6 Jenis Rekam Jejak Digital yang Dapat Mengancam Karier

Jejak digital adalah salah satu prasyarat seseorang untuk masuk ke dalam suatu institusi. Ketika seseorang sudah terekam jejak digital, pernah melakukan suatu hal yang kontroversial, hal itu akan membuat namanya tercoreng, dan berpotensi untuk mencoreng nama perusahaan. Oleh karena itu, bisa mengancam karier seseorang.

6 Jenis Rekam Jejak Digital yang Dapat Mengancam Karier

6 Jenis Rekam Jejak Digital yang Dapat Mengancam Karier

Jejak digital sekarang ini adalah salah satu hal yang sangat penting. Rekam jejak ini dapat tersimpan, bahkan mungkin saja tidak pernah bisa dihapuskan. Bahkan, hampir semua media sosial sudah pasti memiliki history untuk tiap akun milik media sosialnya. Itu berarti, segala perilaku yang ada sudah tercatat dan mungkin saja tidak dapat dihapus begitu saja. Hal inilah yang bisa dikatakan menjadi masalah bagi banyak orang, terutama generasi milenial, yang banyak diantaranya masih tidak stabil dalam perilakunya dan bisa saja menyalahgunakan media sosial, sehingga tidak bijaksana dalam menggunakannya.

Banyak jenis rekam jejak digital yang berbahaya, bahkan sangat berbahaya untuk masa depan, apalagi yang berbau tentang rasisme hingga hoax. Banyak jenis rekam jejak digital yang menentukan masa depan, dan sudah banyak contoh bahwa rekam digital sangatlah dipentingkan oleh banyak institusi. Jika rekam jejaknya buruk, maka makin sulit untuk orang itu bekerja. Lalu, apa saja jenis rekam jejak digital yang berbahaya untuk karier?

Menyebarkan Hoax

jejak digital

Ada banyak orang yang sangat menyukai berita-berita kontroversial, bahkan sekalipun jika sudah dikonfirmasi sebagai sebuah konten yang hoax dan tidak memiliki dasar yang jelas. Konten-konten hoax ini seringkali bertebaran, terutama saat tahun-tahun politik, konten hoax bertebaran seperti banyaknya ikan di laut. Konten-konten seperti ini, percaya tidak percaya, akan diperiksa oleh divisi human resources sebuah perusahaan.

Jika ditemukan suatu konten hoax oleh pihak divisi tersebut, tentunya akan menjadi sesuatu yang negatif di mata perusahaan, bahkan mungkin saja orang yang melamar tersebut di blacklist karena menjadi seseorang yang kurang cerdas dalam memilah konten-konten yang berdasarkan fakta dan berdasarkan opini atau pun tidak memiliki dasar yang jelas di media sosial.

Mencaci Maki Orang Lain

jejak digital

Mencaci maki orang lain, sehalus apapun kata-katanya, maka akan berdampak, dan mungkin saja negatif, apalagi jika berbicara tentang politik. Tidak sedikit di antara orang-orang yang sering mencaci maki, bahkan memakai kata-kata kasar hingga keluar segala macam hewan, dan kata-kata tersebut disebarluaskan di media sosial sehingga orang-orang pun membacanya, dan hal ini sangat berbahaya bagi keselamatan masa depan karier.

Mencaci maki orang lain, baik orang biasa, maupun pejabat tinggi negara hingga posisi presiden, adalah sebuah perbuatan yang sama sekali tidak bijaksana, ditambah lagi perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang tidak bertanggungjawab, dan juga perbuatan yang tidak menggambarkan kedewasaan seseorang.

Berkata Kasar di Media Sosial

jejak digital

Berkata kasar di media sosial adalah hal lain yang patut diwaspadai. Berkata kasar, baik itu ditujukan kepada seseorang, atau pun hanya sejenis umpatan untuk menunjukkan kekesalan, adalah perbuatan yang tidak baik dan tidak perlu khalayak umum untuk mengetahuinya. Ketika khalayak umum sudah melihat hal tersebut, pastinya tumbuh persepsi negatif terhadap orang tersebut.

Dari persepsi negatif tersebut, membuat orang-orang, yang mungkin telah melihat umpatan tersebut, cenderung urung untuk memasukkan orang yang mengumpat tersebut ke dalam institusinya, sehingga sudah di-blacklist, sehingga sudah tidak mungkin masuk ke institusinya.

Menyebarkan Konten yang Sembarangan

jejak digital

Penyebaran konten yang memang tidak layak untuk dipublikasikan ke khalayak umum adalah hal lain yang akan mengancam karier, seperti konten-konten yang tidak mendidik atau bahkan kurang ajar, hal itu akan membuat pihak perusahaan melihat bahwa seseorang merupakan orang yang kurang terdidik karena menyebarkan sebuah konten yang sudah tidak sepatutnya ada di media sosial.

Dengan begitu, penyebaran konten yang tidak layak, lebih baik untuk dikurangi atau tidak sama sekali dipublikasikan, dan lebih baik disebarkan secara privasi dengan chat dengan orang lain tanpa perlu khalayak umum melihatnya.

Mempublikasikan Sesuatu Tidak Pada Tempatnya

jejak digital

Mempublikasikan sesuatu yang tidak pada tempatnya juga merupakan hal buruk lainnya yang tidak boleh dilakukan. Memang, ada beberapa orang tidak sengaja dalam mempublikasikan sesuatu yang tidak pada tempatnya, namun masalahnya, ini berhubungan dengan etika pemakaian media sosial. Hal ini tentunya perlu dan patut dihindari.

Publikasi hal-hal seperti ini juga bisa membahayakan karier. Misalkan, seseorang bekerja pada suatu perusahaan, lalu ia tidak sengaja mempublikasikan konten yang tidak mendidik, dan dibaca oleh khalayak umum, khalayak umum bisa saja menilai negatif, dan membuat perusahaan tersebut ikut dilihat negatif, bisa saja perusahaan tersebut langsung memecat orang tersebut. Hal ini pernah terjadi pada admin Twitter dari Presiden Joko Widodo yang mempublikasikan sesuatu tidak pada tempatnya, hingga akhirnya ia dipecat.

Hate Speech terhadap Golongan Tertentu

jejak digital

Hate speech terhadap golongan tertentu ini termasuk pada hate speech apapun, termasuk ras, etnis, agama, gender hingga pilihan politik. Ketika seseorang melakukan hate speech terhadap suatu golongan, ia sudah terancam pada masa depannya, seperti kariernya. Belum lagi jika seseorang melaporkannya ke pihak berwajib dan terkena Undang Undang Informasi dan Teknologi Elektronik. Hal tersebut hanya akan membebani hidup orang tersebut.

Jika seseorang melakukan hate speech terhadap suatu golongan, apalagi terhadap mayoritas atau pun minoritas, hal itu akan membuat khalayak umum membaca dan berpotensi melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib. Jika sudah tertangkap, maka akan tercatat pada tindak kriminal kepolisian, sehingga akan sangat menyulitkan seseorang untuk masuk ke suatu institusi tertentu.

Nah, jadi Rekan Bijak, bijaksanalah dalam menggunakan media sosial. Kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial akan berpotensi untuk menghancurkan kamu, atau menguatkan posisi kamu. Itu semua tergantung dengan kamu dalam menggunakan media sosial!

jejak digital

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: