Kolaborasi Fintech dan Bank dalam Mendukung Inklusi Keuangan di Indonesia

Meski terdengar kurang familiar, tanpa disadari hampir semua dari rekan merupakan bagia dari keberadaan inklusi keuangan itu sendiri. Inklusi keuangan pada dasarnya mengacu pada jumlah orang yang menjadi nasabah atau pengguna jasa keuangan.

Kolaborasi Fintech dan Bank dalam Mendukung Inklusi Keuangan di Indonesia

Kolaborasi Fintech dan Bank dalam Mendukung Inklusi Keuangan di Indonesia

Sejak Januari 2016, industri Fintech atau financial technology, khususnya peer-to-peer (P2P) Lending mengalami kemajuan pesat di Indonesia dan mulai dikenal oleh masyarakat. Keberadaan Fintech yang masih tergolong baru, membuat semua lapisan masyarakat belum mengenal baik industri ini. Karena hal tersebutlah muncul berbagai persepsi mengenai industri ini di Indonesia.

Baca Juga: Sejarah dan Perkembangan FinTech di Indonesia

Salah satu persepsi yang muncul adalah bahwa industri ini akan mengancam keberadaan institusi keuangan konvensional seperti bank. Persepsi ini timbul akibat kekhawatiran bahwa bank akan terdisrupsi oleh Fintech, seperti halnya taksi konvensional terdisrupsi oleh taksi online. Padahal pada kenyataanya, Fintech dan Bank sampai sekarang melayani target pasar yang berbeda. Pengguna Fintech pun masih bergantung pada layanan perbankan.

Baca Juga: Melihat Sejarah dan Peran Perbankan di Indonesia

Fintechsumber : rmoljabar.com

Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, saat ini sudah lebih dari 176 Fintech yang terdaftar. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah, karena adanya kebutuhan dari masyarakat sendiri. Selain itu masih banyak lapisan masyarakat yang tidak terjangkau bank namun dapat terjangkau oleh industri financial technology ini. BI dan OJK sepakat bahwa Fintech dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia yang sekarang masih rendah.

Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Inklusi Keuangan

Pada tahun 2015 dari 250 juta orang Indonesia, hanya 60 juta saja yang memiliki rekning bank. Dari data ini dapat dilihat bagaimana tingkat inklusi keuangan di Indonesia. Di sisi lain menurut data OJK, terdapat kebutuhan kredit nasional sebesar Rp 1.700 triliun per tahun bagi UMKM Indonesia. Sementara lembaga keuangan yang ada hanya dapat memenuhi Rp 700 triliun dari kebutuhan tersebut, sehingga ada kekurangan pendanaan sebesar Rp 1.000 triliun bagi UMKM Indonesia setiap tahun.

Karena itu BI dan OJK mengarahkan perbankan dan financial technology untuk berkolaborasi demi meningkatkan inklusi keluangan. Kedua industri keuangan ini perlu bersaing secara sehat sehingga tidak menimbulkan gangguan pada sistem keuangan. Namun bagaimana seharusnya kolaborasi tersebut agar mampu meningkatkan inklusi keuangan?

Baca Juga: 5 Peran Perusahaan Fintech terhadap Inklusi Keuangan

Fintechsumber : finance.detik.com

Keberadaan financial technology ini, secara tidak langsung justru mnguntungkan bagi pihak bank. Dari studi kasus di Tiongkok, laporan Oliver Wyman menunjukan bahwa industru P2P Lending dan perbankan berkembang bersama. Di antara tahun 2011 dan 2015 saat industri ini brkembang pesat di Tiongkok, kredit bank di sana pun tumbuh 2 kali lipat di saat yang sama. Hal ini terjadi karena semakin banyak nasabah P2P Lending yang lulus dari tahap creditworthy ke tahap bankworthy.

Sederhananya, P2P Lending justru berperan sebagai perpanjangan tangan dari bank, untuk menguji tingkat creditworthy dari masyarakat yang belum bankable. Jadi kedua industri ini saling melengkapi bila berkolaborasi, model bisnis P2P Lending membuka layanan bagi segmen yang berbeda dengan segmen perbankan.

Baca Juga: 5 Keunggulan Melakukan Pinjaman di Fintech P2P Lending

Semakin banyak segmen masyarakat yang memiliki akses ke layanan keuangan, maka insklusi keuangan dan ekonomi makro akan menjadi lebih sehat. Kerjasama antara Fintech dan perbankan dapat diumpamakan seperti kerjasama antara korporasi dengan startup.

Nah, itu adalah manfaat dari Fintech dan Bank dalam membantu inklusi keuangan di Indonesia. Semoga semakin banyak kolaborasi yang dapat dilakukan dua industri tersebut agar inklusi keuangan di Indonesia semakin meningkat. Dan semoga artikel ini bermanfaat ya rekan bijak!

Baca Juga: Mengenal 6 Potensi dan Manfaat Program Inklusi Keuangan di Indonesia

Fintech

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: