Melihat Sejarah dan Peran Perbankan di Indonesia

Bagaimana perjalanan sejarah bank di Indonesia? Baca artikel berikut untuk tau selengkapnya!

Melihat Sejarah dan Peran Perbankan di Indonesia

Melihat Sejarah dan Peran Perbankan di Indonesia

Bank merupakan salah satu tempat penyimpanan uang yang paling aman. Uang yang disimpan akan dikelola dengan sangat baik. Ada banyak sekali bank di Indonesia, baik bank milik negara maupun swasta. Jika selama ini kita biasa menabung atau menyimpan uang di bank, apakah kita sudah benar-benar mengetahui sejarah berdirinya perbankan di Indonesia? Mari simak ulasan secara singkat asal mula berdirinya bank di Indonesia.

ASAL MULA KEGIATAN PERBANKAN

Sejarah mencatat bahwa asal mula kegiatan perbankan, yakni saat zaman kerajaan tempo dulu di daratan Eropa. Kemudian, berkembang ke Asia Barat melalui para pedagang. Untuk perkembangan di Asia, Afrika, dan Amerika dibawa oleh Bangsa Eropa ketika mereka melakukan penjajahan ke negara jajahannya. Jika ditelusuri lebih lanjut, sejarah perbankan akan dimulai dari jasa penukaran uang sehingga menurut sejarah perbankan arti bank dikenal dengan meja tempat penukaran uang.

SEJARAH PERBANKAN DI INDONESIA

Sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda. Pada masa itu, De Javasche Bank, NV didirikan di Batavia pada tanggal 24 Januari 1828 kemudian menyesal Nederlandsche Indische Escompto Maatschappij, NV pada tahun 1918 sebagai pemegang monopoli pembelian hasil bumi dalam negeri dan penjualan ke luar negeri serta terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda. Bank-bank tersebut antara lain :

perbankan

Sumber : jasabic.files.wordpress.com

  • De Javasce NV.
  • De Postspaarbank.
  • Hulp en Spaar Bank.
  • De Algemene Volkskrediet Bank.
  • Nederlandsche Handelsmaatschappij (NHM).
  • Nationale Handelsbank (NHB).
  • De Escompto Bank NV.
  • Nederlansch Indische Handelsbank.

Selain itu, terdapat pula bank-bank milik orang Indonesia dan orang-orang asing, seperti dari Tiongkok, Jepang, dan Eropa. Bank-bank tersebut di antaranya :

  • NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank
  • Bank Nasional Indonesia.
  • Bank Abuan Saudagar.
  • NV Bank Boemi.
  • The Chartered Bank of India, Australia and China
  • Hongkong & Shanghai Banking Corporation
  • The Yokohama Species Bank.
  • The Matsui Bank.
  • The Bank of China.
  • Batavia Bank.

Di zaman kemerdekaan, perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang. Beberapa bank Belanda dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia. Bank-bank yang ada pada zaman awal kemerdekaan antara lain :

  • NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank (saat ini Bank OCBC NISP).
  • Bank Negara Indonesia.
  • Bank Rakyat Indonesia.
  • Bank Surakarta Maskapai Adil Makmur (MAI).
  • Bank Indonesia.
  • Bank Dagang Nasional Indonesia.
  • Indonesian Banking Corporation.
  • NV Bank Sulawesi.
  • Bank Dagang Indonesia NV.
  • Bank Timur NV.

Di Indonesia, praktik perbankan sudah tersebar sampai ke pelosok pedesaan. Lembaga keuangan berbentuk bank di Indonesia berupa Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Umum Syariah, dan juga Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).

SEJARAH PERKEMBANGAN BANK SENTRAL DI NUSANTARA

Jauh sebelum kedatangan bangsa barat, nusantara telah menjadi pusat perdagangan internasional. Sementara itu, di daratan Eropa, merkantilisme telah berkembang menjadi revolusi industri dan menyebabkan pesatnya kegiatan dagang Eropa. Saat itulah, muncul lembaga perbankan sederhana, seperti Bank van Leening di Negeri Belanda.

Sistem perbankan ini kemudian dibawa oleh bangsa barat yang mengekspansi nusantara pada waktu yang sama. VOC di Jawa pada 1746 mendirikan De Bank van Leening yang kemudian berubah nama menjadi De Bank Courant en Bank van Leening pada 1752. Bank tersebut merupakan bank pertama yang lahir di nusantara dan sebagai cikal bakal dari dunia perbankan pada masa selanjutnya.

perbankan

Sumber : cakmaryanto.files.wordpress.com

Masa pendudukan Jepang telah menghentikan kegiatan DJB dan perbankan Hindia Belanda untuk sementara waktu. Kemudian masa revolusi tiba, Hindia Belanda mengalami dualisme kekuasaan antara Republik Indonesia (RI) dan Nederlandsche Indische Civil Administrative (NICA).

Perbankan pun terbagi dua, DJB dan bank-bank Belanda di wilayah NICA sedangkan “Jajasan Poesat Bank Indonesia” dan Bank Negara Indonesia di wilayah RI. Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 mengakhiri konflik Indonesia dan Belanda kemudian ditetapkan DJB sebagai bank sentral bagi Republik Indonesia Serikat (RIS).

PERIODE PENGAKUAN KEDAULATAN RI SAMPAI DENGAN NASIONALISASI DJB

Pada Desember 1949, Belanda mengakui kedaulatan RI sebagai bagian dari Republik Indonesia Serikat. Pada saat itulah, sesuai dengan keputusan Konferensi Meja Bundar (KMB), fungsi bank sentral tetap dipercayakan kepada De Javasche Bank (DJB). Pemerintahan RIS tidak berlangsung lama, karena pada tanggal 17 Agustus 1950, pemerintah RIS dibubarkan dan Indonesia kembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Nasionalisasi pertama dilaksanakan terhadap DJB sebagai bank sirkulasi yang mempunyai peranan penting dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Sejak berlakunya Undang-undang Pokok Bank Indonesia pada tanggal 1 Juli 1953, bangsa Indonesia telah memiliki sebuah lembaga bank sentral dengan nama Bank Indonesia.

Sebelum berdirinya Bank Indonesia, kebijakan moneter, perbankan, dan sistem pembayaran berada di tangan pemerintah. Dengan menanggung beban berat perekonomian negara pascaperang, kebijakan moneter Indonesia ditekankan pada peningkatan posisi cadangan devisa dan menahan laju inflasi. Sementara itu, pada periode ini, pemerintah terus berusaha memperkuat sistem perbankan Indonesia melalui pendirian bank-bank baru.

Banyaknya jenis mata uang yang beredar memaksa pemerintah melakukan penyeragaman mata uang. Meski hanya untuk waktu yang singkat, pemerintah mengeluarkan uang kertas RIS yang menggantikan Oeang Republik Indonesia dan berbagai jenis uang lainnya. Akhirnya, setelah sekian lama berlaku sebagai acuan hukum pengedaran uang di Indonesia, Indische Muntwet 1912 diganti dengan aturan baru yang dikenal dengan Undang-undang Mata Uang 1951.

pinjaman uang online cepat cair

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: