Jangan Salah Langkah Kenali 4 Ciri Investasi Bodong agar Tidak Tertipu!

Saat ini semua harga kebutuhan hidup semakin meningkat sehingga diperlukan berbagai macam cara untuk bisa bertahan di kerasnya perekonomian ini. Tabungan masa depan pun menjadi pilihan sebagai bekal untuk menghadapi hari tua maupun juga menjadi pilihan sebagai bekal untuk menghadapi hari tua maupun juga sebagai persiapan keperluan di masa depan nanti.

Jangan Salah Langkah Kenali 4 Ciri Investasi Bodong agar Tidak Tertipu!

Jangan Salah Langkah Kenali 4 Ciri Investasi Bodong agar Tidak Tertipu!

Memiliki Investasi jelas merupakan cara terbaik untuk menambah dana yang ditanamkan sehingga bisa berkembang dan menjadi berlipat meskipun membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Memilih investasi perlu dilakukan hati-hati dan bijak agar tidak terjebak investasi bodong. Karna sekarang marak penipuan berkedok investasi yang bisa menguras tabungan Rekan hingga ludes tak berjejak.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat setidaknya ada 406 perusahaan yang diduga melakukan investasi bodong dengan keuntungan bunga yang tak masuk akal. Bunga yang ditawarkan memang menggiurkan yaitu 5% per bulan atau 60% dalam setahun.

Baca Juga: Mengenal Peran Otoritas Jasa Keuangan untuk Fintech

Selain dalam bentuk uang segar, investasi bodong ini juga dapat dalam bentuk kegiatan keagamaan, maupun emas. Bukan hanya itu saja, para pelaku investasi ini juga biasanya merekrut tokoh agama atau tokoh masyarakat agar masyarakat tertarik dan akhirnya ikut bergabung. Saat ini OJK terus melakukan sosialisasi pada masyarakat agar tidak mempercayai perusahan investasi yang menawarkan bunga tinggi.

Sebenarnya Rekan bisa menghindari lubang jebakan investasi bodong ini dengan mencermati beberapa ciri investasi tersebut. Sebagai berikut :

Ketidakjelasan Badan Hukum yang Menaunginya

Investasi bodongSumber: riauaktual.com

Dalam melakukan investasi, Rekan harus berhati-hati meneliti terlebih dahulu secara rinci mengenai perusahaan lembaga keuangan tersebut. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyelidiki badan izin yang menaungi perusahaan tersebut. Sebuah lembaga keuangan haruslah memiliki badan hukum resmi dari pemerintah sekaligus mempunyai izin usaha yang lengkap untuk beredar di Indonesia sekaligus memberikan pelayanan mengenai keuangan dan investasi.

Jika dari segi perijinan saja sudah memiliki masalah, maka sebaiknya Rekan menarik diri dan memilih investasi lain meskipun perusahaan terkait memberikan penawaran yang sangat menggiurkan untuk Rekan. Rekan bisa mencari ijin resmi perusahaan melalui situs Bapepam dan BI yang menaungi lembaga keuangan.

Jika meragukan legalitas perusahaan yang menawarkan investasi, jangan mempercayakan uang Rekan pada mereka. rekan bisa memeriksakan legalitas izin perusahaan dengan menghubungi call center OJK di 1500655 atau email waspadainvestasi@ojk.go.id.

Baca Juga: Mengetahui 4 Cara Menghindari Investasi Bodong

Jenis Investasi Minim Risiko bahkan Tanpa Risiko

Investasi bodongSumber: KabarDunia.com

Prinsip investasi adalah high risk, high return. Namun seringkali para penipu yang berkedok investasi memberikan jaminan sangat tinggi pada para pelanggannya. Caranya adalah menawarkan hasil return yang tinggi bahkan mereka bisa memastikannya dengan presentase hasil return. Selain itu mereka juga akan menjelaskan bila produk investasi yang ditawarkan telah mendapatkan jaminan dari pemerintah.

Namun intinya disini adalah investasi bodong akan menawarkan hasil yang tidak rasional sama sekali bahkan tergolong fantastis demi mendapatkan keuntungan besar. Jika Rekan menemukan perusahaan yang mencurigakan seperti ini maka ada baiknya untuk menghubungi OJK.

Baca Juga: Ketahui 5 Bahaya Investasi Ini agar Dapat Terhindar dari Kerugian

Imbal Hasil Tinggi dalam Waktu Singkat

Investasi bodongSumber: premierinvestment.wordpress.com

Perusahaan yang terindikasi merupakan investasi bodong menawarkan imbal hasil yang sangat tinggi, bahkan ada yang menjanjikan keuntungan 5% per hari. Selain itu, OJK juga mendata ada perusahaan yang menawarkan bunga menggiurkan hingga 30% per bulan dan 60% per tahun.

Agar dapat terhindar dari jebakan penipuan, Rekan perlu membandingkan keuntungan investasi yang ditawarkan satu perusahaan dengan produk investasi legal lainnya. Misalnya saja, Rekan bisa mencari tahu yield tertinggi produk investasi saham, reksadana, atau produk deposito dan tabungan. Jika yield tertinggi investasi saham saja tidak lebih dari 30% setahun, maka sangat tidak mungkin perusahaan atau lembaga baru mempu memberikan keuntungan hingga 60% dalam setahun.

Baca Juga: Mengenal Efek Compounding dalam Investasi dan Cara Memanfaatkanya

Keuntungan dari Perekrutan

Investasi bodongSumber: idntimes.com

Ciri umum sekma pada investasi bodong adalah ketiadaan aset dasar yang jelas. Perusahaan hanya mengumpulkan anggota, meminta setoran dana, lalu meminta anggota lama merekrut peserta baru. Jika berhasil mengajak seseorang untuk ikut, maka anggota lama akan mendapatkan bonus. ORang baru yang membawa dana segar masuk ke dalam sistem sehingga perusahaan dapat membayar keuntungan yang dijanjikan pada anggota lama.

Slain itu, ada juga penipuan berkedok investasi yang menyertakan produk pada rangkaian usahanya. Namun, nilai produk yang didapat tidak sebanding dengan setoran uang keanggotaan peserta. Setelah itu, pelaku penipuan seakan tidak peduli pada hasil penjualan produk. Mereka hanya menekankan pada anggota agar terus melakukan perekrutan orang baru saja.

Baca Juga: 6 Investasi Terbaik yang Bisa Dilakukan pada Tahun 2019

Investasi memang salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi masa depan, namun jika Rekan ingin berinvestasi harus mau untuk berusaha memahami produk dan pengelolaan dana, dan bersiap menerima risiko gagal. Rekan harus tetap melakukan usaha untuk mendapatkan keuntungan dari investasi. Jangan terkecoh dengan janji-janji manis investasi bodong yang jauh dari kenyataan. Jika sampai terjebak, rencana Rekan untuk mendapatkan untung malah akan berakhir buntung. Tetap berhati-hati ya Rekan Bijak dan semoga artikel ini bermanfaat!

Investasi bodong

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: