Memilih Pinjaman yang Tepat dengan Mengenal Istilah Tenor Pinjaman

Dalam pengajuan pinjaman tak hanya bunga yang perlu diperhatikan namun juga kredibilitas bank atau lembaga keuangan pemberi pinjaman, hingga tenor atau masa pinjaman harus rekan perhatikan dengan benar. Jika masih bingung rekan bisa membaca artikel ini

Memilih Pinjaman yang Tepat dengan Mengenal Istilah Tenor Pinjaman

Memilih Pinjaman yang Tepat dengan Mengenal Istilah Tenor Pinjaman

Tenor pinjaman secara mudahnya dapat diartikan sebagai jangka waktu cicilan kredit. Lamanya tenor pinjaman tiap orang berbeda-beda, semua tergantung pada permintaan, nominal dan kemampuan rekan dalam mencicil hutang yang ada.

Bagi rekan yang mengajukan kredit dengan limit kecil, biasanya mengambil tenor yang kurang dari 24 bulan atau 2 tahun atau tenor singkat. Masa tenor ini memiliki jangka waktu pinjaman minimal 12 bulan atau setahun. Biasanya orang akan mengambil tenor singkat jika jumlah pinjaman tidak terlalu besar, kisaran antara jutaan rupiah sampai belasan juta rupiah.

Baca Juga: Debt Stacking Vs Debt Snowball. Strategi Mana yang Lebih Baik dalam Melunasi Utang?

Berhubung masa tenor yang diberikan singkat maka bunga yang diberikan rata-rata cukup tinggi, kisaran 0,5%-1% dari tenor panjang. Namun jumlah total keseluruhan pinjaman akan jadi lebih rendah, berhubung bunga yang harus dibayar nasabah dalam jangka waktu yang singkat.

Sedangkan untuk rekan yang memiliki kredit dengan limit besar, biasanya mengambil tenor dengan jangka lebih panjang. Kebalikannya dari masa tenor singkat yang jumlah cicilan pokok per bulannya jauh lebih besar, cicilan pokok per bulan lebih sedikit jika rekan memilih tenor panjang.

Sebab perhitungannya kan dibagi hingga maksimum 60 bulan atau 5 tahun. Masa tenor panjang sangat bagus diambil jika rekan memiliki penghasilan bulanan yang tidak terlalu tinggi. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kredit macet. Walaupun memiliki cicilan pokok perbulan yang sedikit jumlah total hutang secara keseluruhan akan jauh lebih besar berhubung rekan harus membayarkan bunga dalam jangka waktu yang lama.

Baca Juga: Ini 3 Cara Menghitung Bunga Pinjaman agar Tidak Gegabah

Tenor Pinjamansumber : julo.co.id

Seperti yang suda disebutkan sebelumnya, tenor adalah jangka waktu cicilan kredit yang disepakati oleh kedua belah pihak. Dalam menentukan tenor suatu pinjaman, dipertimbangkan beberapa hal, yaitu besar pinjaman, kesanggupan peminjam dalam membayar pinjaman dan permohonan peminjam sendiri.

Misalnya radi seorang wirausaha, mengajukan pinjaman ke bank untuk dana tambahan memperluas bisnis laundry miliknya. Saat ini radi hanya memiliki laundry di daerah Jakarta Selatan. Namun setelah melakukan beberapa analisa radi menyaari ternyata bisnis ini akan semakin berkembang jika ia membuka cabang di Depok dan Bandung akhirnya radi mengajukan proposal pinjaman ke bank sebesar Rp 300 juta.

Awalnya radi mengajukan tenor 6 bulan, namun berdasarkan analisis yang dilakukan bank, permhonan pinjaman radi disetujui sebesar 250 juta dengan tenor adalah 30 bulan. Dalam hal ini, bank kemungkinan menilai nominal pinjaman radi cukup besar dan radi dinilai kurang mampu membayar untuk jumlah Rp 300 juta dengan tenor 6 bulan.

Baca Juga: 6 Tips agar Mendapatkan Pinjaman Modal untuk Membuat Usaha Kecil

Tenor Pinjamansumber : tokopedia.com

Contoh lainnya, Dea adalah seorang staff humas di sebuah perusahaan swasta di Jakarta Pusat. Dea mengajukan pinjaman sebesar Rp 2 juta di Danabijak, penyedia pinjaman online terpercaya dengan tenor 1 bulan. Dea ingin menggunakan dana tersebut sebagai tambahan modal bisnis sampingan. Dalam sebulan bisnis sampingannya dapat menghasilkan Rp 4 – 5 juta. Dea juga pernah mengajukan pinjaman di Danabijak dengan histori pembayaran yang baik.

Tidak sampai sehari, permohonannya disetujui sesuai dengan nominal dan tenor yang diajukannya. Dalam hal ini, Danabijak melihat dea sebagai nasabah yang baik dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan pinjaman dalam jangka waktu 1 bulan.

Baca Juga: 8 Tips agar Cepat Dapatkan Pinjaman Online

Berdasarkan kedua ilustrasi tersebut, rekan bisa membedakan kapan bank atau lembaga non-bank akan menetapkan tenor panjang dan singkat kepada nasabah. Nominal pinjaman kecil biasanya akan disarakan untuk mengambil tenor kurang dari 24 bulan, sementara jika nominal pinjaman cukup besar akan disarankan untuk mengambil tenor lebih dari 24 bulan.

Nah, itu dia rekan penjelasan mengenai tenor pinjaman yang dapat rekan jadikan acuan saat mengajukan pinjaman baik pada bank maupun lembaga non-bank seperti Danabijak. Semoga artikel ini dapat bermanfaat ya rekan bijak!

Baca Juga: Memahami 5 Cara Memilih Pinjaman Online Terbaik

Tenor Pinjaman

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: