Lakukan 2 Cara Ini untuk Menghadapi Ancaman Bom

Teror bom yang mengancam akhir-akhir ini menjadi momok tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Simak dalam artikel ini cara bertahan agar tetap tenang dan tidak panik saat bahaya teror menghampiri!

Lakukan 2 Cara Ini untuk Menghadapi Ancaman Bom

Jangan Panik! Lakukan 2 Cara Ini untuk Menghadapi Ancaman Bom

Maraknya kasus ledakan dan ancaman bom di sejumlah kota di Indonesia beberapa pekan terakhir ini, tak dapat dipungkiri, meninggalkan rasa trauma dan khawatir yang cukup tinggi. Diawali dengan tragedi ledakan bom di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Surabaya pada Minggu, 13 Mei 2018, selanjutnya ledakan terjadi di Gereja Kristen Indonesia Diponegoro. Belum berhenti sampai di situ, ledakan lain menyusul di Gereja Pantekosta Jalan Arjuna.

Detasemen Khusus 88 Antiteror telah berhasil menangkap 4 terduga pelaku teroris terkait dengan rangkaian peristiwa di Surabaya dan Sidoarjo. Diketahui, para terduga pelaku teroris ditangkap di tiga tempat yang berbeda di Jawa Timur.

Dari beberapa ancaman ledakan bom dan serangkaian kejadian lain, seperti Bom Bali, Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Bom Mobil di depan Kedutaan Besar Australia, dan terakhir tragedi Surabaya ini, dapat disimpulkan bahwa target serangan teroris, antara lain :

1. Tempat yang biasa dikunjungi warga ekspatriat (orang asing)

2. Lembaga asing (terutama Amerika, Australia, dan Eropa)

3. Badan usaha yang memiliki citra luar negeri (hotel, gerai fast food, cafe)

4. Lembaga atau badan usaha yang dianggap simbol luar negeri atau negara kapitalis (bank, mall, dll)

5. Pos Polisi

6. Lembaga Pemerintah

Faktanya, memang ledakan bom terjadi di saat yang tidak terduga dan sulit diprediksi. Meski demikian, kita perlu selalu bersikap hati-hati dan waspada, namun sebisa mungkin diharapkan untuk tetap tenang. Hindari rasa panik saat berada di sekitar lokasi ledakan bom atau di tempat keramaian di tengah ancaman bom.

ancaman bom

Biasanya, pelaku teror mengincar tempat-tempat yang banyak didatangi orang asing atau lembaga asing sebagai target ledakan bom.

Bom adalah alat yang dapat menghasilkan ledakan dan energi secara besar dan cepat. Saat meledak, bom mengakibatkan tekanan udara yang sangat besar dan akan terjadi pergerakan fragmen-fragmen di dalamnya (bisa berupa paku, baut, atau benda metal lainnya) maupun pecahan benda-benda di sekitarnya. Inilah yang menyebabkan kerusakan serta kehancuran.

Berikut Danabijak akan memberikan tips sederhana yang perlu dilakukan agar kita bisa tetap tenang dalam menghadapi ancaman bom.

SAAT TERJADI LEDAKAN DI LOKASI SEKITAR

Di tengah maraknya ancaman dan serangan bom, sikap waspada penting dimiliki. Persiapkan diri jika suatu saat harus menghadapi ledakan bom dengan cara-cara berikut :

1. Berlindung di bawah perabot atau furnitur yang kuat dan stabil. Jika memungkinkan, tinggalkan ruang gedung.

2. Sebisa mungkin jauhi jendela.

3. Hindari menyalakan korek api.

4. Jauhi lokasi dengan tanda bahaya dan pergilah ke lokasi yang lebih aman.

5. Hindari penggunaan lift, gunakan tangga darurat.

6. Biarkan jendela dan pintu terbuka dan jangan mematikan atau menghidupkan lampu.

7. Tetap dalam posisi menunduk ketika ada kepulan asap.

8. Jangan berhenti untuk menelepon atau menerima telepon pribadi.

9. Waspada jika terjadi kebakaran atau bahaya lain yang bisa saja muncul.

10. Jika terjebak dalam puing-puing bangunan, sebaiknya gunakan senter, peluit, atau ketuk pipa yang dapat menimbulkan bunyi-bunyi guna memberi sinyal lokasi keberadaan kita.

11. Hindari berteriak karena bisa membuat kita justru lebih banyak menghirup debu berbahaya.

12. Tutup hidung dan mulut agar tak banyak menghirup bahan dan asap berbahaya.

SAAT MENDAPAT ANCAMAN TEROR BOM MELALUI TELEPON

Berbeda dengan ancaman langsung yang terjadi di lokasi sekitar, berikut cara menghindari kepanikan saat menerima ancaman bom melalui sambungan telepon :

ancaman bom

Selalu bersikap tenang dan tidak panik saat mendapat ancaman teror bom melalui telepon.

1. Bersikap tetap tenang dan jaga suara agar tetap terlihat tenang.

2. Pastikan detail bom yang disebutkan penelepon dan coba cari informasi sebanyak mungkin.

3. Berikan perhatian lebih dari penelepon gelap tersebut terkait kapan bom akan meledak, lokasi bom diletakkan, jenis bom, apakah orang yang menelepon adalah pelakunya, siapa yang menjadi targetnya, mengapa melakukan teror, dan lain sebagainya.

4. Berikan pengamatan lebih pada aksen, logat, intonasi penelepon, tingkat emosionalnya, latar belakang suara, perkiraan usia, dan jenis kelamin.

5. Catat informasi lain terkait tanggal dan jam telepon ancaman bom.

6. Terakhir adalah laporkan pada petugas keamanan, manajemen gedung, dan polisi.

pinjaman uang online cepat cair

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: