Inklusi Keuangan, Program Pemerintah dalam Pemerataan Ekonomi

Inklusi keuangan adalah terma yang mulai dikenal semenjak tahun 2000-an. Biasanya, inklusi keuangan dikaitkan dengan kegagalan pemerataan ekonomi, dan inklusi keuangan dapat meratakan ekonomi karena dapat memberikan akses ekonomi dalam banyak bentuk, baik uang maupun pengetahuan, terhadap masyarakat kelas bawah.

Inklusi Keuangan, Program Pemerintah dalam Pemerataan Ekonomi

Inklusi Keuangan, Program Pemerintah dalam Pemerataan Ekonomi

Inklusi keuangan merupakan program yang dicetuskan oleh Bank Indonesia, dengan target dari program itu sendiri mencapai 75% pada tahun 2019. Dalam definisinya, inklusi diartikan sebagai sebuah pendekatan untuk membangun dan mengembangkan sebuah lingkungan yang semakin terbuka; mengajak masuk dan mengikutsertakan semua orang dengan berbagai perbedaan latar belakang. Sedangkan keuangan ialah segala sesuatu yang berhubungan dengan kondisi uang.

Dengan begitu, kita dapat simpulkan bahwa inklusi keuangan merupakan suatu pendekatan untuk mengembangkan sebuah lingkungan yang semakin terbuka dengan kondisi uang yang jelas. Lebih tepatnya, sebuah fasilitas atau wadah dalam keuangan. Berarti, inklusi keuangan memastikan individu dan bisnis-bisnis untuk mempunyai akses atau wadah terhadap produk dan jasa yang dibutuhkan seperti transaksi, pembayaran, kredit, dan lain-lain, yang dilakukan dengan cara yang efektif dan berkelanjutan.

inklusi keuangan

Sumber : bloomberg.com

Inklusi keuangan ini sedang diperjuangkan oleh Bank Indonesia, selaku salah satu departemen yang mengurusi kestabilan mata uang juga kestabilan ekonomi di Indonesia. Inklusi keuangan indonesia dikatakan oleh Bank Indonesia, perkembangannya masih belum cepat dan tergolong lambat, mengingat targetnya adalah mempunyai sekitar 75% yang mengetahui tentang inklusi ini.

Hal ini dikarenakan akses kepada lembaga keuangan ini masihlah sulit, sehingga masyarakat masih banyak yang tidak mengerti tentang inklusi ini. Padahal, banyak keuntungan dari inklusi keuangan, yakni :

  1. Meningkatkan efisiensi ekonomi.
  2. Mendukung stabilitas sistem keuangan.
  3. Mengurangi shadow banking atau irresponsible finance.
  4. Mendukung pendalaman pasar keuangan.
  5. Memberikan potensi pasar baru bagi perbankan.
  6. Mendukung peningkatan Human Development Index (HDI) Indonesia.
  7. Berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional yang sustain dan berkelanjutan.
  8. Mengurangi kesenjangan (inequality) dan rigiditas low income trap sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya berujung pada penurunan tingkat kemiskinan.
inklusi keuangan

Sumber : Beritagar.id

Inklusi ini bisa dilakukan dengan banyak hal, karena sekarang ini, banyak industri yang mendukung tentang inklusi keuangan. Sebut saja mulai dari tabungan. Ada banyak aplikasi menabung yang bisa dilakukan secara online, seperti mulai saja bank-bank yang ada di Indonesia, yang sangat ingin masyarakat untuk segera menabung. Ditambah lagi dengan bunga-bunga yang ada, yang dapat membantu meningkatkan saldo tabungan.

Juga ada lagi yang bersistem kreditur, dengan cara memberikan pinjaman uang yang ada, bahkan ada juga yang bersistem tanpa agunan atau jaminan, sehingga pinjaman uang pun menjadi lebih mudah dan simpel, tanpa perlu menjanjikan barang apapun sebagai bukti. Kreditur ini juga pilihan masyarakat di Indonesia zaman sekarang, karena kemudahan yang diberikan, ditambah lagi bunganya yang tidak terlalu tinggi sehingga tidak “mencekik” para debitur.

inklusi keuangan

Sumber : Wartaekonomi.co.id

Inklusi keuangan merupakan salah satu cara yang diharapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan agar industri-industri financial technology dapat berpengaruh positif pada masyarakat Indonesia. Pasalnya, masih banyak lapisan masyarakat yang belum mempunyai inklusi yang baik, sehingga perlu diberikan penyuluhan tentang inklusi ini. Dengan adanya financial technology yang mementingkan tentang efisiensi dan efektivitas, pemerintah berharap agar inklusi keuangan dapat tersebar melalui perusahaan-perusahaan financial technology tersebut.

Industri financial technology di Indonesia pun bentuknya bermacam-macam, mulai seperti dari berbentuk tabungan, ada juga yang berbentuk sebagai aplikasi kreditur, lalu juga ada yang berbentuk kemudahan transaksi bank, juga ada yang berbentuk investasi, dan lain-lain. Yang bisa dipastikan, ke semua financial technology ini mengutamakan efektivitas dan efisiensi, sehingga digemari dan bisa menjangkau kelas bawah.

inklusi keuangan

Sumber : Hukumonline.com

Financial technology juga dianggap dapat meningkatkan ekonomi kelas bawah, dan juga membantu para UMKM. Pasalnya, financial technology ini juga bergerak untuk semua kalangan kelas, dan tidak terkecuali kalangan kelas bawah, sehingga siapapun dapat mengakses financial technology. Dengan begitu, ekonomi pun bisa merata dan yang kaya tidak makin kaya dan semua bisa menikmati keuangan yang stabil. Dengan begitu, diharapkan dengan adanya financial technology ini, masyarakat pun mempunyai tingkatan inklusi keuangan yang cukup tinggi.

Nah Rekan Bijak, kamu bisa membantu meninggikan inklusi keuangan negara juga loh! Dengan cara salah satunya adalah menjadi salah satu nasabah dari Danabijak! Jadi, tunggu apa lagi?

inklusi keuangan

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: