8 Pebisnis yang Sukses Merintis Usaha Modal Kecil

Usaha modal kecil sering dicari oleh orang-orang zaman sekarang, sambil mereka merasa tidak percaya bahwa dengan modal kecil bisa mengembangkan sebuah usaha sampai besar. Namun, banyak orang yang berhasil mengembangkan usahanya sampai besar, padahal modalnya tidak banyak.

8 Pebisnis yang Sukses Merintis Usaha Modal Kecil

8 Pebisnis yang Cukup Sukses dengan Usaha Modal Kecil

Tidak sedikit orang berkata bahwa berbisnis itu membutuhkan modal yang besar, padahal banyak usaha modal kecil yang bisa dilakukan. Banyak pebisnis yang sukses mempunyai usaha modal kecil pada awalnya, lalu berkembang dengan pesat. Orang-orang itu pun tidak sedikit, melainkan banyak, hanya saja banyak yang tidak ketahuan. Memang, bisnis membutuhkan modal, namun tidaklah banyak, jika dipadukan dengan niat dan doa.

Banyak bukti bahwa berbisnis memang tidak memerlukan modal yang tidak terlalu besar, bahkan cenderung termasuk kecil. Buktinya adalah orang-orang yang akan artikel ini bahas. Mereka adalah bukti bahwa usaha modal kecil itu memang ada, dan awalnya memang memerlukan modal yang tidak terlalu banyak. Lalu siapakah pebisnis-pebisnis tersebut? Simaklah 8 pebisnis yang sukses dengan usaha modal kecil ini!

Bob Sadino

Usaha modal Kecil

Sumber : Finansialku.com

Om Bob Sadino adalah pebisnis sukses yang dikenal sebagai pendiri kem chicks dan kem food. Sebenarnya, Bob Sadino lahir dari keluarga yang berkecukupan, dan ia adalah pewaris harta dari keluarganya tersebut. Namun, karena beberapa hal, ia jatuh bangkrut. Ia sempat bisnis sewa mobil, namun bisnis tersebut gagal karena kecelakaan dan jatuh bangkrut. Ia pun akhirnya menjadi seorang buruh bangunan. Dari seorang yang berkecukupan menjadi seorang buruh bangunan tentunya kejatuhan yang sangat besar.

Ia pun akhirnya berbisnis telur negeri, setelah ia disarankan oleh temannya memelihara ayam dan fokus pada bisnis peternakan. Ia juga awalnya memelihara 50 Ayam ras. Ia pun menawarkan telur-telur negeri kepada tetangga-tetangga, dan sekarang ia pun sudah mendirikan kem chicks, sebuah supermarket. Bisnisnya pun merambah ke bisnis lainnya, seperti sayur mayur dan lain-lain, dan sekarang bisnisnya pun sudah besar.

Reza Nurhilman

usaha modal kecil

Sumber : Marketing.co.id

Siapa yang tidak tau keripik singkong Maicih? Ya, keripik singkong Maicih adalah keripik singkong milik Reza Nurhilman. Keripik singkong Maicih adalah keripik singkong yang sempat booming dan masih beredar sampai sekarang. Awalnya keripik singkong ini dibuat pun karena resep dari seorang nenek yang diberikan kepada Reza di Daerah Cimahi. Karena ia menyukai keripik singkong yang diberi oleh nenek tersebut, ia pun meminta untuk diajarkan cara membuatnya.

Keunikannya itu terletak di kelezatan dari keripik tersebut, ditambah lagi juga tingkat kepedasannya menjadi suatu keistimewaan terhadap keripik singkong miliknya. Keripiknya bisa besar namanya karena ada acara di Paris van Java yang membuat nama Maicih melambung tinggi, dan sekarang bisa menjual hingga 2000 bungkus per hari, hingga omzet sebulan bisa mencapai Rp 7.000.000.000,-.

Susi Pudjiastuti

usaha modal kecil

Sumber : Tribunnews.com

Siapa yang tidak tau Ibu Susi Pudjiastuti? Ia adalah Menteri Kelautan dan Perikanan di era Bapak Joko Widodo. Sebelum menjadi seorang menteri, Bu Susi memang sudah terkenal terlebih dahulu. Ia populer sebagai seorang pengusaha pemilik Susi Air dan Susi Brand. Ia merupakan putri seorang peternak dan pedagang hewan potong. Ia pun berhenti sekolah saat Sekolah Menengah Atas. Ia pun memutuskan untuk bisnis jual beli ikan. Modalnya pun hanya sekitar Rp 750.000,-. Ia pun memilih ikan-ikan terbaik agar restoran-restoran mau mengambil ikannya.

Saat pertama, jarang restoran yang mau percaya kepadanya, namun lama kelamaan mereka pun percaya. Ia pun lama kelamaan memperbesar bisnisnya hingga menjual lobster ke luar negeri, hingga karena ia merasa takut kurang segarnya hewan-hewannya, ia pun meminjam uang ke bank sebesar Rp 47.000.000.000,- dan harus menunggu 5 tahun agar dananya cair, dan uangnya untuk membeli 2 pesawat Cessna dan landasan pesawat. Ketika ada bencana di Aceh, ia menawarkan pesawatnya untuk dipakai sebagai pesawat kemanusiaan. Tidak disangka, LSM pun banyak memakai jasa pesawatnya sejak itu, dan sejak saat itu ia mendirikan bisnis jasa transportasi.

Sunny Kamengmau

usaha modal kecil

Sumber : Medanbisnisdaily.com

Sunny Kamengmau merupakan pendiri tas bermerek Robita. Sebenarnya, kisah pemilik Robita ini cukup inspiratif, bahkan bagus. Sunny Kamengmau hanyalah seorang lulusan SMA dan bekerja di Bali hanya sebagai seorang sekuriti. Namun, karena ia selalu bertemu dengan orang-orang luar negeri, ia pun selalu belajar bahasa-bahasa lain, terutama Jepang dan Inggris. Karena keuletannya tersebut, ia berkenalan dengan Nobukuyuki Kakizaki, seorang pebisnis asal Jepang.

Mereka pun berbisnis tas handmade dan diberi nama Robita. Ia awalnya memilih berbagai produk handmade dan dijual ke Jepang. Pada awalnya pun tidak terlalu banyak peminat, hingga ia memproduksi 3000 tas tiap bulannya pada tahun 2007. Keberhasilannya sempat dirintangi dengan kematian Nobukuyuki Kakizaki, yang notabene merupakan partnernya dalam berbisnis, hingga menurunnya produksi hingga 3500 tas per bulannya. Namun, ia tidak menyerah dengan memperunik produknya. Sampai sekarang, Robita pun sudah merambah pasar di Bali dan direncanakan untuk dijual di Jakarta.

Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono

usaha modal kecil

Sumber : wirausaha-terhits.blogspot.com

Ibu Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono adalah pendiri taksi Blue Bird. Taksi Blue Bird memang dikenal sejak awal sudah mewarnai jalanan ibukota, namun taksi ini didirikan setelah kesusahan yang dialami oleh Ibu Mutiara sendiri. Semenjak suaminya, Prof. Djokosoetono meninggal, ia tidak mempunyai penghasilan tetap, bahkan anaknya sendiri harus menjadi supir Bemo dan anaknya yang lain menjadi kondektur.

Namun, ia melihat sebuah peluang dalam membuat sebuah usaha jasa transportasi, dan ia pun membuat usaha taksi Blue Bird. Awalnya taksinya hanya berjumlah dua, dan kedua mobil pun pemberian dari polisi dan tentara Awalnya pun diberikan nama Chandra Taksi. Ibu Mutiara pun meminta izin dikeluarkan untuk bisnisnya. Dan sekarang, Blue Bird pun hingga mempunyai 21.000 taksi.

Atina Maulina

Usaha Modal Kecil

Sumber : Viva.co.id

Atina Maulina adalah seorang pendiri Vanilla Hijab. Bisnis ini digeluti semenjak ia harus berkuliah di Jakarta di PPM jurusan Manajemen, padahal awalnya ia berkuliah di Institut Teknik Bandung di jurusan Perminyakan. Hal itu karena ia terkena rematik hingga tidak bisa berjalan. Ia pun mulai memutuskan untuk berhijab, dan ternyata ia mempunyai passion dalam berbisnis hijab. Awalnya bisnis hijabnya dilakukan dengan blusukan ke pasar-pasar untuk mendapatkan potongan-potongan hijab yang murah, atau pun mendapatkan tukang jahit hijab yang murah.

Bisnis hijabnya pun bernuansa pastel, yang nuansanya memang terkenal cerah, dan ia lakukan secara online sehingga menjangkau ke seluruh tanah air, bahkan hingga mancanegara. Nuansa pastel pun dipilihnya karena ia merasa, orang-orang berhijab dengan warna pastel akan membuat dirinya sebagai Muslimah yang manis. Sekarang pun ia menjual 10-15 ribu hijab dan 4 -5 ribu baju. Usahanya tergolong usaha modal kecil yang tidak membutuhkan terlalu banyak modal.

Nicholas Kurniawan

usaha modal kecil

Sumber : Finansialku.com

Nicholas Kurniawan merupakan eksportir ikan hias yang cukup dikenal oleh entrepreneur-entrepreneur muda, dan tidak sedikit yang menjadikannya sebagai panutan, karena kisah hidupnya yang sangat memotivasi. Ia bersekolah dan sering mendapatkan surat pembayaran tagihan utang dari sekolahnya karena orangtuanya yang kurang mampu. Ia juga sering diejek, namun karena ia punya prinsip “Gengsi tidak memberikan kesuksesan, namun kesuksesan dapat membuatmu bergengsi”, ia mengabaikan itu semua.

Ia pun berusaha, mulai dari ikut asuransi hingga MLM. Ia akhirnya bertemu dengan usaha ikan hias karena temannya, dan ia mulai mendagangkan ikan hiasnya di forum jual beli Kaskus, dan pendapatannya bisa sampai ratusan juta. Bahkan, ia membayar uang kuliahnya sendiri, di Prasetiya Mulya. Ia sekarang dikenal sebagai eksportir ikan hias, dan walaupun sempat ditipu Rp 30.000.000,- oleh partnernya sendiri, ia tidak berkecil hati, dan malah ia mendapatkan banyak konsumen dari partnernya itu, sehingga ia pun bisa untung besar.

Hamzah Izzulhaq

Usaha modal kecil

Sumber : Maxmanroe.com

Hamzah Izzulhaq merupakan CEO dari PT Hamasa Indonesia. Ia merupakan anak dari seorang dosen dan guru Sekolah Menengah Pertama. Ia mempunyai jiwa pebisnis memang sudah dari saat SD dan SMP. Ia memulainya dengan menjual kelereng, petasan, dan lain-lain. Bahkan ia pernah menjual buku bekasnya untuk anak-anak kelas bawahnya, dan ia pun pernah menjajal jualan pulsa, namun gagal karena teman sesama penjual pulsanya sering memakai uangnya tanpa sepengetahuan Hamzah.

Ia juga pernah berjualan makanan ringan. Penjualan makanan ringan yang ia lakukan pun sampai untung Rp 5.000.000,-. Ia sepat mempunyai usaha bimbel yang diperolehnya ketika ia ikut seminar, ia ditawarkan membeli franchise bimbel, dan ia membelinya. Usahanya pun lumayan pesat, dan sekarang ia mendirikan CV Hamasa. Dari kisahnya, kita dapat belajar bahwa Bisnis-bisnisnya pun tergolong usaha modal kecil dan tidak memerlukan uang banyak, dan ia tidak pernah berhenti berbisnis.

Nah, Rekan Bijak, bagaimana dengan kamu? Kesempatan berbisnis itu terbuka lebar loh! Dengan modal yang tidak banyak, kamu dapat tetap berbisnis. Contohnya adalah pebisnis-pebisnis diatas. Dengan usaha modal kecil, mereka dapat berhasil! Nah, jika kamu membutuhkan tambahan modal untuk berbisnis, kamu boleh meminjam terlebih dahulu di Danabijak. Selain bunganya yang dikenal rendah dan tidak memberatkan, peminjaman uangnya pun tidak merepotkan dan cepat! Tidak perlu banyak dokumen!

usaha modal kecil

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: