Memahami Hakikat Literasi Keuangan Beserta Manfaatnya

Meski istilahnya sudah sangat populer di tanah air, tapi belum semua orang memahami dengan baik literasi keuangan. Bagaimana dengan kamu, Rekan? Baca artikel ini untuk informasi lebih dalam terkait literasi keuangan.

Memahami Hakikat Literasi Keuangan Beserta Manfaatnya

Memahami Hakikat Literasi Keuangan Beserta Manfaatnya

Istilah literasi keuangan mungkin bagi beberapa orang masih awam di telinga. Terlebih bagi mereka yang jarang atau bahkan tidak banyak bersinggungan dengan dunia keuangan. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2014, literasi keuangan atau financial literacy adalah tingkat pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan masyarakat terkait lembaga keuangan serta produk-jasanya yang dituangkan dalam parameter ukuran indeks. Literasi keuangan dapat membantu memberikan pemahaman tentang cara mengelola keuangan dan memberikan gambaran akan peluang demi mencapai kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Apa manfaat literasi keuangan bagi seseorang?

Literasi keuangan sangat bermanfaat bagi seseorang dalam membuat keputusan terutama yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, seperti saat mengambil keputusan untuk menabung (saving) atau investasi (investment) dan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Literasi Keuangan

Selain bermanfaat bagi diri sendiri, literasi keuangan juga bermanfaat untuk keberlangsungan sistem perekonomian suatu negara.

Dalam rangka meningkatkan keuangan masyarakat, pelaksanaan edukasi literasi keuangan sangat perlu dilakukan.

Survei OJK pada 2013 menggambarkan bahwa tingkat literasi keuangan penduduk Indonesia dibagi menjadi 4 bagian, yaitu :

1. Well Literate (sebanyak 21,84%), yakni memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan, serta memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.

2. Sufficient Literature (sebanyak 75,69%), yakni memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan.

3. Less Literate (sebanyak 2,06%), hanya memiliki pengetahuan tentang lembaga jasa keuangan, produk, dan jasa keuangan.

4. Not Literate (sebanyak 0,41%), tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan terhadap lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, serta tidak memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.

Menurut Chen dan Volpe, financial literacy terbagi menjadi 4 aspek, antara lain :

1. Pemahaman beberapa hal yang berkaitan dengan pengetahuan dasar tentang keuangan pribadi.

2. Savings and borrowing (tabungan dan pinjaman). Bagian ini meliputi pengetahuan yang berkaitan dengan tabungan dan pinjaman, seperti penggunaan kartu kredit.

3. Insurance (asuransi). Bagian ini meliputi pengetahuan dasar asuransi dan produk-produk asuransi, seperti asuransi jiwa dan asuransi kendaraan bermotor.

4. Investment (investasi). Bagian ini meliputi pengetahuan tentang suku bunga pasar, reksadana, dan risiko investasi.

Berdasarkan waktu jangka panjang, literasi keuangan bertujuan :

  • Meningkatkan literasi seseorang yang sebelumnya berstatus kurang memahami (less literate) atau tidak memahami (not literate) berubah menjadi status memahami dengan baik (well literate).
  • Meningkatkan jumlah pengguna produk dan layanan jasa keuangan.

Agar masyarakat luas dapat menentukan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan, masyarakat harus memahami dengan benar manfaat dan risiko, mengetahui hak dan kewajiban, serta meyakini bahwa produk dan layanan jasa keuangan yang dipilih dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jika dipelajari lebih dalam, literasi keuangan memberikan manfaat yang besar, yaitu :

1. Masyarakat jadi mampu memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan.

2. Masyarakat jadi memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik.

3. Masyarakat akan terhindar dari aktivitas investasi dan instrumen keuangan yang tidak jelas.

4. Masyarakat akan mendapatkan pemahaman terkait manfaat dan risiko produk serta layanan jasa keuangan.

Tak hanya bermanfaat untuk setiap individu, literasi keuangan juga memberikan manfaat besar bagi sektor jasa keuangan. Lembaga keuangan dan masyarakat saling membutuhkan satu sama lain sehingga semakin tinggi tingkat literasi keuangan masyarakat maka semakin banyak masyarakat yang akan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan.

Melihat sangat pentingnya literasi keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun semakin gencar mengedukasi masyarakat terkait hal tersebut.

Jadi, apakah Rekan sudah memahami literasi keuangan dengan baik?

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: