Ini Risikonya Jika Masih Muda Namun Sudah Memiliki Banyak Cicilan

Selama manusia hidup nampaknya akan sulit untuk terhindar dari utang. Tidak peduli manusia tersebut berpenghasilan besar atau kecil. Lalu sebenarnya memiliki utang itu bahaya atau tidak? tentu ada risikonya dalam berhutang pun. Bahkan sebuah negara saja memiliki utang, bahkan negara adidaya seperti Amerika juga memiliki utang di mana-mana.

Ini Risikonya Jika Masih Muda Namun Sudah Memiliki Banyak Cicilan

Ini Risikonya Jika Masih Muda Namun Sudah Memiliki Banyak Cicilan

Memiliki utang, cicilan atau tunggakan tentu membuat hidup kurang nyaman apalagi di usia muda, karena hampir setiap bulan rekan akan bertemu dengan tagihan-tagihan utang yang semakin naik nilainya. Mungkin pada awalnya rekan berpikir bahwa berutang sedikit tidak masalah, yang penting apa yang diinginkan tercapai.

Seseorang yang memiliki utang atau berutang biasanya dikarenakan kebutuhannya terhadap sesuatu yang perlu atau tidak perlu pun yang dilakukannya tanpa memperhitungkan lebih jauh. Padahal rekan perlu mengingat bahwa utang memiliki bunga yang juga harus diperhitungkan.

Kebutuhan akan ssuatu benda atau jasa yang menunjang kebutuhan rekan memang harus dimiliki. Tapi rekan harus bisa membedakan mana yang merupakan kebutuhan mana yang keinginan. Rekan terutama yang masih muda harus bisa menentukan apakah utang ini sanggup dilunasi nantinya atau hanya akan membuat rekan terlilit cicilan yang tidak bisa terselesaikan.

Nah berikut risiko memiliki cicilan di usia muda yang harus diketahui:

Memiliki Cicilan Berarti Tidak Memiliki Tujuan

CicilanSumber: Kompas.com

Jika rekan memilih untuk berutang dan memiliki cicilan sebenarnya rekan tidak memiliki tujuan. Karna saat rekan memutuskan untuk memiliki sesuatu dengan jalan berutang, setiap bulannya nanti pendapatan rekan akan terpotong untuk kewajiban utang tersebut.

Sementara di sisi lainnya, kebutuhan rekan masih sangat banyak dan semuanya harus direncanakan untuk tujuan kebahagiaan dan kecukupan hidup. Jika sisa uang tersebut hanya digunakan untuk membayar utang, kebutuhan lainnya tidak dapat terpenuhi dan tujuan hidup rekan juga bukannya lebih bahagia, tetapi bisa mengalami stres karna tagihan cicilan yang menunggu setiap bulan.

Baca Juga: Debt Stacking Vs Debt Snowball. Strategi Mana yang Lebih Baik dalam Melunasi Utang?

Terjebak Dalam Lingkaran Utang

CicilanSumber: futuready.com

Saat rekan berada di situasi harus membayar utang segera dalam jumlah yang cukup banyak, kemudian ada tawaran pinjaman lainnya kepada rekan saat itu juga dengan nilai yang lebih tinggi, apa yang akan rekan lakukan?

Kebanyakan orang yang merasa sedang terdesak dengan keadaanya yang harus segera melunasi utang sebelumnya, akan mengambil keputusan untuk menerima pinjaman tersebut. Seperti istilah gali lubang tutup lubang. Karna berpikir yang terpenting melunasi utang yang sudah jatuh tempo dahulu, padahal setelah selesai masalah yang satu akan muncul lagi masalah tagihan utang lainnya yang bisa jadi lebih besar.

Baca Juga: Yuk, Kenali 7 Hal yang Menandakan Keuangan Sehat atau Tidak Sehat Ini!

Utang Menjadi Tabungan

CicilanSumber: jadiBerita.com

Kenyataan saat ini ada beberapa orang yang memperlakukan kartu kredit sama dengan kartu debit. Padahal keduanya merupakan hal yang jelas berbeda. Saldo kartu debit bergantung pada jumlah tabungan di bank sedangkan saldo kartu kredit tergantung limit alat bayar tersebut.

Jika membayar menggunakan kartu debit, otomatis uang di tabungan berkurang. Tapi berbeda dengan penggunaan kartu kredit, sekali transaksi berarti beban tagihan bertambah dan tagihan itu harus dilunasi tepat waktu. Banyak yang menggunakan kartu kredit untuk berfoya-foya membeli semua barang yang diinginkan tanpa sadar membuat tagihan membengkak.

Baca Juga: 7 Tips Menyelesaikan Hutang Kartu Kredit

Perubahan Mental

CicilanSumber: halodoc.com

Terdapat istilah “banyak utang kemudian kabur”, itu bisa saja terjadi pada rekan jika memiliki banyak utang dan cicilan dalam jumlah yang besar. Rasa tidak nyaman akan menerima tagihan utang setiap bulannya, kemudian berubah menjadi rasa takut kehilangan segala yang sudah dimiliki hanya karena belum melunasi utang adalah salah satu efek perubahan mental karena memiliki banyak utang dan cicilan.

Baca Juga: Ini Tips Memilih KPR yang Tepat untuk Generasi Milenial

Jadi rekan, jangan gegabah mengambil utang atau cicilan hanya karena promo yang menggiurkan. Apalagi jika rekan masih muda, jangan sampai masa muda rekan hanya dihabiskan dengan mencari uang untuk melunasi utang. Semoga artikel ini bermanfaat untuk rekan dan orang terdekat rekan bijak!

Cicilan

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: