Macam-Macam Masalah Keuangan yang Muncul Pasca Pernikahan

Pernikahan mungkin adalah hal yang indah untuk banyak orang, namun pernikahan juga bisa jadi adanya bertambah masalah, yakni masalah keuangan. Tidak sedikit orang yang setelah berkeluarga, malah terkena masalah keuangan dan membuat pernikahan yang seharusnya suatu hal yang indah, malah menjadi bumerang.

Macam-Macam Masalah Keuangan yang Muncul Pasca Pernikahan

Macam-Macam Masalah Keuangan yang Muncul Pasca Menikah

Pernikahan bisa dikatakan pada umumnya adalah tujuan seseorang hidup. Seseorang hidup, lalu menikah, berkeluarga, mempunyai anak, lalu cucu dan baru meninggal. Itulah impian banyak orang, terlebih lagi untuk wanita-wanita yang sangat menyukai sinetron orang-orang yang baru menikah. Apakah impian itu salah? Tidak. Namun apa yang salah? Adalah sebuah kesalahan jika berpikir bahwa sebuah pernikahan akan memberikan banyak rasa kebahagian, jika tidak melakukan apapun. Padahal, kenyataannya pun berbanding terbalik.

Tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa mereka menikah di waktu yang sama sekali tidak tepat, atau dalam kata lain, telah menjalani pernikahan di usia yang relatif muda dan tidak mempunyai pekerjaan dengan pendapatan yang belum sama sekali jelas. Hal itu hanya akan membuat sebuah pernikahan pun sangat gelap. Tentunya, dalam suatu pernikahan, ada satu hal yang menjadi salah satu faktor yang membuat pernikahan itu menjadi bertahan atau tidak, yakni faktor keuangan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa faktor keuangan merupakan salah satu faktor paling penting ketika sudah menikah. Sederhananya, tanpa uang, tak ada makanan. Tanpa uang, tak ada gaya hidup. Ketika menikah, masalah keuangan pun juga menjangkiti, dan masalahnya pun macam-macam. Apa saja masalahnya?

Masalah Perbedaan Pendapatan

pernikahan

Sumber : My.theasianparent.com

Ini sebenarnya masalah yang sederhana, namun merupakan masalah yang besar ketika sudah menikah. Sudah tertancap dalam pikiran bahwa laki-laki, atau pihak suami, yang sudah lazimnya untuk mencari uang untuk keluarga, dan pastinya juga keluarga pun membutuhkan uang dari sang kepala keluarga. Namun adanya perbedaan pendapatan, apalagi jika pendapatan sang istri lebih tinggi daripada sang suami, hal itu justru akan membuat dominasi suami lebih runtuh sehingga sang suami lebih didominasi perihal keuangan.

Bahkan, perselingkuhan pun bisa terjadi ketika suami merasa pendapatannya lebih rendah dibandingkan pendapatan sang istri. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena ketika pendapatan lebih rendah, suami merasa lebih tidak dihargai. Dengan rasa tidak dihargai, rasa tidak betah pun muncul sehingga mencari yang lain agar bisa lebih dihormati.

Masalah Dana untuk Anak dan Keluarga

Pernikahan

Masalah dana untuk anak merupakan masalah lainnya, terutama masalah dana pendidikan. Pengalokasian dana pendidikan bisa dikatakan salah satu masalah yang seringkali membuat suami istri pun bertengkar. Masalah dana adalah masalah utama. Masalah dana pendidikan, masalah makanan dan minuman yang diberikan, hingga masalah gaya hidup dengan dana yang terbatas adalah masalah yang sering terjadi.

Masalah keuangan pasca pernikahan inilah yang sudah seharusnya dihindari, dan sebisa mungkin, sebelum menikah sudah mempunyai dana, modal hingga keuangan yang bisa dikatakan cukup, atau kalau bisa pun harus jauh lebih dari cukup sehingga tidak ada masalah keuangan ketika sudah berkeluarga nanti, karena sudah mempunyai rencana-rencana tertentu.

Masalah Utang

pernikahan

Sumber : EvanMarcKatz.com

Masalah utang pun juga merupakan masalah keuangan lainnya pasca pernikahan. Masalah utang pun dari yang paling sederhana sampai yang kompleks. Bisa dikatakan, bahwa banyak suami istri yang sudah berkeluarga, tak akan luput dari masalah utang, mulai dari masalah utang bank hingga masalah utang kepada kerabat terdekat. Hal ini merupakan hal normal, namun tidak normal jika masalahnya merupakan masalah besar.

Apalagi jika sang suami ternyata tidak mampu melunasi utang yang ada, tentunya akan berpengaruh ke segala sudut kehidupan yang ada di dalam rumah tersebut. Utang-utang tersebut bisa membuat keluarga tersebut sampai harus menjual rumah atau mobil demi menutup utang. Jika sudah sampai disitu, bukanlah hal yang mengagetkan jika pernikahan tersebut sudah berada di ujung tanduk.

Membandingkan Pendapatan dengan Pendapatan Tetangga Lain

pernikahan

Sumber : 2sao.vn

Di suatu hari libur yang cerah, disaat istri sedang memasak, sang suami sedang minum kopi, tiba-tiba sang istri berkata, “Pah, Yani pah tadi ngomong, kalo suaminya si Bambang penghasilannya Rp 100 juta sebulan!” Padahal sang suami bergaji Rp 50 juta yang notabene di atas rata-rata gaji orang Indonesia. Memang, sifat tidak bersyukurnya manusia tidak akan ada habisnya. Ketika sudah ada perbandingan tersebut, wajar jika sang suami bisa sakit hati dan malah menimbulkan masalah pertengkaran yang lebih baru.

Tidak mengagetkan jika seseorang dibanding-bandingkan, apalagi jika dibandingkan dengan orang-orang terdekat, ia akan menjadi sangat marah. Apalagi jika membandingkan masalah keuangan, yang sebenarnya masalah krusial pasca pernikahan. Tentunya sang kepala keluarga sebagai pencari pendapatan utama pastinya akan marah.

Ketidakterbukaan Masalah Keuangan

pernikahan

Sumber : Sgmoneymatters.com

Ketidakterbukaan masalah keuangan ini biasanya menjangkiti para pebisnis atau pedagang, yang tidak menginginkan keluarganya untuk khawatir terhadap diri mereka. Kekhawatiran justru akan membuat masalah makin runyam, menurut mereka. Padahal, hal tersebut tidak selalu benar. Para istri pun bisa makin mengerti jika sang suami curhat tentang masalah keuangan di perusahaan atau di toko tempat berjualannya.

Dengan adanya keterbukaan, justru hal ini akan membuat suami dan istri saling mempunyai pengertian dan saling bisa memotivasi untuk menghadapi bagian terburuk. Tidak adanya keterbukaan justru akan membuat sang istri menjadi tidak percaya dan malah tidak akan berani atau cenderung kaget menghadapi hal yang terburuk.

Tak Ada Rencana Keuangan Bersama

pernikahan

Tak ada rencana keuangan bersama merupakan masalah keuangan lainnya pasca pernikahan. Dalam hal ini, yang dimaksudkan adalah ketiadaan perencanaan keuangan untuk suatu hal yang penting di masa depan. Apalagi, biaya-biaya pun juga makin mahal makin lama, ditambah lagi krisis ekonomi yang bisa terjadi kapan pun yang bahkan seorang ahli ekonomi pun belum tentu bisa memprediksikannya.

Hal inilah yang akan memunculkan masalah keuangan. Perencanaan keuangan merupakan hal yang penting, dan pernikahan pun bukanlah hal tentang sekedar untuk bersenang-senang. Sudah seharusnya merencanakan keuangan untuk anak saat berkuliah, mempunyai perencanaan ketika umur sudah tua, mempunyai rencana untuk membeli sebuah kendaraan pribadi, dan lain-lain. Tidak ada perencanaan keuangan hanya akan membuat masalah keuangan pasca pernikahan lainnya.

Bagaimana dengan kamu Rekan Bijak? Apakah kamu ingin menikah dan merasa sudah siap dan ingin menikah? Pastikan jika kamu ingin menikah, masalah keuangan sudah diselesaikan dan kamu sudah memastikan bahwa diri kamu sudah siap dengan keadaan keuangan!

pernikahan

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: