Gila Belanja? Simak 6 Tips Keuangan bagi Shopaholic Ini!

Memiliki hobi belanja yang berlebihan dan tidak terkontrol akan membahayakan kondisi keuangan,untuk itu perlu disadari tanda-tanda hal negatif dari shopaholic yang dapat membuat dompet Rekan kebobolan. Untuk dapat mengontrol keuangan agar tetap stabil berikut ada beberapa tips yang bisa dicoba.

Gila Belanja? Simak 6 Tips Keuangan bagi Shopaholic Ini!

Gila Belanja? Simak 6 Tips Keuangan bagi Shopaholic Ini!

Hal yang paling sulit dilakukan bagi Shopaholic adalah mengerem rasa “gatal” untuk membeli berbagai barang yang menarik. Hal inilah yang akhirnya membuat Rekan justru kebobolan dan menghabiskan banyak uang untuk berbelanja. Kesulitan umum yang sering dihadapi adalah membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Kemudahan mengakses informasi dan melakukan transaksi online seperti sekarang ini menjadi salah satu faktor pendorong orang menjadi suka berbelanja. Belanja memang menyenangkan hati, orang-orang yang gemar belanja memiliki hasrat kuat untuk memiliki barang baru setiap hari, meskipun barang tersebut tidak begitu dibutuhkan.

Menyembuhkan kebiasaan Shopaholic bukanlah hal yang mudah, namun dengan tekad kuat untuk sembuh dan memberinya dukungan, penyakit ini tentu bisa teratasi. Simak tips-tips berikut untuk keuangan Shopaholic ini :

Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

ShopaholicSumber: finansialku.com

Salah satu kunci untuk bisa bertahan dengan keuangan yang ada adalah mengetahui perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Sebelum membeli apapun tanyakan pada diri Rekan apakah benar-benar membutuhkan barang yang akan dibeli tersebut. Tidak ada gunanya bisa menawar barang dengan harga murah atau mendapatkan barang diskonan jika barang tersebut hanya akan berakhir di lemari dan menjadi usang.

Baca Juga: 4 Cara Membedakan Antara Keinginan dan Kebutuhan

Mulai Pikirkan Terapi

ShopaholicSumber: pqs.pe

Profesor psikiatri dari University of Minnesota, Jon Grant. Menilai bahwa kebiasaan gila belanja bagi para shopaholic ini sudah menjadi kebiasaan yang tidak bisa dimaklumi lagi.

Salah satu cara penyembuhan yang beliau tawarkan adalah terapi perilaku kognitif. Terapi ini akan mengubah kebiasaan mereka untuk berpikir panjang dan menyadari konsekuensi yang akan dihadapi apabila menjadi seorang gila belanja. Sehingga nantinya Rekan akan bisa mengontrol keuangan agar tidak sampai membuat pusing kepala.

Baca Juga: Merasa Boros? 6 Tips Ini Membantu Kamu Menghadapi Belanja Impulsif

Hentikan Kartu Kredit

ShopaholicSumber: kwotable.com

Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan kartu kredit memang memudahkan kegiatan bertransaksi, namun kartu kredit juga memiliki risiko yang lebih besar. Kartu kredit menciptakan ilusi bahwa kita bisa membeli apapun yang kita mau tanpa perlu membayar lunas terlebih dahulu.

Banyak orang yang terlena dengan penggunaan kartu kredit, karena terasa begitu mudah. Namun, apabila sudah digunakan secara berlebihan, tanpa pembayaran tagihan yang bertanggung jawab pula, maka kartu kredit bisa menjelma menjadi sosok yang mengerikan.

Apabila Rekan atau kerabat yang shopaholic tersebut memiliki banyak kartu kredit dan tagihan tidak kunjung dibayar, maka segeralah untuk menganjurkan penutupan kartu kredit. Karna kartu kredit yang tidak kunjung dibayar hanya akan menimbulkan masalah-masalah baru, seperti debt collector.

Baca Juga: Ketahui 6 Tanda Seseorang yang Telah Kecanduan Kartu Kredit

Bawa Uang Tunai Secukupnya

ShopaholicSumber: dream.co.id

Sebagai bentuk dari menghindari kartu kredit, maka sediakan uang tunai secukupnya di dalam dompet. Dengan cara ini, Rekan akan berpikir bagaimana menggunakan uang yang ada di dompet dengan sebaik-baiknya.

Apabila Rekan seringkali membawa banyak uang di dalam dompet, maka tidak heran jika Rekan cenderung boros atau hambur. Karena menyimpan uang banyak di dalam dompet dapat menimbulkan ilusi bahwa uang yang Rekan miliki masih banyak, padahal belum tentu jumlahnya masih mencukupi untuk pengeluaran lainnya.

Baca Juga: Transaksi? Lebih Baik Tunai, Debit, atau Kredit? Yuk, Cermati Kekurangan dan Kelebihannya!

Alihkan Perhatian dari Belanja

ShopaholicSumber: tribunnews.com

Jika hasrat untuk berbelanja itu datang, segera alihkan perhatian kepada hal-hal lain yang disukai, seperti menonton TV, membaca majalah, tidur atau berolahraga. Jangan biarkan hasrat berbelanja menguasai Rekan dan membuat Rekan mengikuti keinginan untuk melakukan belanja.

Mengalihkan perhatian dari berbelanja bisa dilakukan selama Rekan berniat untuk menjaga keuangan agar tetap stabil. Carilah kegiatan lain yang bermanfaat dan tidak mengeluarkan uang untuk melepaskan penat, daripada belanja hal-hal yang tidak dibutuhkan dan menghamburkan uang.

Baca Juga: 6 Aktivitas Ini Cocok untuk Kamu yang Senang Produktif Di Luar Rumah!

Buat Catatan Semua Kebutuhan Belanja

ShopaholicSumber: eviom.com

Cara berikutnya untuk mengatasi keuangan shopaholic adalah selalu membuat daftar belanjaan yang dibutuhkan, lalu ajak salah satu teman untuk mengawasi. Ajaklah teman yang memiliki gaya hidup hemat dan tegas. Dengan cara ini Rekan tetap bisa berbelanja namun terawasi dengan baik.

Dan perlu juga catatan pengeluaran, agar Rekan bisa memantau dan menyadari pengeluaran setiap harinya. Biasakan untuk selalu mencatat pengeluaran Rekan setiap harinya agar Rekan bisa semakin terpacu untuk menghemat uang dan tidak terlalu boros dalam belanja. Dengan rutin mengisi pengeluaran, Rekan bisa memantau ke mana saja aliran uang yang Rekan habiskan.

Baca Juga: 6 Strategi agar Belanja Bulanan Tak Jadi Beban

Nah itu adalah beberapa tips yang bisa dicoba bagi Rekan yang merupakan shopaholic agar terlepas dari kebiasaan buruk yang dapat membuat dompet bobol. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Rekan dan orang terdekat Rekan Bijak!

Shopaholic

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: