MRT dan LRT itu Berbeda Loh! Yuk, Ketahui 4 Perbedaannya!

Pada tanggal 24 maret 2019 lalu, telah resmi diluncurkan moda transportasi baru di Jakarta yaitu MRT, yang mengundang banyak antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan. Moda transportasi ini di buat oleh pemerintah untuk mengurangi kemacetan dan kenyamanan menggunakan transportasi umum bagi masyarakat Indonesia.

MRT dan LRT itu Berbeda Loh! Yuk, Ketahui 4 Perbedaannya!

MRT dan LRT itu Berbeda Loh! Yuk, Ketahui 4 Perbedaannya!

Jakarta yang merupakan Ibu Kota Indonesia menjadi kota tersibuk saat ini dan pastinya membutuhkan transportasi yang dapat menunjang mobilitas yang tinggi. Pada tanggal 24 maret 2019 lalu, telah resmi diluncurkan moda transportasi baru di Jakarta yaitu MRT (Mass Rapid Transit) yang mengundang banyak antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan.

Baca Juga : 10 Cara Ala Generasi Milenial agar Bepergian di Jakarta Terasa Seru

Istilah MRT yang merupakan hal baru di masyarakat sering di kaitkan, bahkan di samakan dengan LRT. Meski sama-sama merupakan transportasi yang menggunakan rel sebagai jalurnya atau sama-sama dikenal dengan kereta cepat, namun dua istilah tersebut ternyata berbeda loh rekan bijak. Yuk, simak perbedaan antara MRT dan LRT berikut ini :

Definisi 

MRTsumber : Merdeka.com

Dari definisinya saja dua istilah tersebut sudah berbeda. MRT atau Mass Rapid Transit adalah sebuah sistem transportasi massal dan transit cepat yang merupakan transportasi berbasis rel listrik yang efektif dan nyaman, terbukti hasilnya banyak diterapkannya moda transportasi ini oleh kota-kota besar yang terdapat di berbagai negara. Dan pengertianya secara harfiah adalah angkutan yang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besar secara cepat.

Sedangkan LRT atau Light Rail Transit merupakan salah satu sistem Kereta Penumpang (tipe Kereta Api Ringan) yang biasanya beroperasi dikawasan perkotaan yang memiliki konstruksi ringan dan dapat berjalan bersama lalu lintas lain atau dalam lintas khusus. LRT sering juga disebut dengan tram. LRT sendiri merupakan moda transportasi masal yang merupakan bagian dari MRT dengan cakupan wilayah yang lebih kecil. Mengacu pada beban yang ringan dan bergerak cepat sehingga nantinya LRT akan bekerja dengan konsep “memindahkan penumpang lebih banyak melalui rute yang lebih banyak” seperti yang disampaikan oleh pihak LRT Jabodebek.

Baca Juga : Kunjungi 5 Tempat ini untuk Traveling Hemat di Jakarta

Kapasitas (Daya Angkut)

MRTsumber : beritasatu.com

Untuk Kapasitas atau daya tampung penumpang, setiap moda transportasi memiliki kapasitas yang berbeda dan beragam. LRT yang memang ditujukan untuk perajalanan jarak dekat memilki daya tampung lebih kecil di banding MRT. LRT biasanya hanya terdiri dari dua sampai maksimal empat rangkaian kereta, setiap rangkaian kereta hanya bisa mengangkut maksimal 628 orang penumpang dalam satu kali perjalanan. Sedangkan kereta yang digunakan MRT adalah rangkaian kereta yang lebih panjang terdiri dari maksimal enam kereta dengan maksimal penumpang hingga 1.950 orang pada setiap perjalannya.

Target Penumpang

MRTsumber : rmco.id

Selain memiliki daya tampung penumpang yang berbeda, dalam menetapkan target penumpang perhari juga berbeda. MRT menargetkan dapat mengantar 173.400 penumpang perhari, sedangkan LRT memiliki target 360.000 penumpang perhari. Jika di lihat dari daya tampung MRT yang lebih besar dari LRT rekan bijak pasti bertanya mengapa target penumpangnya justru lebih kecil? itu karena jumlah gerbong pada setiap rangkaian kereta LRT lebih sedikit dengan kapasitas penumpang yang sedikit pula membuatnya lebih cepat melaju dan sampai tujuan sehingga rangkaian kereta bisa kembali ke stasiun awal dan mulai membawa kembali para penumpang baru.

Perlintasan

MRTsumber : mnctrijaya.com

Perlintasan rel MRT umumnya merupakan kombinasi rel layang (elevated) dan rel bawah tanah (underground) . Sedangkan LRT semua perlintasan yang digunakan adalah rel layang (elevated). Jalur layang maupun jalur bawah tanah merupakan jalur rel yang tidak akan bersinggungan dengan jalan raya (perlintasan sebidang). Karena jenis perlintasan berpengaruh besar pada jarak kedatangan antar rangkaian kereta di stasiun, tidak adanya perlitasan sebidang akan membuat kedatangan rangkaian kereta bisa dilakukan sesering mungkin.

Baca Juga : 6 Manfaat saat Menggunakan Transportasi Umum

Nah rekan bijak, sudah tahu kan apa saja perbedaan dari MRT dan LRT. Jadi, jangan salah lagi ya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi rekan dan orang-orang terdekat rekan bijak!

MRT

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: