Mari Mengenal Cashless Society Tren Baru di Masyarakat Indonesia

Dalam perkembangan dunia yang terus bergerak pesat, banyak bermunculan konsep baru dari berbagai disiplin ilmu. Tidak sedikit dari konsep tersebut menghasilkan praktik atau kebiasaan baru yang berbeda dai biasanya. Salah satu kebiasaan yang muncul dari perkembangan jaman adalah cashless society.

Mari Mengenal Cashless Society Tren Baru di Masyarakat Indonesia

Mari Mengenal Cashless Society Tren Baru di Masyarakat Indonesia

Banyak studi yang telah mendiskusikan hakikat dan praktik cashless society dalam kehidupan masyarakat. Di satu sisi, hal ini dipandang sebagai media alternatif selain uang tunai yang dipergunakan dalam transaksi perdagangan. Dalam hal ini perpindahan atau pertukaran uang tunai antar pihak yang melakukan transaksi digantikan melalui sistem elektronik, seperti electronic payment (e-payment), kartu kredit, serta model pembayaran online lainnya.

Baca Juga: 4 Keuntungan Transaksi Menggunakan QR Payment

Sementara di sisi yang lain, cashless society dilihat sebagai struktur/bangunan baru masyarakat atau komunitas yang tidak lagi dalam lembaran kertas atau koin. Namun demikian pengertian cashless bukan berarti ketiadaan uang sebagai media transaksi. Secara sederhana bisa dikatakan berupa cara pandang baru masyarakat dalam menilai hakikat uang terkait penggunaanya dalam transaksi. Dalam hal ini, uang dilihat sebagai sebuah sarana dan bukan merupakan entitas fisik semata.

Cashless Societysumber : yoannafayza.com

Munculnya konsep ini juga didasari oleh fakta yang mengungkapkan jika penggunaan uang tunai secara fisik dalam transaksi membutuhkan biaya-biaya yang tidak sedikit, terutama dalam kaitannya dengan penerbitan uang fisik, perputaran dan distribusi, serta perawatan dan penggantian uang yang rusak/usang. Beberapa studi bahkan memperkirakan bahwa ongkos yang harus dikeluarkan untuk hal tersebut bisa mencapai hingga 1,5% dari total Gross Domestic Product (GDP) negara yang bersangkutan.

Tercatat beberapa negara sudah secara luas menerapkan sistem cashless dalam transaksi perdagangan dan perekonomian serta kegiatan pelayanan publik, antara lain Singapura, Swedia, Belgia, Kanada dan Amerika Serikat. Di Swedia misalnya, studi University of California tahun 2006 yang menyatakan bahwa pembayaran atas transaksi yang menggunakan uang tunai tidak lebih dari 10% dari total pembayaran yang terjadi di negara tersebut.

Baca Juga: Transaksi? Lebih Baik Tunai, Debit, atau Kredit? Yuk, Cermati Kekurangan dan Kelebihannya!

Cashless Societysumber : tribunnews.com

Di Indonesia sendiri, pada tahun 2009 pihak Bank Indonesia mengeluarkan perturan terkait uang elektronik, selang lima tahun kemudian yakni pada 2014, Bank Indonesia mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Pencanangan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pelaku bisnis dan juga lembaga pemerintah untuk menggunakan sarana pembayaran non tunai. Gerakan ini bisa rekan rasakan dari kebijakan implementasi pembayaran bus Transjakarta, KRL dan juga pembayaran jalan tol.

Dilihat dari kacamata ekonomi digital, memasuki kuarter keempat di tahun 2017, wacana pembayaran non tunai di Indonesia terus bergerak cepat. Kali ini pemerintah membuat sebuah keputusan dengan memberlakukan pembayaran non tunai di semua pintu tol di seluruh Indonesia. Keputusan ini bukan rencana mendadaj, melainkan rencana pemerintah untuk mencapai Masyarakat Digital di tahun 2020 melalui program “Go Digital Vision 2020″.

Baca Juga: 6 Kegunaan Uang Elektronik

Cashless Societysumber : strategimanajemen.net

Cashless Society sendiri memiliki keuntungan yaitu dari sisi keamanan dan kepraktisan, membawa uang tunai cenderung lebih banyak dan memakan tempat dibanding membawa alat pembayaran non tunai yang biasanya berbentuk kartu atau lainnya. Dari sisi keamanan membawa pembayaran non tunai relatif lebih aman dan praktis saat bertransaksi.

Selain itu, cashless juga menekan biaya pengelolaan uang rupiah. Penggunaan instrumen nontunai akan menekan ongkos pencetakan uang tunai. Penggunaan alat pembayaran non tunai juga akan meningkatkan sirkulasi uang dalam perekonomian, mempercepat perputaran uang di masyarakat.

Uang elektronik yang beredar di Indonesia juga beragam, salah satunya yang berbasis kartu seperti e-money, kartu Flazz BCA, BNI Tapcash. Dan juga ada uang elektronik berteknologi NFC (Near Field Communication), QR Code, maupun aplikasi.

Baca Juga: Yuk, Kenali 3 Dampak Negatif dan 3 Dampak Positif dari Cashless Society!

Jadi, gimana rekan? sudahkah rekan menjadi bagian dari cashless society atau tetap setia dengan transaksi tunai? apapun itu tetap harus disikapi dengan bijak dan semoga artikel ini bermanfaat ya rekan bijak!

Cashless Society

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: