Intip Sejarah Uang di Indonesia

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa mata uang Indonesia adalah Rupiah. Tapi, tentu belum semua dari kita mengetahui sejarah perjalanan mata uang rupiah ini. Sejarah uang dibagi dalam dua periode, yakni periode ORI (Masa Oeang Republik Indonesia) dan Masa Rupiah.

Intip Sejarah Uang di Indonesia

Intip Sejarah Rupiah di Indonesia

Sejarah uang di Indonesia dimulai pada awal Okt 1945. Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, Indonesia masih belum memiliki mata uang sendiri. Saat itu, Indonesia masih menggunakan mata uang Hindia Belanda, Jepang, dan De Javashe Bank. Namun, sejarah uang di Indonesia mencatat mengalami hiper inflasi sehingga menyebabkan nilai tukarnya menurun sangat drastis.

Sejarah uang

Sumber : www.seputarforex.com

MASA ORI (OEANG REPUBLIK INDONESIA)

Oeang Republik Indonesia atau ORI merupakan mata uang pertama yang dimiliki Republik Indonesia setelah merdeka. Pemerintah memandang bahwa perlu adanya uang sendiri yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran sah, tapi juga sebagai lambang utama negara merdeka.

Sejarah uang

Sumber : www.seputarforex.com

Presiden Soekarno menjadi tokoh penting dan paling sering tampil dalam desain uang kertas ORI dan uang kertas Seri ORI II yang terbit di Jogjakarta pada 1 Januari 1947, Seri ORI III di Jogjakarta pada 26 Juli 1947, Seri ORI Baru di Jogjakarta pada 17 Agustus 1949, dan Seri Republik Indonesia Serikat (RIS) di Jakarta pada 1 Januari 1950.

Walaupun masa peredaran ORI cukup singkat, namun ORI telah diterima di seluruh wilayah Republik Indonesia dan ikut menggelorakan semangat perlawanan terhadap penjajah. Saat suasana di Jakarta genting, tepatnya pada Mei 1946, Pemerintah RI memutuskan untuk melanjutkan pencetakan ORI di daerah pedalaman, seperti Surakarta, Malang, dan Jogjakarta.

MASA RUPIAH

Rupiah (Rp) adalah mata uang Indonesia (dengan kode IDR). Nama Rupiah diambil dari mata uang India, Rupee. Sebelumnya, masyarakat Indonesia banyak menggunakan gulden Belanda dari tahun 1610 hingga 1817. Nama rupiah pertama kali digunakan secara resmi dengan dikeluarkannya maata uang tersebut di zaman pendudukan Dai Nippon pada Perang Dunia II. Setelah perang selesai, Bank Jawa (pelopor Bank Indonesia), mulai mengeluarkan Rupiah. Sementara itu, tentara sekutu mengeluarkan Gulden Nica.

Sejarah uang

Sumber : id.wikipedia.org

Pada tanggal 2 November 1949, rupiah ditetapkan sebagai mata uang nasional. Di daerah kepulauan Riau dan Papua, saat itu, masih menggunakan mata uang lain. Kemudian, pada tahun 1964 dan 1971 barulah rupiah digunakan di daerah tersebut. Sementara itu, dari tahun 1976 – 2001 daerah Timor-Timur, saat masih tergabung dengan Republik Indonesia, sudah menggunakan rupiah.

Setelah kelahiran NKRI, Pemerintah berupaya untuk menghapus pengaruh Belanda dalam sistem keuangan Indonesia. Langkah awal adalah dengan mengganti mata uang terbitan Belanda berdenominasi rendah dengan koin Rupiah pecahan 1,5,10,25, dan 50 sen serta penerbitan uang kertas 1 dan 2,5 rupiah.

Sayangnya, uang baru yang dirilis tidak mampu menyelesaikan permasalahan perekonomian Indonesia. Inflasi makin melambung tinggi dan nilai tukar Rupiah pun merosot dengan cepat. Pada Maret 1950, nilai tukar Rupiah adalah 1.60 per Dolar AS, namun dalam waktu kurang dari 10 tahun sudah naik ribuan persen menjadi 90 per Dolar AS pada Desember 1958. Kondisi ekonomi tersebut mendorong Pemerintah Indonesia untuk mendevaluasi Rupiah pada 1959. Upaya itu kembali gagal dan Rupiah kembali di-devaluasi beberapa tahun kemudian. Nilai rupiah masih tak terkendali hingga pemerintahan orde baru di bawah Presiden Soeharto berhasil menstabilkan kembali.

Pada masa orde baru, Bank Indonesia diberi kewenangan untuk mencetak dan menerbitkan uang, baik dalam bentuk kertas maupun koin. Bank Indonesia juga bertugas mengatur peredaran Rupiah. Hal ini terus berlanjut hingga pemberlakuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang yang mendorong penerbitan uang NKRI pada 17 Agustus lalu.

Lalu, bagaimana dengan uang-uang lama yang pernah beredar? Umumnya, uang-uang lama tersebut diperjualbelikan secara eksklusif ke kolektor uang lama. Lembaran uang lama bisa dijual dengan harga sangat mahal karena nilai sejarahnya serta keunikan gambarnya.

pinjaman uang online cepat cair

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: