Pengisian SPT Lewat E-Filing, Simak Cara Mudahnya!

Pemerintah mewajibkan setiap Wajib Pajak untuk melaporkan Pajak Penghasilan setiap tahunnya. Simak cara mudahnya di artikel ini, Rekan Bijak!

Pengisian SPT Lewat E-Filing, Simak Cara Mudahnya!

Pengisian SPT Lewat E-Filing, Simak Cara Mudahnya!

Setiap warga negara yang melakukan usaha, baik bekerja di perusahaan atau menjadi wirausahawan, dan memilki penghasilan di atas Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) wajib membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mereka biasa disebut dengan Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP). Setiap satu tahun sekali, Wajib Pajak harus melaporkan SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) Pajak Penghasilan Pribadi (PPh).

SPT

Sumber: www.pajak.go.id

Kini, pelaporan SPT Pajak Penghasilan Pribadi sangat mudah, cepat, dan praktis untuk dilakukan. Pelaporan SPT PPh Orang Pribadi cukup dilakukan dengan online melalui e-Filing (electronic Filing).  Pelaporan SPT Pajak Pribadi harus disampaikan setiap tahunnya dengan batas waktu paling lambat 31 Maret. Sebaiknya, segera laporkan SPT Pajak Pribadi sebelum batas waktunya habis demi menghindari denda di kemudian hari.

Pelaporan SPT online bisa dilakukan di mana pun dan waktu yang dibutuhkan notabene lebih sedikit. Syarat yang diperlukan untuk mengisi SPT, baik secara online maupun manual sebenarnya sama, yakni NPWP dan bukti pemotongan pajak dari perusahaan.

SPT

Lalu, bagaimana cara untuk melakukan pelaporan SPT secara online melalui e-Filing? Simak tahapan-tahapannya berikut ini:

1. Masukkan NPWP dan Password yang telah dibuat saat pendaftaran di akun DJP Online. Lalu, klik tombol login. Selanjutnya, akan muncul tampilan profil.

2. Untuk melaporkan SPT Tahunan melalui e-Filing, klik tombol e-Filing. Lalu, pilih tombol buat SPT. Kemudian akan muncul pertanyaan :

  • Apakah Anda menjalankan usaha atau pekerjaan bebas? Bila Rekan Bijak akan menggunakan SPT 1770 S maka Rekan Bijak harus klik tombol tidak.
  • Apakah Anda seorang suami atau istri yang menjalankan kewajiban perpajakan terpisah atau pisah harta? Bila Rekan Bijak adalah seorang suami atau istri yang tidak menjalankan kewajiban perpajakan terpisah atau pisah harta maka klik tombol tidak.
  • Apakah penghasilan bruto yang Anda peroleh selama setahun kurang dari Rp60 juta? Bila penghasilan Rekan Bijak lebih dari Rp60 juta, maka klik tidak. Rekan Bijak dapat menggunakan formulir 1770 S.

3. Klik tombol SPT 1770 S dengan panduan :

Langkah Pertama : Isilah data formulir, masukkan tahun pajak 20156, pilih status SPT Normal jika Rekan Bijak baru pertama kali melapor untuk tahun pajak 2016. Klik tombol langkah berikutnya.

Langkah Ke-dua : Isikan daftar pemotongan atau pemungutan PPh oleh pihak lain atau PPh yang ditanggung pemerintah dengan klik tombol tambah maka akan muncul tampilan yang meminta untuk diisi NPWP, Nomor Bukti pemotongan/pemungutan, tanggal bukti pemotongan, jumlah yang dipotong.

Klik tanda panah pada jenis pajak. Bila Rekan Bijak akan mengisi penghasilan dari pekerjaan, pilih Pasal 21 lalu isi NPWP pemberi kerja (NPWP Perusahaan). Jika NPWP yang diisikan benar, nama perusahaan akan muncul secara otomatis.

Berikutnya, masukkan nomor bukti potong dan pilih tanggal bukti pemotongan dengan klik tombol kalender yang ada di bagian samping. Masukkan pula jumlah PPh yang dipotong. Jika sudah, klik tombol simpan. Lalu klik tombol langkah berikutnya.

Langkah Ke-tiga : Masukkan jumlah penghasilan netto dalam negeri terkait dengan pekerjaan (contoh : untuk formulir 1721 A1 jumlah penghasilan netto berasal dari nomor 14 atau nomor 16 khusus untuk karyawan yang pindah cabang). Klik tombol langkah berikutnya.

Langkah Ke-empat : Bila Rekan Bijak memiliki penghasilan dalam negeri lainnya, misalnya penghasilan sewa mobil, klik YA dan silakan isi data pada kolom sewa. Setelah Rekan Bijak mengisi seluruh penghasilan dalam negeri lainnya selesai, lalu klik langkah berikutnya.

Langkah Ke-lima : Jika Rekan Bijak tidak memiliki penghasilan di luar negeri, klik tombol langkah selanjutnya.

Langkah Ke-enam : Apakah Anda memiliki penghasilan yang tidak termasuk objek pajak? Jika YA, masukkan jumlah penghasilannya. Kemudian, klik tombol langkah selanjutnya.

Langkah Ke-tujuh : Apakah Anda memiliki penghasilan yang pajaknya sudah dipotong secara final? Jika YA, klik tombol tambah dan akan muncul kolom untuk mengisi data.

Untuk mengisi kolom-kolom ini, siapkan bukti potong formulir 1721 VII atau formulir bukti pemotongan PPh pasal 4 ayat 2 yang sudah dikumpulkan. Silakan isi data yang diminta dengan melihat pada formulir 1721 VII atau formulir bukti pemotongan PPh pasal 4 ayat 2 yang dimiliki.

Setelah semua selesai, klik simpan. Bila Rekan Bijak sudah yakin dengan data yang diisikan, klik tombol langkah selanjutnya.

Langkah Ke-delapan : Apakah Anda memiliki harta? Jika YA, isikan daftar harta yang dimiliki dengan klik tombol tambah. Masukkan informasi terkait harta,  klik tanda panah pada kolom kode harta untuk menentukan jenis harta. Contoh: mobil. Pilih alat transportasi, mobil.  Masukkan nama harta, contoh: untuk mobil ketikkan merek dan type-nya, tahun perolehan, harga perolehan, dan keterangan. Lalu klik tombol simpan. Setelah memasukkan semua harta yang dimiliki, klik tombol langkah berikutnya.

Langkah Ke-sembilan : Apakah Anda memiliki utang? Jika YA, isikan daftar utang yang dimiliki. Klik tombol tambah. Masukan informasi pilih kode utang sesuai dengan jenis utang, masukkan nama pemberi pinjaman, alamat pemberi pinjaman, tahun pinjaman dan jumlah sisa pinjaman atau utang per tanggal 31 Desember 2015. Klik tombol simpan. Jika semua sudah terlengkapi, klik tombol langkah selanjutnya.

Langkah Ke-sepuluh : Apakah Anda memiliki tanggungan? Jika YA, masukkan daftar yang menjadi tanggungan dengan klik tombol tambah. Lalu klik tombol simpan. Klik tombol langkah selanjutnya, jika sudah lengkap mengisi bagian ini.

Langkah Ke-sebelas : Apakah Anda memberikan sumbangan keagamaan kepada lembaga yang resmi dan terdaftar menurut Keputusan Menteri Keuangan? Jika YA, isikan datanya dengan lengkap dan jika TIDAK klik tombol langkah berikutnya.

Langkah Ke-dua belas : Isi status kewajiban perpajakan Suami Istri dengan memilih status perkawinan. Jika sudah berkeluarga, klik status perkawinan kawin. Lalu status kewajiban perpajakan suami istri pilih kepala keluarga. Selanjutnya, pilih golongan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Bila Rekan Bijak telah berkeluarga dengan memiliki satu anak kandung, maka pilih Kawin/K lalu pilih kolom sebelah kawin/K dengan angka 1. Setelah itu klik tombol langkah berikutnya.

Langkah Ke-tiga belas : Apakah Anda memiliki pengembalian/pengurangan pajak penghasilan pasal 24 dari penghasilan luar negeri? Jika TIDAK, klik langkah berikutnya.

Langkah Ke-empat belas : Apakah Anda melakukan pembayaran PPh pasal 25? Apabila tidak memiliki kewajiban pembayaran PPh pasal 25, klik tombol langkah berikutnya.

Langkah Ke-lima belas : Di langkah ini, akan ditampilkan penghitungan pajak penghasilan dan SPT berdasarkan data yang dimasukkan pada langkah-langkah sebelumnya.  Status SPT akan telihat pada bagian bawah tampilan apakah Nihil, Kurang Bayar, atau Lebih Bayar. Periksa kembali data tersebut, apabila sudah sesuai klik tombol langkah berikutnya.

Langkah Ke-enam belas : Jika status SPT Kurang Bayar, maka akan muncul pertanyaan sudahkah Anda melakukan pembayaran? Tapi, kalau belum, klik tombol di samping pilihan jawaban belum. Rekan Bijak dapat membuat kode billing melalui layanan e-billing pada website DJP Online, internet banking BRI, dan SMS ID Billing dengan mengakses *141*500# dan lakukan pembayaran atas pajak yang kurang dibayar pada saluran internet banking, ATM, SMS banking, serta pada teller bank persepsi atau kantor pos. Jika sudah melakukan pembayaran, klik tombol di samping pilihan jawaban Sudah. Berikutnya, masukkan NTPN dan tanggal bayar sesuai dengan bukti pembayaran yang dimiliki.

Langkah Ke-tujuh belas : Di langkah ini, akan muncul pernyataan: Dengan menyadari sepenuhnya dan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas adalah benar, lengkap, jelas. Lalu klik setuju/agree jika telah memahami pernyataan tersebut. Berikutnya klik tombol langkah berikutnya.

Langkah Ke-delapan belas : Layar akan menampilkan data SPT dan untuk mengirimkan SPT klik tombol DI SINI pada kalimat ambil kode verifikasi untuk meminta kode verifikasi. Berikutnya, akan muncul pilihan media untuk pengiriman kode verifikasi, pilih email lalu klik OK.

Jika telah muncul notifikasi info token yang telah dikirim ke email, silakan cek email tersebut. Masukkan kode verifikasi yang terdapat pada email ke dalam kode verifikasi lalu klik tombol kirim SPT.

Setelah itu, akan muncul notifikasi info SPT yang berhasil dikirim bahwa bukti penerimaan elektronik telah dikirimkan ke email.

Klik TUTUP, lalu layar akan menampilkan daftar SPT yang telah dibuat.

Jadi, bagaimana Rekan Bijak? Sangat mudah kan melakukan pelaporan SPT melalui e-filing? Tahapan di atas bisa dijadikan panduan untuk melakukan pengisian SPT secara online 🙂

pinjaman uang online cepat cair

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: