Mengenal CoLiving sebagai Solusi Hunian bagi Generasi Milenial

Sebagai generasi yang lahir di awal tahun 1980an dan akhir 1990an generasi milenial tentu dikenal sebagai generasi yang melek teknologi dengan kecakapan mencapai 54%. Hunian bukan hal yang utama bagi generasi ini, saat memiliki uang mereka cenderung memilih untuk membeli gawai.

Mengenal CoLiving sebagai Solusi Hunian bagi Generasi Milenial

Mengenal CoLiving sebagai Solusi Hunian bagi Generasi Milenial

Konsep ekonomi berbagi selama ini sudah cukup sering didengar. Biasanya terjadi pada tempat kerja yang dikenal dengan co-working space. Pada aspek lain juga demikian seperti transportasi yang dikenal sebagai moda massal. Dan kini muncul tempat tinggal dengan konsep berbagi juga yaitu CoLiving.

Kini konsep berbagi hunian ini semakin populer di kalangan milenial. Ada dua hal yang membuatnya menjadi populer yaitu : keterjangkauan dan komunitas. Milenial dengan dana yang terbatas sangat terbantu dengan adanya hunian konsep CoLiving ini. Konsep ini menawarkan hunian dengan harga yang murah dan lebih terjangkau oleh milenial.

Baca Juga : Apartemen vs Rumah, Mana yang Lebih Tepat Untuk Millennial?

Keterasingan sosial akibat menjamurnya media sosial dan teknologi membuat hidup di komunitas besar dengan kamar tidur pribadi dan berbagi ruang bersama tampak menarik. Tren coliving ini mulai banyak dimanfatkan oleh pengembang di luar negeri seperti Tiongkok, Hongkong dan Singapura.

CoLivingsumber : medium.com

Para pengembang di Tiongkok, Hongkong dan Singapura membangun hunian dengan konsep CoLiving, yakni dengan kamar tidur dan kamar pribadi kecil, tetapi ruang bersama yang besar dan fasilitas umum yang bisa dinikmati bersama. Konsep ini ternyata digemari dan menjadi tren hunian baru.

Berdasarkan laporan Jones Lang LaSalle (JLL), perusahaan riset dan manajemen properti global, menyebut cepatnya proses urbanisasi telah mengubah cara berhuni dan tempat tinggal manusia. Penerimaan masyarakat terhadap prinsip ekonomi berbagi berhasil menjadikan sektor kehidupan sebagai pendorong pengembangan alternatif hunian.

Untuk ruang yang ada di hunian ini sengaja dirancang sesuai dengan selera generasi milenial. Hal ini bertujuan agar dapat mengurangi jumlah pekerjaan rumah yang memang tidak diperlukan. Maka hal ini akan membantu pemilik hunian agar tidak melakukan kegiatan rumah selama seharian. Selain itu hunian bersama juga akan memudahkan penghuni untuk mempunyai seluruh aspek yang ada di dalam rumah, misalnya perabot, ruang, maupun perlengkapan lainnya.

Baca Juga : Pilih Beli Rumah Sebelum atau Setelah Menikah?

CoLivingsumber : pisosestudiantesbarcelona.com

Alasan lain CoLiving semakin banyak peminat yaitu faktor menyeruaknya tren ini sehingga masyarakat di negara lain mulai tertarik dan mulai mencoba. Konsep hunian ini juga tepat dijadikan tempat tinggal sementara karena sudah dilengkapi dengan manajemen profesional, perabotan, ruang santai, fasilitas gym, hingga fasilitas rooftop garden.

Biaya sewa yang ditawarkan juga sudah mencakup perawatan dan askes internet nirkabel. Dan untuk yang merasa khawatir karenaa lokasi tempat tinggal yang jauh dari kantor, mungkin bisa mencoba CoLiving dibangun di tengah kota yang lokasinya dekat dengan perkantoran. Jadi sangat cocok dengan generasi milenial yang punya mobilitas tinggi akan pekerjaanya.

Baca Juga : Ini 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Bisnis Sewa Apartemen!

CoLivingsumber : livemint.com

Hunian bersama ini juga pada biasanya dirancang dengan tren desain yang menarik terutama di negara Eropa, termasuk di kota Berlin. Desainnya yang begitu unik, mewah dan relatif murah ini seringkali dijadikan hunian favorit. Untuk membuat penghuninya merasa nyaman dengan hunian yang ditempati, hunian bersama ini juga memberikan fasilitas berupa lantai kayu dengan warna-warna pastel. Untuk memberikan kesan yang lebih menarik, maka tidak jarang diantara operator yang menyediakan ruang dan dilengkapi dengan desain ala rumah-rumah Skandinavian.

Melihat dari desainnya, hunian ini sangat cocok ditujukan untuk masyarakat berusia 20 hingga 30-an. Akan tetapi di negara Inggris tren CoLiving sengaja didesain sesuai dengan gaya anak muda atau anak kuliahan. Cara yang dapat dilakukan yaitu operator menyediakan ruangan yang lebih luas jika dibandingkan dengan lainnya. Akan tetapi di Amerika Serikat, salah satu kunci kenyamanan dari penghuninya yaitu adanya beberapa ruang-ruang terbuka dalam hunian tersebut.

Baca Juga : Ikuti 5 Cara Ini untuk Mengatur Biaya Renovasi Rumah

Nah, itu dia penjelasan mengenai tren CoLiving yang cocok untuk solusi hunian generasi milenial. Jadi gimana rekan? merasa tertarik atau masih bingung tentang konsep hunian bersama ini? kalau begitu silahkan baca artikel di atas lagi ya agar rekan lebih memahaminya!

CoLiving

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: