4 Kebiasaan Orang Tua yang Membuat Anak Menjadi Pribadi Boros

Dalam satu keluarga, terdiri dari orang tua dan anak, dimana orang tua memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan anak, mulai dari sikap, pola berpikir, hingga sifat. Untuk itu, menjadi orang tua merupakan tanggung jawab yang besar, karena, saat sudah menjadi orang tua, tidak bisa melakukan segala sesuatu dengan spontan, melainkan, harus dipikirkan dengan sangat baik.

4 Kebiasaan Orang Tua yang Membuat Anak Menjadi Pribadi Boros

4 Kebiasaan Orang Tua yang Membuat Anak Menjadi Pribadi Boros

Saat mendidik seorang anak, bukan hanya salah satu orang tua yang memiliki peran penting terhadap anak, tetapi kedua orang tua (ayah dan ibu) harus sejalan dalam mendidik seorang anak. Hal yang biasa ditiru oleh seorang anak yaitu kebiasaan orang tua mereka, dimana setiap kebiasaan atau sikap yang biasa dilakukan orang tua, akan dilihat hingga ditiru oleh anak mereka.

Kebiasaan orang tua yang pada akhirnya dapat ditiru oleh seorang anak, saat sikap yang biasa atau sering dilakukan oleh Rekan Bijak secara terus menerus atau rutin, dengan begitu, anak akan memperhatikan dengan jangka waktu yang lama, dan membuat anak berpikir untuk meniru atau mengikuti kebiasaan orang tua mereka.

Kebiasaan dari orang tua ada yang bersifat positif, dan ada juga yang bersifat negatif. Jika anak Rekan Bijak meniru kebiasaan yang bersifat positif dari Rekan Bijak, hal tersebut merupakan hal yang bagus, namun saat anak Rekan Bijak meniru kebiasaan yang bersifat negatif, maka, tidak akan baik. Ada berbagai macam kebiasaan negatif yang dapat ditiru atau diikuti anak yang dapat menjadikan anak menjadi pribadi yang boros. Lalu, apa saja kebiasaan dari orang tua yang membuat seorang anak menjadi pribadi yang boros?

Selalu Memanjakan Keinginan Anak

Kebiasaan

Sumber : aura.co.id

Kebiasaan buruk yang ada pada orang tua sehingga menjadikan anak menjadi pribadi yang boros adalah selalu memanjakan keinginan anak, dimana Rekan Bijak selalu membelikan sesuatu yang tidak penting untuk anak secara terus menerus atau tidak pernah menolak keinginan anak. Memiliki seorang anak merupakan hadiah dari Tuhan yang harus disyukuri, namun, saat memiliki anak, Rekan Bijak tidak harus selalu memanjakan anak. Tidak memanjakan anak bukan berarti menjadikan Rekan Bijak sebagai orang tua yang tidak sayang terhadap anak, melainkan, membuat anak menurut kepada Rekan Bijak.

Tidak memanjakan anak yang dimaksud adalah Rekan Bijak sebaiknya tidak selalu memenuhi segala sesuatu yang diinginkan oleh anak, seperti saat anak merengek ingin dibelikan sesuatu. Melihat anak menangis pasti akan menyentuh hati Rekan Bijak, karena, merasa tidak tega. Namun, ada kalanya Rekan Bijak harus tahan melihat anak menangis, terutama jika anak Rekan Bijak merengek ingin dibelikan sesuatu yang tidak penting atau memiliki harga yang terlampau mahal.

Tidak Pernah Mengajarkan atau Berdiskusi mengenai Keuangan

Kebiasaan

Sumber : liputan6.com

Kemudian kebiasaan buruk dari orang tua yang membuat anak menjadi pribadi yang boros yaitu tidak pernah mengajarkan atau berdiskusi dengan anak mengenai keuangan. Biasanya hal ini terjadi, karena, orang tua terlalu sibuk kepada pekerjaan. Tidak bisa dipungkiri, bahwa semua orang memerlukan pemasukan dari sejumlah uang yang dihasilkan untuk bertahan hidup, namun, terkadang hal ini membuat hampir kebanyakan orang tua lupa untuk mengajarkan atau berdiskusi kepada anak.

Tidak mengajarkan atau berdiskusi kepada anak mengenai keuangan, akan membuat anak Rekan Bijak berpikir atau bertindak sesuai dengan keinginan atau sesuka hati mereka saja. Sama halnya dengan ilalang, jika tidak dirawat dengan benar, maka, akan tumbuh sesuka hatinya saja. Untuk itu, sebaiknya Rekan Bijak mulailah untuk mengajarkan atau berdiskusi dengan anak mengenai keuangan, agar anak Rekan Bijak tidak tumbuh menjadi pribadi yang boros.

Meniru Gaya Hidup Orang Lain

Kebiasaan

Sumber : beritagar.id

Selanjutnya, kebiasaan orang tua yang menjadikan anak pribadi yang boros adalah meniru gaya hidup orang lain, dimana Rekan Bijak meniru gaya hidup orang lain yang terkadang tidak sesuai dengan kenyataan dari hidup Rekan Bijak sendiri. Gaya hidup setiap orang berbeda, Rekan Bijak tidak bisa memaksakan kehendak untuk meniru gaya hidup orang lain.

Misalkan, teman Rekan Bijak bisa membesarkan anak mereka menjadi pribadi yang hemat, padahal teman Rekan Bijak sibuk dengan pekerjaan dan menitipkan anak mereka dengan asisten rumah tangga. Melihat hal tersebut, membuat Rekan Bijak berpikir untuk mengikuti gaya hidup Rekan Bijak, dan merapkan gaya hidup teman Rekan Bijak kepada gaya hidup Rekan Bijak.

Padahal, suatu informasi yang Rekan Bijak lihat pada gaya hidup orang lain belum tentu benar-benar seperti yang dipikirkan atau yang dimaksud dengan Rekan Bijak. Dan dengan mengikuti gaya hidup teman Rekan Bijak yang sepertinya akan berdampak positif juga terhadap anak Rekan Bijak, namun, kenyataannya malah membuat anak Rekan Bijak menjadi pribadi yang boros.

Mempertahankan Gaya Hidup Konsumtif

Kebiasaan

Sumber : hidupgaya.co

Kebiasaan orang tua yang selanjutnya yaitu mempertahankan gaya hidup yang konsumtif. Memiliki sejumlah uang akan membuat Rekan Bijak menjadi pribadi yang konsumtif, ditambah lagi dengan berbagai kemudahaan untuk mendapatkan sesuatu barang yang diinginkan.

Biasanya gaya hidup yang konsumtif tidak hanya datang dengan hitungan bulan, melainkan dalam hitungan tahun, dimana kegiatan yang sudah dilakukan dengan rutin, dan gaya hidup konsumtif juga akan tetap bertahan pada Rekan Bijak saat sudah menikah, hingga saat Rekan Bijak sudah memiliki anak. Dengan mempertahankan gaya hidup yang konsumtif hingga Rekan Bijak memiliki anak, akan membuat anak melihat kebiasaan dari orang tua mereka, dan jika anak melihat dengan rutin, maka, akan ditiru oleh anak Rekan Bijak.

Nah, Rekan Bijak, sudah tahu kan ternyata kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan orang tua dapat membuat anak menjadi pribadi yang boros ya? Jika sudah, jangan lupa untuk mengurangi kebiasaan seperti artikel diatas ya!

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: