4 Kesalahan yang Dilakukan Anak Muda Dalam Pengelolaan Keuangan

Pengelolaan keuangan bersangkut paut dengan pengelolaan masa depan. Ketika pengelolaan keuangan itu baik, masa depan pun kemungkinan besar merupakan masa depan dengan keuangan yang baik, dan akan sangat membantu di masa depan. Begitu juga dengan sebaliknya. Namun, kebanyakan anak muda sekarang tidak mengelola keuangan dengan baik.

4 Kesalahan yang Dilakukan Anak Muda Dalam Pengelolaan Keuangan

4 Kesalahan yang Dilakukan Anak Muda Dalam Pengelolaan Keuangan

Pengelolaan Keuangan seringkali dilakukan secara salah dan cenderung asal. Mengapa? Karena banyak orang yang tidak sadar akan pentingnya mengelola keuangan secara benar, agar mempunyai keuangan yang baik di Masa depan. Sangatlah penting untuk menyadari akan pengelolaan keuangan secara benar.

Pengelolaan Keuangan ini seringkali tidak terlalu dipentingkan oleh orang-orang muda, khususnya orang-orang dari generasi Milenial, yang cenderung berfokus kepada mengikuti perkembangan zaman dan berusaha untuk tetap terlihat gaul agar dihormati oleh teman-temannya dan tidak dilabel sebagai orang yang ketinggalan zaman. Maka dari itu, orang-orang muda masih sering mengeluarkan uang untuk hal-hal yang cenderung tidak terlalu berguna, malah membeli sesuatu yang tidak terlalu penting.

Lalu Rekan Bijak, kira-kira apa saja kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang muda dalam keuangan? Inilah 4 ‘Dosa’ besar yang dilakukan oleh para kaum muda, khususnya generasi Milenial, dalam pengelolaan keuangan. Simak!

Tak Ada Tabungan

Pengelolaan Keuangan

Sumber : Wajibbaca.com

Dalam Pengelolaan Keuangan, anak-anak muda cenderung tidak mempunyai tabungan. Dilansir Jawapos, bahkan 60 persen dari gaji anak-anak muda khususnya generasi Milenial, dipakai untuk bersenang-senang atau pun untuk berhura-hura, dan sangatlah berbeda dengan generasi sebelumnya, yang cenderung memilih untuk menabung dan menyimpan uang untuk masa depan.

Kehidupan Konsumerisme yang dilakukan oleh anak-anak muda ini akhirnya membuat keuangan anak-anak muda ini sering dilanda urgensi dan kesulitan menabung, karena uangnya sudah habis terlebih dahulu untuk hal-hal yang tidak begitu penting. Bahkan, kemungkinan anak-anak muda ini tidak akan mempunyai rumah, melainkan hanya akan menyewa rumah atau apartemen akibat ketiadaan uang untuk membayar itu semua.

Padahal, mereka tidak juga perlu menabung. Mereka juga bisa memilih untuk berinvestasi yang sifatnya jangka panjang yang cenderung tidak berisiko dan bahkan untung. Namun, mereka kesulitan untuk menyisihkan uang untuk hal-hal seperti ini.

Hanya Ingin Cepat dan Efisien

pengelolaan keuangan

Sumber : Ciksukataip.blogspot.com

Anak-anak muda zaman sekarang, umumnya cenderung berani mengeluarkan uang untuk efisiensi, karena mereka tidak ingin bersabar dan ingin langsung jadi. Bahkan cenderung membuang uang. Bagaimana bisa? Umumnya, mereka lebih memilih membeli makanan diluar, dibandingkan membuat makanan sendiri sebagai bekal di Kantor, Universitas atau pun di Sekolah, padahal membuat bekal sendiri biasanya lebih murah dan juga lebih sehat, karena yang membuatnya ialah diri sendiri.

Kebiasaan ini merupakan kebiasaan yang sebenarnya sederhana, namun berdampak cukup besar dalam pengelolaan keuangan. Anggaplah untuk sehari anak muda mengeluarkan uang sebesar 25 Ribu Rupiah untuk makan siang, dan itu dilakukan tiap hari, termasuk Sabtu dan Minggu karena mereka juga pastinya akan bepergian. Dalam sebulan akan kehilangan 750 Ribu Rupiah, belum termasuk belanja, minum kopi di Starbucks, dan lain-lain.

Tidak Ada Pembuatan Laporan Keuangan Bulanan

Pengelolaan Keuangan

Sumber : Bisnisukm.com

Pembuatan Laporan Keuangan mungkin terlihat simpel dan mudah dibuat, namun dari hal-hal simpel inilah yang membuat Anak-anak muda lebih mudah mengontrol keuangannya. Dengan adanya pembuatan Laporan keuangan akan memunculkan “rasa takut” dalam mengontrol keuangan, yang akan membuat anak-anak muda lebih perhatian dalam mengeluarkan uang.

Yang menjadi masalah, Anak-anak muda masih jarang yang mau membuat laporan keuangan, dengan dalih malas. Yang jadi masalah, hal ini membuat anak-anak muda tidak mempunyai pengendalian diri dalam mengeluarkan uang, dan hal ini justru menjadi bumerang buat mereka.

Penggunaan Kartu Kredit

Pengelolaan keuangan

Sumber : Kompasiana.com

Penggunaan Kartu Kredit secara berlebihan juga mengganggu pengelolaan keuangan anak muda. Bahkan sangat mengganggu, karena mereka harus mencicil uang yang mereka telah pakai, baik dalam membeli makanan, minuman atau produk-produk yang mereka anggap memanjakan mata. Hal inilah yang membuat sulitnya pengelolaan keuangan oleh orang-orang muda.

Ditambah lagi penggunaan kartu kredit dengan cicilan hanya akan menambah bunga dan hal itu akan mempersulit banyak hal dalam mengelola uang. Hal inilah yang membuat orang-orang muda sulit mengontrol keuangan dan lebih sering mengeluarkan uang, karena segala kemudahan yang ditawarkan.

Nah, jika Rekan Bijak mengalami ini semua, kalian harus segera berubah! Atau Rekan Bijak malah akan mengalami kesulitan ke depannya, dan hal itu merupakan hal yang buruk. Rekan Bijak harus mulai menabung, membuat laporan keuangan, mulai mencoba berhemat dan juga menekan penggunaan kartu kredit.

pengelolaan keuangan

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: