi utang pada danabijak jika menggunakan metode debt stacking. Dengan melakukan pembayaran utang tepat waktu, rekan bisa mendapat poin tambahan dan predikat yang baik sebagai rekan bijak.

Baca Juga : Memahami 5 Cara Memilih Pinjaman Online Terbaik

Debt Snowball

Debt stackingSumber : daveramsey.com

Debt snowball adalah sebuah metode untuk menyusutkan utang, jika seseorang memiliki utang pada berbagai sumber mulai membayarnya dari nominal terkecil dengan nominal diatas minimum hingga utang yang lebih besar dengan nominal minimum.

Banyangkan sebuah bola salju yang digelindingkan dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah, bola salju yang kecil lama kelamaan pasti akan membesar. Seperti itulah strategi debt snowball, dimana rekan membayar utang secara berurutan dari nominal yang paling kecil hingga utang dengan nominal paling besar.

Begitu utang yang nominalnya paling kecil lunas, selanjutnya lunasi utang yang ada di urutan setelahnya, begitu seterusnya sampai utang terbesar lunas. Dengan kata lain, nominal utang yang harus dibayar atau sisa utang harus diurutkan mulai dari terkecil hingga terbesar, dan prioritaskan mulai dari yang terkecil.

Metode debt snowball dipelopori oleh seorang financial planner asal Amerika Serikat bernama Dave Ramsey.

Baca Juga : 6 Tips Sederhana Agar Sukses Finansial di Usia Muda

Menggunakan metode debt stacking ataupun debt snowball boleh rekan coba dan rencanakan menjadi strategi pelunasan utang. Karena sebenarnya tidak masalah memiliki utang asal utang tersebut bisa dibayarkan sampai lunas dan tidak dibiarkan menumpuk karena hanya akan menjadi beban dalam keuangan rekan.

Baca Juga : Yuk, Kenali 7 Hal yang Menandakan Keuangan Sehat atau Tidak Sehat Ini!

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi rekan dan orang terdekat rekan bijak!

Debt stacking

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: