Kenali 3 Perbedaan antara Fintech dan Multifinance

Uang merupakan suatu hal yang dibutuhkan oleh setiap orang, untuk itu agar uang yang masuk atau keluar dapat terkendali, maka, seseorang harus membuat sebuah daftar keuangan yang sangat rinci. Mulai dari daftar keuangan tahunan, bulanan, hingga harian.

Kenali 3 Perbedaan antara Fintech dan Multifinance

Kenali 3 Perbedaan antara Fintech dan Multifinance

Sistem keuangan di negara Indonesia diatur oleh Bank Indonesia yang dibantu diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Indonesia memiliki berbagai macam badan yang mengatur keuangan masyarakat Indonesia, seperti fintech, multifinance, bank, dan masih banyak lagi.

Setiap badan keuangan memiliki sistem, fungsi, manfaat, tujuan, kelebihan, serta kekurangannya masing-masing. Diantara sekian banyak badan keuangan yang ada di Indonesia, ada dua jenis badan keuangan yang dapat membantu masyarakat yang ada di Indonesia untuk mempermudah membayar berbagai macam tagihan, badan keuangan yang dimaksud yaitu fintech (teknologi finansial) dan multifinance (perusahaan pembiayaan). Keduanya memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Lalu, apa saja ya perbedaan antara fintech dan multifinance?

Baca Juga : Sejarah dan Perkembangan FinTech di Indonesia

Sistem

Multifinance

Sumber : Kompas.com

Hal utama yang dapat Rekan Bijak lihat perbedaan antara fintech dan multi-finance yaitu sistem yang berlaku antara keduanya. Fintech atau teknologi finansial adalah sebuah inovasi dalam jasa keuangan yang berfokus kepada membantu masyarakat untuk mendapatkan kemudahan akses produk keuangan dan meningkatkan literasi keuangan. Dengan kata lain, fintech hadir untuk membantu masyarakat dalam mengatasi masalah keuangan yaitu dengan memberikan pinjaman dengan sistem yang mudah, cepat, dan bunga yang kecil kepada masyarakat.

Sedangkan, menurut peraturan OJK No.29/POJK.05/2014 tentang penyelenggaran usaha perusahaan pembiayaan, multi-finance merupakan sebuah badan usaha yang membantu masyarakat dalam keperluan pembiayaan untuk pengadaan barang atau jasa. Multi-finance adalah jasa keuangan yang membantu masyarakat, dengan sistem menalangi pembiayaan terlebih dahulu kepada delear, setelah perusahaan pembiayaan telah menalangi, kemudian, customer akan melakukan pembayaran dengan cara dicicil kepada perusahaan pembiayaan tersebut.

Baca Juga : 5 Keunggulan Melakukan Pinjaman di Fintech P2P Lending

Sumber Dana

Multifinance

Sumber : liputan6.com

Selanjutnya, perbedaan yang dapat Rekan Bijak lihat antara fintech dan multi-finance yaitu sumber dana antara keduanya. Sumber dana yang didapatkan dari perusahaan fintech dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yaitu pemilik dan investor. Sebuah perusahaan fintech membutuhkan pemilik perusahaan dan investor sebagai sumber dana untuk membantu masyarakat, untuk itu, perusahaan fintech harus pintar memilih serta mencari investor yang ingin bergabung.

Sedangkan, untuk multi-finance memiliki sumber dana dari pemilik, perbankan, dan penerbitan surat hutang. Untuk itu, multi-finance dapat memiliki sumber dana yang cenderung aman, jika dibandingkan dengan sumber dana yang dimiliki oleh perusahaan fintech. Dan, jika sewaktu-waktu multi-finance membutuhkan dana tambahan, perusahaan multi-finance dapat meminta bantuan kepada perbankan yang dipercaya atau perbankan yang sudah bekerja sama dengan perusahaan multi-finance.

Baca Juga : 5 Tips Mendapatkan Dana Pinjaman untuk Mahasiswa

Pengawas

Multifinance

Sumber : validnews.id

Perbedaan selanjutnya yaitu pengawasan, walaupun, keduanya diawasi oleh OJK. Akan tetapi, ada hal yang membedakan yaitu OJK hanya mengawasi konsumen yang ingin meminjam dari perusahaan fintech. Sedangkan, perusahaan multi-finance diawasi oleh OJK secara keseluruhan, mulai dari sistem pengelolaan perusahaan multi-finance, hingga konsumen yang ingin dibantu oleh perusahaan multi-finance. Untuk itu, perusahaan fintech lebih fleksibel dalam mencari investor yang akan membantu sumber dana mereka. Dan, dengan diawasi secara keseluruhan, perusahaan multi-finance dapat lebih mudah mendapatkan sumber dana dari perbankan.

Baca Juga : Mengenal Peran Otoritas Jasa Keuangan untuk Fintech

Risiko Penyaluran Pinjaman

Multifinance

Sumber : sewakantorsurabaya.com

Perbedaan yang dapat Rekan Bijak ketahui selanjutnya yaitu risiko penyaluran pinjaman. Risiko penyaluran pinjaman disini masih berhubungan dengan sumber dana yang didapatkan kedua jasa keuangan tersebut. Risiko penyaluran pinjaman pada perusahaan fintech, akan ditanggung oleh investor, karena, investor-lah yang menjadi sumber dana, maka, investor juga yang akan menanggung risiko penyaluran pinjaman pada perusahaan fintech. Dan, sedangkan risiko penyaluran pinjaman pada perusahaan multi-finance, akan, ditanggung oleh perusahaan multi-finance itu sendiri.

Baca Juga : 5 Macam Masalah Keuangan yang Bisa Diatasi dengan Pinjaman Online

Nah, Rekan Bijak, sudah tahu perbedaan antara fintech dan multifinance kan? Jika belum, Rekan Bijak dapat membaca kembali artikel diatas ya!

Multifinance

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: