5 Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah

Asuransi konvensional atau asuransi umum dan Asuransi Syariah sedang menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih asuransi. Asuransi konvensional yaitu asuransi prinsip utamanya yaitu jual-beli yang akan memberikan keuntungan. Asuransi Syariah adalah asuransi yang berlandasan dengan aturan-aturan yang berlaku di agama Islam.

5 Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah

5 Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah

Asuransi adalah perjanjian antara kedua belah pihak, antara perusahaan asuransi (penanggung) dengan pemegang polis (tertanggung). Terlepas dari pengertian asuransi secara umum, banyak masyarakat yang masih bingung dengan perbedaan dari Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah, oleh karena itu, kedua jenis asuransi tersebut menjadi perbincangan di masyarakat, terutama masyarakat di negara Indonesia.

Saat ini, ada berbagai jenis dan manfaat yang ditawarkan oleh asuransi, baik asuransi konvensional maupun asuransi syariah, dimana perusahaan asuransi menawarkan berbagai keunggulan pada produk-produk yang akan menarik minat dari masyarakat. Terlepas dari berbagai macam produk yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi, alangkah lebih baik, kita memahami beberapa perbedaan dari Asuransi Konvensioal dan Asuransi Syariah. Lalu, apa saja perbedaan antara kedua asuransi tersebut?

Baca Juga: Melihat 5 Alasan Pentingnya Memiliki Asuransi Kesehatan Pribadi

Pengertian

Perbedaan

Sumber : jabarnews.com

Rekan Bijak dapat melihat perbedaan utama antara Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah dari pengertian kedua asuransi tersebut, yaitu menurut undang-undang Republik Indonesia No 40 Tahun 2014, Asuransi Konvensional adalah perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan asuransi dan pemegang polis, yang menjadi dasar bagi penerimaan premi oleh perusahaan asuransi sebagai imbalan untuk memberikan penggantian kepada tertanggung atau pemegang polis.

Sedangkan, Asuransi Syariah adalah kumpulan perjanjian, yang terdiri atas perjanjian antara perusahaan asuransi syariah dan pemegang polis dan perjanjian di antara para pemegang polis, dalam rangka pengelolaan kontribusi berdasarkan prinsip syariah guna saling menolong dan melindungi.

Baca Juga: Asuransi Mobil Syariah

Perjanjian atau Akad

Perbedaan

Sumber : tribunnews.com

Asuransi konvensional menyebut perjanjian dengan mengikat antara Rekan Bijak atau tertanggung dengan perusahaan asuransi. Sedangkan, asuransi Syariah menyebut perjanjian antara Rekan Bijak atau tertanggung dengan perusahaan asuransi dengan akad.

Perjanjian yang ditetapkan di asuransi konvensional yaitu sama dengan perjanjian jual-beli, dimana kedua belah pihak mengharapkan keuntungan sebesar-besarnya. Sedangkan perjanjian atau akad yang di tetapkan oleh asuransi syariah yaitu dengan sistem saling menolong antara nasabah atau tertanggung dan tidak mengharapkan imbalan.

Baca Juga: 4 Cara Cerdas Memilih Asuransi Kesehatan Berkualitas

Pengelolaan Resiko

Perbedaan

Sumber : limawaktu.id

Dalam pengelolaan resiko asuransi konvensional menggunakan prinsip jual-beli dengan sistem transfer of risk, dimana resiko akan dipindahkan atau dibebankan oleh Rekan Bijak atau tertanggung, kepada penanggung atau perusahaan asuransi. Kebalikannya, asuransi syariah merupakan sekumpulan orang yang saling membantu, serta menjamin dan bekerja sama dengan cara mengumpulkan dana atau yang disebut dengan sharing of risk. Oleh karena itu, pengelolaan resiko di asuransi syariah ditanggung bersama antara pemegang polis dan perusahaan asuransi.

Baca Juga: 6 Hal yang Patut Dibaca dan Diperhatikan di Polis Asuransi Jiwa

Cara Pengelolaan Dana dan Keuntungan

Perbedaan

Sumber : hellosehat.com

Pengelolaan dana dari asuransi konvensional yaitu perusahaan asuransi akan menentukan sejumlah premi, biaya-biaya lainnya untuk menghasilkan pendapatan dan mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari Rekan Bijak atau tertanggung. Asuransi konvensional menetapkan bunga yang akan menjadi keuntungan bagi Rekan Bijak atau tertanggung,bahkan bunga menjadi landasan untuk menghitung investasi yang didapatkan.

Sedangkan, pengelolaan dana dari asuransi syariah yaitu asuransi syariah bersifat transparan, bebas dari bunga, perusahaan asuransi hanya bertugas sebagai pengelola dana saja dan Rekan Bijak atau tertanggung akan mendapatkan keuntungan.

Rekan Bijak dapat melihat inti dari pengelolaan dana dari kedua asuransi tersebut, yaitu asuransi konvensional pengelolaan dana yaitu menentukan biaya yang akan membuat untung perusahaan asuransi dan asuransi syariah pengelolaan dana yaitu secara transparan, dimana tidak ada hal yang ditutupi yang akan membuat untung pemegang polis.

Baca Juga: Kelebihan & Kekurangan BPJS Kesehatan vs Asuransi Kesehatan Swasta

Pembayaran

Perbedaan

Sumber : sepulsa.com

Dalam sistem pembayaran yang diterapkan oleh asuransi konvensional adalah dengan menentukan premi yang harus dibayarkan oleh Rekan Bijak atau tertanggung dengan menenapkan waktu, lalu, jika Rekan Bijak atau tertanggung tidak bisa membayarkan premi sesuai dengan waktu yang ditetapkan maka premi akan hangus dan kepemilikannya akan menjadi milik perusahaan.

Sistem pembayaran yang ditetapkan oleh asuransi syariah adalah sama dengan asuransi konvensional yaitu dengan menentukan premi yang sudah ditetapkan jangka waktu, namun, yang perbedaannya yaitu jika Rekan Bijak atau tertanggung tidak bisa membayar premi maka Rekan Bijak atau tertanggung bisa mengambil kembali premi yang sudah di bayarkan.

Baca Juga: 4 Asuransi Wajib Punya Bagi Kamu yang Masih Muda!

Nah, Rekan Bijak sudah tahu kan perbedaan antara Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah kan? Jika belum, Rekan Bijak dapat membaca perbedaannya diatas ya!

Perbedaan

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: