4 Jenis Keputusan Emosional tentang Keuangan yang Perlu Dihindari

Pengambilan keputusam seharusnya tidak terpengaruh oleh sisi emosional seseorang, apalagi jika keputusan yang diambil adalah tentang keuangan. Karena konsep keuangan pribadi sebenarnya sangat sederhana namun tidak semua orang ingin menerapkannya.

4 Jenis Keputusan Emosional tentang Keuangan yang Perlu Dihindari

4 Jenis Keputusan Emosional tentang Keuangan yang Perlu Dihindari

Sebenarnya konsep keuangan pribadi cukup sederhana dan mudah untuk dilakukan, tetapi banyak orang yang sayangnya tidak ingin melakukannya karena sulit mendapatkan fondasi keuangan yang kuat karena ada emosi yang terlibat didalamnya. Emosi yang sebenarnya tidak diperlukan bahkan seharusnya dihindari agar keputusan keuangan yang diambil tidak merugikan rekan.

Dalam pengelolaan keuangan melibatkan emosi dalam pengambilan keputusan akan menimbulkan masalah, karena keputusan yang diambil ternyata hanya karna keinginan sesaat bukan yang benar-benar rekan butuhkan.

Baca Juga: 6 Pertanda Ini Mengharuskanmu Mengatur Ulang Keuangan Pribadi!

Mulailah untuk berpikir logis dan lebih tenang saat akan mengambil sebuah keputusan. Nah, berikut 4 keputusan emosional yang perlu dihindari berkaitan dengan keuangan :

Membeli Rumah yang Lebih Besar daripada yang Dibutuhkan

Keuangansumber: arsitag.com

Rumah yang memiliki ukuran besar tentu memiliki harga sewa dan harga jual yang lebih tinggi daripada rumah yang berukuran lebih kecil. Namun jika saat ini rekan belum terlalu membutuhkan rumah dengan ukuran besar, maka tidak ada salahnya untuk terlebih dahulu membeli rumah dengan ukuran kecil yang sesuai kebutuhan saja. Seiring dengan bertambahnya anggota keluarga, maka barulah rekan bisa mulai mempertimbangkan untuk menambah luas ruangan atau membeli rumah yang lebih luas.

Bijaklah dalam mengambil keputusan, jangan karena hanya mengikuti gengsi rekan membeli rumah dengan ukuran lebih besar dari kebutuhan, selain harga belinya yang tentu mahal biaya perawatan rumah berukuran besar juga tidak sedikit. Karena dibanding itu rumah yang lebih kecil pasti akan membutuhkan biaya perawatan yang lebih rendah dan biaya utilitas yang lebih terjangkau.

Baca Juga: 6 Keuntungan Membeli Rumah Bekas Dibandingkan Rumah Baru

Mengubah Bank yang Digunakan

Keuangansumber: gaya.tempo.co

Penting untuk mempertimbangkan semua hal sebelum rekan bertindak dan mengganti layanan perbankan yang akan digunakan di kemudian hari. Mengganti bank yang digunakan tentu akan menimbulkan biaya tambahan untuk biaya administrasi dan lainnya.

Menambah layanan perbankan akan membuat rekan terbebani dengan biaya administrasi yang perlu dibayarkan setiap bulan. Jangan mengubah atau menambah layanan perbankan rekan hanya karena tergiur dengan diskon dan berbagai promo yang ditawarkan oleh bank lain yang bukan biasa rekan gunakan.

Baca Juga: 5 Produk Bank Paling Diminati di Indonesia

Tergesa-Gesa Menjual Saham

Keuangansumber: Hanakko.com

Hal yang perlu rekan ketahui saat akan berinvestasi di pasar saham adalah dibutuhkan jangka waktu yang panjang agar saham bisa memberikan hasil yang optimal. Idealnya saham bisa memberikan hasil yang optimal di atas 10 tahun. Oleh karena itu, pergerakan harga dalam jangka pendek dan fluktuasi atau gejala yang menunjukan turun-naiknya harga yang terjadi adalah hal yang wajar.

Sebagian investor sering melibatkan emosi mereka saat berinvestasi di pasar saham. Hal yang paling sering terjadi adalah mereka merasa cemas dan khawatir saat harga saham mulai menurun. Hal yang tidak disadari adalah pasar saham adalah pasar yang bergejolak dan pasti akan mengalami fluktuasi dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang di atas 10 tahun, pasar saham bisa memberikan tingkat imbal hasil yang sangat menguntungkan.

Tidak perlu khawatir dan langsung menjual saat harga saham yang rekan miliki menurun nilainya. Karena hal tersebut adalah keputusan ceroboh dan timbul karena kecemasan saja.

Baca Juga: Melihat 7 Alasan Investasi Saham Banyak Diminati Orang

Mengikuti Gaya Hidup Orang Lain

Keuangansumber : Glitzmedia.co

Mengikuti gaya hidup orang lain adalah kebiasaan yang bisa merusak kondisi keuangan rekan secara perlahan. Harus diingat bahwa gaya hidup seseorang tidak mungkin untuk selalu diikuti, sebab ada prioritas pengeluaran dan kebutuhan yang berbeda antara rekan dan mereka.

Jika teman rekan membeli pakaian baru, mobil baru, atau sering makan di luar rumah di restoran mewah, jangan menjadikan hal tersebut sebagai sesuatu yang perlu diikuti. Karena penghasilan, kebutuhan dan prioritas rekan dan teman rekan pasti berbeda.

Oleh karena itu, penting untuk membuat daftar pengeluaran yang akan mengingatkan rekan sendiri agar tidak mengeluarkan uang secara emosional. Agar rekan mengetahui apa yang menjadi prioritas dalam anggaran keuangan bisa membuat rekan membelanjakan uang dengan lebih bijak.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Ini Perlu Dihindari untuk Hidup yang Lebih Hemat

Jadi, apakah rekan pernah melakukan keputusan emosional tentang keuangan itu? jika iya jangan sampai rekan mengulanginya lagi. Lebih bijak dan logis dalam mengambil keputusan terutama yang berhubungan dengan keuangan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat ya rekan bijak!

Keuangan

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: