Melihat 4 Kelebihan Tabungan Syariah

Rekan Bijak tertarik untuk menabung di tabungan syariah? Simak dulu 4 keuntungan menabung di tabungan syariah dalam artikel berikut!

Melihat 4 Kelebihan Tabungan Syariah

Melihat 4 Kelebihan Tabungan Syariah

Pemerintah mengatur perbankan syariah dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Pasal 1 angka 21. Tabungan syariah merupakan simpanan berdasarkan akad wadiah atau investasi dana berdasarkan akad mudharabah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat dan ketentuan tertentu yang disepakati, tapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan/atau alat lainnya yang disamakan dengan itu.

Sementara itu, Dewan Syariah Nasional mengatur tabungan syariah dalam Fatwa Nomor 02/DSN-MUI/IV/2000, yang berarti produk tabungan yang dibenarkan atau diperbolehkan secara syariah adalah tabungan yang berdasarkan prinsip mudharabah dan wadiah sehingga muncul pula istilah tabungan mudharabah dan tabungan wadiah.

Tabungan Syariah

Meski menawarkan banyak keuntungan, tabungan syariah belum cukup populer bahkan di tengah masyarakat mayoritas muslim seperti Indonesia.

Masih banyak orang berpikiran bahwa memilih tabungan syariah semata-mata hanya karena alasan ibadah dan bukan karena alasan finansial. Inilah yang menyebabkan penetrasi produk bank syariah di Indonesia masih sangat kecil dibandingkan jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Diketahui, per Oktober 2017, kontribusi syariah di perbankan nasional hanya sebesar 10%.

Padahal, setidaknya ada 4 keuntungan jika kita menabung di tabungan syariah :

1. Tanpa Minimum Saldo, Bebas Biaya Admin

Bank syariah menerapkan bebas biaya administrasi, khususnya bagi pemegang rekening akad wadiah. Ini tentu saja meringankan penabung yang memiliki setoran bernilai kecil. Dalam dunia syariah, ada produk dengan akad yang dibuat untuk nasabah yang tujuannya menyimpan dana di bank dan bukan untuk mendapatkan keuntungan bagi hasil.

Hal tersebut berbeda jauh dengan bank konvensional. Rata-rata bank konvensional menerapkan biaya administrasi sebesar Rp7.500 hingga Rp12.000. Meskipun tabungan bank konvensional ada yang memberikan bebas biaya administrasi, namun bebas biaya tersebut diberikan hanya ke tabungan dengan syarat setoran awal dan saldo minimum dalam jumlah besar. Akibatnya, hanya mampu menjangkau nasabah berkantong tebal. Tabungan syariah memberikan bebas biaya admin yang berlaku untuk semua kalangan. Tidak ditentukan besar kecilnya saldo.

2. Sistem Bagi Hasil

Tabungan bank syariah tidak mengenal sistem bunga. Tabungan syariah menggunakan sistem bagi hasil. Sistem ini cukup menarik sebab perhitungan bagi hasil dihitung berdasarkan pendapatan yang diperoleh bank. Semakin tinggi pendapatan bank, semakin besar pula bagi hasil yang diterima nasabah.

Perbedaannya dengan bank konvensional adalah sistem bunga tabungan dalam bank yang ditentukan berdasarkan kebutuhan dana bank. Ini mengakibatkan ketika pendapatkan dari bagi hasil menurun maka porsi yang diberikan ke penabung akan ikut menurun. Sistem bunga bank konvensional umumnya bergantung pada naik turunnya kondisi pasar.

3. Produk Khusus

Hal yang membedakan tabungan syariah dengan konvensional adalah hadirnya produk dengan tujuan khusus yang tidak dimiliki oleh bank konvensional, antara lain tabungan haji, waqaf, dan tabungan qurban. Jenis tabungan ini hanya dapat ditemukan di bank syariah.

Sebagai contoh, tabungan haji. Di salah satu bank syariah disebutkan bahwa tabungan haji untuk membantu pelaksanaan ibadah haji dan umroh karena dalam tabungan tersebut ada fasilitas untuk mendapatkan porsi haji, notifikasi pengingat saldo, dan online dengan sistem informasi serta komputerisasi haji terpadu.

4. Akad Sesuai Ketentuan Agama

Akad merupakan kunci yang membedakan syariah dan konvensional dari sisi ketentuan agama. Tabungan syariah menerapkan akad yang berbeda dengan tabungan konvensional. Akad yang digunakan cukup beragam dengan tujuan agar akad yang dibuat sesuai dengan tujuan dan sifat transaksi keuangan.

Pada dasarnya, terdapat 2 macam akad, yaitu akad mudharabah dan akad wadiah.

A. Akad Mudharabah.

Memungkinkan nasabah menempatkan uang di bank syariah dengan maksud untuk dikelola. Bank, sebagai pengelola dana, membagi hasil keuntungan investasi. Ada 2 jenis akad mudharabah yang dikenal, yakni mudharabah mutlaqah dan mudharabah muqayyadah. Dalam prinsip mudharabah mutlaqah, nasabah mempercayakan dana ke bank untuk dikelola dan diinvestasikan pada industri yang sesuai prinsip syariah. Pihak bank bebas mengelola dana nasabah tanpa batasan. Sementara itu, bentuk pengelolaan dana nasabah dalam mudharabah muqayyadah membatasi bank dalam sisi tempat, cara, dan objek investasi. Bank hanya berperan sebagai wakil nasabah dalam melakukan investasi. Prinsip ini mengenal sistem jika investasi rugi maka kerugian ditanggung nasabah.

B. Akad Wadiah.

Di akad ini, tujuan menabung adalah hanya untuk menyimpan dana di bank dan tidak menginginkan bagi hasil serta tidak ingin adanya beban administrasi. Meski tanpa biaya administrasi, nasabah tetap bisa bertransaksi, seperti tarik tunai melalui ATM.

Tabungan Syariah

Tabungan syariah menerapkan sistem bagi hasil dan akad yang terbagi lagi menjadi 2 jenis akad.

Akad pertama menggambarkan adanya bentuk share risiko antara nasabah dan bank karena bisa untung, bisa juga rugi. Sementara itu, akad kedua mengakomodisasi orang yang hanya ingin menikmati fungsi keamanan penyimpanan di bank.

pinjaman uang online cepat cair

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: