6 Manfaat dari Mengumpulkan Uang Receh yang Seringkali Diabaikan

Banyak orang yang tidak mengetahui kegunaan uang receh, karena nilainya yang seringkali dipandang sebelah mata. Padahal, nilai uang tersebut jika dikumpulkan, bisa jadi sangat berguna dan bahkan bisa sangat membantu, apalagi jika sudah menjadi sebuah barang antik dan dicari oleh para kolektor uang.

6 Manfaat dari Mengumpulkan Uang Receh yang Seringkali Diabaikan

6 Manfaat dari Mengumpulkan Uang Receh yang Seringkali Diabaikan

Banyak yang selalu menganggap bahwa uang receh tidak berguna sehingga seringkali dibuang, karena uang tersebut dianggap tidak ada nilai. Ya memang, sekarang ini, uang Rp 100,-, Rp 500,- bahkan Rp 1.000,- pun dianggap sudah tidak ada harganya, karena memang, uang dengan nilai sebesar itu sudah tidak bisa beli apa-apa. Tetapi, selalulah ingat, bahwa ada pepatah mengatakan, “Rp 1 miliar tidak akan menjadi Rp 1 miliar jika Rp 1.000,- nya hilang.” Hal ini untuk mengingatkan kita bahwa uang sekecil apapun itu penting.

Uang receh adalah uang yang sebenarnya penting. Mengapa? Karena ada banyak kegunaan dari uang receh tersebut. Uang macam ini memang seringkali dianggap sebagai “penghias” dompet. Padahal, ada beberapa fungsi dari menabung uang receh. Apa sajakah manfaat dari tabungan tersebut?

Bisa Memberi Uang Tersebut Pada yang Membutuhkan

uang receh

Memberi uang receh pada yang membutuhkan adalah hal yang paling penting ketika mengumpulkan recehan. Pada kenyataannya, di dunia ini masih banyak orang yang menghargai recehan sekalipun. Mengapa? Karena kita tidak berada dalam posisi mereka. Banyak orang yang menghargai recehan karena jika uang tersebut dikumpulkan, mungkin saja mereka bisa membeli makanan dan menyambung terus hidup mereka.

Oleh karena itu, kamu harus tetap mengumpulkan recehan, sekalipun kamu merasa tidak membutuhkannya sama sekali. Dan juga, kamu bisa sekaligus beramal terhadap orang-orang yang membutuhkan, sekaligus menumbuhkan rasa kasihan terhadap orang-orang yang membutuhkan sehingga kamu akan lebih menghargai uang.

Membeli Barang-Barang Tertentu, dengan Catatan Bersabar

uang receh

Banyak orang membeli barang-barang dengan menabung uang-uang yang nilainya besar. Namun, ada juga orang yang membeli barang-barang dengan uang receh. Pada kenyataannya, seorang remaja asal magelang bisa membeli sebuah seragam sekolah dengan recehan, pasangan suami istri asal Semarang naik haji dengan tabungan recehan, dan ada yang mengumpulkannya untuk membayar kontrakan dengan uang recehan.

Memang, terkadang kita berpikir bahwa uang koin tidak ada artinya. Namun bayangkan, jika satu hari kamu mengumpulkan uang Rp 2.000,-, dan kamu lakukan hal ini untuk waktu setahun. Dengan asumsi bahwa satu tahun 365 hari, kamu sudah bisa mengumpulkan uang sebanyak Rp 720.000,-! Tentunya butuh kesabaran, namun bukan berarti tidak bisa!

Bisa untuk Membeli Barang Kebutuhan Sehari-hari

uang receh

Membeli barang-barang yang untuk kebutuhan sehari-hari bisa dilakukan dengan mengumpulkan uang receh. Banyak barang-barang kebutuhan sehari-hari yang dibeli dengan memakai uang-uang yang nilainya cukup besar, padahal sebenarnya bisa saja dibeli dengan kumpulan uang-uang receh. Barang-barang seperti shampoo, sabun hingga wax sekalipun bisa saja dibeli dengan sekedar kumpulan uang receh.

Dengan kumpulan recehan tersebut, jika kamu berhasil mengumpulkan Rp 1.000,- dalam sehari, dalam 18 hari saja kamu bisa mendapatkan satu botol shampoo. Ditambah lagi, jika kamu bepergian seminggu sekali dengan mobil pergi ke mall, dan kamu sehari menabung Rp 2.000,-, dalam waktu 6 hari sudah terkumpul Rp 12.000,-, yang lumayan cukup untuk bayar parkir mobil.

Untuk Pedagang, Bisa Jadi Kembalian yang Baik

uang receh

Pedagang yang baik pasti punya kembalian, terutama yang menjual makanan-makanan atau barang dengan harga murah lainnya. Seorang pedagang yang baik pastinya punya uang kembalian yang pas, dan oleh karena itu pedagang membutuhkan uang receh yang banyak, agar bisa mengembalikan uang dengan pas, dan tidak memakai kembalian sejenis permen atau hadiah kembalian lainnya.

Pedagang yang buruk tidak akan mempunyai uang kembalian yang pas. Jadi jika kamu ingin menjadi seorang pedagang yang baik, lebih baik kamu mempunyai uang kembalian yang pas, Rekan Bijak!

Uang yang Berguna Saat di Pasar Swalayan

uang receh

Uang ini akan sangat berguna ketika kamu pergi ke pasar-pasar swalayan. Tidak sedikit pasar swalayan yang menetapkan harga sebuah barang dengan harga yang dapat dikatakan “nanggung” yang berarti harganya seperti ditetapkan dengan setengah-setengah. Kembaliannya pun juga setengah-setengah, sehingga kembaliannya bisa berupa uang-uang receh.

Ketika kamu pergi ke pasar swalayan, kamu dapat membayar dengan tambahan uang receh agar tidak perlu lagi membayar dengan uang yang besar, namun kembaliannya seperti setengah-setengah. Jadi tiap kali pergi ke pasar swalayan, jangan lupa membawa recehan, Rekan Bijak!

Bisa Menjadi Barang Antik

uang receh

Percaya atau tidak, uang receh seperti koin dapat menjadi sesuatu yang langka di masa depan, walaupun waktunya bisa lama. Namun untuk para kolektor uang, uang seperti ini memiliki nilai yang cukup tinggi dan tidak boleh dibuang begitu saja. Ada banyak hal yang membuat uang itu mahal, mulai dari bahannya, tahun pembuatan hingga tingkat kelangkaannya. Makin langka, harganya makin tinggi.

Banyak recehan yang dianggap tidak berguna, padahal di masa depan sangatlah penting. Uang receh koin Rp 1.000,- pun sekarang mulai tidak diketahui keberadaannya di Indonesia. Jika sudah benar-benar langka, kolektor uang pun makin banyak yang tertarik. Lama kelamaan pun uang koin dapat menjadi suatu investasi berharga.

Nah Rekan Bijak, jangan menganggap remeh uang receh ya! Uang seperti ini mungkin menurut kamu tidak berguna, namun jika dikumpulkan, dapat menjadi sesuatu yang berguna, loh!

uang receh

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: