5 Mitos Unik yang Menjadi Ritual Kebudayaan di Solo

Siapa yang tidak tertarik dengan kebudayaan Jawa kuno? Kebudayaan Jawa kuno sangatlah menarik untuk diikuti, bahkan cenderung unik. Kebanyakan dari ritual kebudayaan Jawa kuno ini berangkat dari mitos-mitos yang berkembang di masyarakat dan keluarga Keraton Surakarta. Nah, biasanya mitos dari Jawa tersebut merupakan mitos yang unik.

5 Mitos Unik yang Menjadi Ritual Kebudayaan di Solo

5 Mitos Unik yang Menjadi Ritual Kebudayaan di Solo

Rekan Bijak, apakah kamu percaya akan mitos? Mitos merupakan suatu hal yang berlatar belakang masa lalu, merupakan bagian dari folklor dan dipercaya oleh sebagian orang atau komunitas. Banyak pula ritual budaya yang berkembang dari mitos-mitos yang ada di suatu daerah. Di Indonesia sendiri, masih ada mitos-mitos yang dianggap benar-benar terjadi dan dipercaya oleh komunitas tertentu.

Salah satunya di Surakarta, atau biasa juga disebut dengan Kota Solo. Di Solo, banyak ritual kebudayaan yang berkembang dari mitos-mitos yang unik. Karena keunikan dari mitos tersebut, ritual kebudayaan di Solo pun juga banyak keunikannya. Bahkan jika Rekan Bijak pergi berwisata ke Kota Solo dan melewatkan ritual-ritual kebudayaan ini, sangatlah disayangkan karena memang Kota Solo penuh dengan budaya-budaya, khususnya budaya Jawa.

Lalu, ritual kebudayaan dari Solo apa saja yang memang merupakan karena mitos-mitos yang berkembang dari masyarakat? Inilah 5 mitos unik yang akhirnya menjadi ritual kebudayaan di Solo.

Ritual Kalahayu

Mitos

Sumber : Travelingyuk.com

Ritual ini bergerak dari awal ketakutan masyarakat Jawa dulu di Surakarta, yang menganggap adanya gerhana matahari merupakan pertanda keburukan dan awal dari bencana. Oleh karena itu, pada saat dulu, ritual kebudayaan ini awalnya diadakan dengan rasa takut karena tidak ingin ada bencana di tempat itu.

Namun sekarang, Ritual Kalahayu menjadi gelaran kebudayaan yang menjadi suatu ritual yang menyenangkan karena saat itu Bumi, Bulan dan Matahari berada di satu garis yang sejajar, dan dengan adanya ritual ini, masyarakat Surakarta berharap adanya berkah bagi masyarakat dengan tambahan ritual syukuran terhadap Tuhan yang Maha Esa.

Kirab 1 Suro/1 Muharram Keraton Solo

Mitos

Sumber : CNNindonesia.com

Ritual ini biasanya diadakan malam 1 Suro. Ritual ini juga tentang bagaimana warga akan mengambil tlethong kerbau, atau kotoran kerbau, yang dikenal sebagai jamur kotoran kerbau. Kerbaunya pun kerbau Kyai Bule, yakni kerbau yang dianggap berbeda dari kerbau yang lain, dan kotorannya diambil karena dianggap kotorannya dapat menghasilkan hasil panen yang baik dan berlimpah. Kotoran kerbau bule juga dianggap melancarkan rezeki.

Nantinya, kotorannya akan dicampurkan dengan pupuk untuk bersawah, sehingga dianggap akan menghasilkan hasil panen yang banyak. Ritual kebudayaan ini sangatlah unik dan sangatlah bermakna. Bahkan, warga pun banyak yang mengikutinya dari awal sampai akhir, dan mereka juga memaknai kehidupan dan perilaku mereka setahun ini.

Upacara Nyadran

Mitos

Sumber : Desawisatapulasari.wordpress.com

Upacara nyadran biasanya dilakukan untuk menghormati leluhur. Saat zaman sebelum kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha, masyarakat pada umumnya melakukan upacara nyadran untuk berdoa kepada arwah leluhur untuk meminta berkah. Saat wali songo datang, wali songo pun tidak menghapus upacara nyadran, namun mengganti tujuan upacara nyadran yang dianggap musyrik.

Tujuannya pun diganti menjadi hanya sekedar untuk ziarah kubur dan membersihkan makam, dan upacara nyadran pun menjadi ada pembacaan doa dan pembacaan ayat al-Quran, lalu juga ada tahlilan.  Dengan hal ini, para wali songo berharap agar budaya tetap ada, tetapi keislaman pun juga tetap ada.

Ritual Tari Bedhaya Ketawang

Mitos

Sumber : Nusantarakaya.com

Tari Bedhaya Ketawang merupakan tarian yang hanya dilakukan saat penobatan serta tingalandalem jumenengan Sunan Surakarta, atau upacara peringatan kenaikan tahta raja. Ada dua mitos terciptanya tarian ini. Mitos pertama adalah saat Sultan Agung Hanyakrakusuma mendengar senandung dari Langit. Suara senandung tersebut membuatnya terkesan sehingga membuat sebuah tarian yang menjadi tari Bedhaya Ketawang. Versi lain dari mitos ritual kebudayaan ini adalah Panembahan Sanipati, yang merupakan pengiring Sultan Agung, bercinta dengan Kanjeng Ratu Kidul. Bahkan, konon katanya, ketika tari ini dilakukan, Kanjeng Ratu Kidul ikut menari.

Tari ini dilakukan oleh 9 penari wanita, dan konon ada 10 penari yang ikut, karena dikatakan bahwa, Kanjeng Ratu Kidul pun ikut menari mengikuti ritual ini. Penari-penarinya pun bukan penari yang sembarangan dan memiliki makna filosofis di tiap penari. Bahkan, penarinya pun harus suci, dan harus tidak sedang haid. Jika sedang haid, sang penari harus meminta izin terlebih dahulu dengan Kanjeng Ratu Kidul. Konon dikatakan bahwa Kanjeng Ratu Kidul ikut “melatih” saat kesembilan penari sedang berlatih Tari Bedhaya Ketawang.

Upacara Mahesa Lawung

Mitos

Sumber : Solopos.com

Upacara ini sudah ada semenjak wangsa Syailendra. Upacara ini bertujuan untuk menyelaraskan antara alam dan manusia dan sudah dilanjutkan hingga masyarakat saat ini. Ritual ini dilakukan 40 hari setelah acara Grebeg Maulud. Puncak dari upacara ini adalah penguburan kepala dan kaki kerbau di Hutan Krendowahono. Hutan tersebut dipilih karena dipercaya sebagai tempat bersemayamnya Batari Kalayuwati yang konon merupakan pelindung Keraton Solo di Utara.

Upacara ini diawali dengan adanya sesajen, hasil-hasil bumi serta kepala kerbau dan dibawah ke Sasana Maliki, lalu didoakan di Sitinggil. Di Hutan, semua Adi harus duduk bersila dan menyatu menjadi satu. Kepala kerbau yang dibawah bukanlah kepala yang sembarangan, melainkan kepala kerbau jantan yang belum dipekerjakan dan belum kawin. Dan terakhir kali, mereka pun harus makan bersama.

Nah, begitulah ritual-ritual kebudayaan unik yang berkembang dari mitos-mitos di Surakarta. Apalagi mitos di Keraton Surakarta ini akhirnya menjadi juga budaya bagi sebagian besar orang-orang Jawa khususnya orang Jawa Tengah. Nah untuk kamu Rekan Bijak yang ingin pergi ke Solo atau Surakarta, sangat disayangkan jika kamu tidak menonton acara-acara unik ini!

mitos

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: