7 Perilaku yang Membuat Kemerdekaan Finansial Sulit Terwujud

Kemerdekaan finansial adalah keadaan dimana kita tidak lagi bersusah dalam kondisi keuangan kita. Dimana kita sudah bisa memenuhi kebutuhan kita dengan nyaman tanpa bantuan siapapun. Artinya kita sudah dalam keadaan yang mapan dan berkecukupan. Namun sayangnya, terkadang kita memiliki kebiasaan buruk yang masih kita lakukan, dengan atau tanpa sadar. Apa saja kebiasaan buruk yang membuat kita jauh dari kemerdekaan finansial, simak artikel dibawah berikut.

Untuk mewujudkan mimpi kemerdekaan finansial, Rekanbijak perlu menempuh banyak usaha. Mulai dari membangun kebiasaan keuangan yang baik, berinvestasi sampai menghilangkan kebiasaan jelek dalam finansial.
Mewujudkan mimpi kemerdekaan finansial sebenarnya bukan hal yang sukar, namun kita butuh usaha yang disiplin dan ulet dalam mengelola keuangan pribadi kita. Perlu strategi dan kerja keras untuk mencapainya. Kemerdekaan finansial akan sulit diwujudkan tanpa membangun kebiasaan keuangan yang baik.

Tidak Pernah Menyusun Rencana Keuangan

Kemerdekaan Finansial

www.arifahwulansari.com

Ketika penghasilan datang, kita membelanjakan tanpa perencanaan. Kemana saja uang kita habis, kita sering tidak bisa menjawab. Berapa uang yang kita habiskan untuk kebutuhan bersenang-senang seperti jajan, hangout, belanja baju, kita juga tidak tahu persis. Tabungan juga ala kadarnya. Ini kebiasaan yang menjadi ciri utama pengelolaan finansial yang buruk. Bila kita memang ingin meraih kemerdekaan finansial, sebaiknya mulai saat ini kita membiasakan diri untuk menyusun rencana anggaran dan belanja pribadi. Dengan begitu kita lebih “sadar” terhadap kondisi keuangan sekaligus bisa menyusun strategi pengelolaan terbaik.

 

Menggunakan Kartu Kredit dengan Ceroboh

Kemerdekaan Finansial

upgradedpoints.com

Kebiasaan ini sangat berbahaya tapi nyatanya banyak, lho, orang yang menganggap kartu kredit sebagai sumber pendapatan mereka. Mereka dengan ringan gesek kartu kredit untuk berbagai hal seperti kartu debit. Keduanya memang sama-sama alat transaksi non-tunai berbentuk kartu. Namun, keduanya sangat berbeda dari sisi sumber pendanaan. Bila kita berbelanja memakai kartu debit, itu artinya kita berbelanja memakai uang sendiri yang tersimpan di rekening bank. Sebaliknya, bila kita berbelanja memakai kartu kredit, itu artinya kita berbelanja memakai dana pinjaman dari bank yang bunganya sangat mahal. Selalu ingat, kartu kredit adalah kartu utang. Jadi, gunakan dengan sangat hati-hati.

 

Memakai Kartu Kredit Seperti Kartu Debit

Kebiasaan ini sangat berbahaya. kita pasti tahu, kan, perbedaan mendasar antara kartu kredit dengan kartu debit? Keduanya memang sama-sama alat transaksi non-tunai berbentuk kartu. Namun, keduanya sangat berbeda dari sisi sumber pendanaan. Bila kita berbelanja memakai kartu debit, itu artinya kita berbelanja memakai uang sendiri yang tersimpan di rekening bank.

Sebaliknya, bila kita berbelanja memakai kartu kredit, itu artinya kita berbelanja memakai dana pinjaman dari bank yang bunganya sangat mahal. Selalu ingat, kartu kredit adalah kartu utang. Jadi, gunakan dengan sangat hati-hati.

Berutang Tanpa Perhitungan

Kemerdekaan Finansial

upgradedpoints.com

Zaman sekarang di tengah teknologi internet yang semakin maju, semakin banyak tersedia kanal-kanal pinjaman online yang bisa diakses semudah menjentikkan jari. Syarat sangat mudah bukan tanpa konsekuensi. Pinjaman yang tersedia dengan syarat yang sangat mudah umumnya mematok harga atau bunga yang sangat mahal.

Hindari mengambil pinjaman tanpa perhitungan yang matang. Bunga yang mahal akan sangat membebani keuangan pribadi kita. Selalu ingat untuk membatasi beban utang maksimal 30% dari total pendapatan rutin. Misalnya, penghasilan kita Rp6 juta per bulan, maka batas cicilan yang boleh kita ambil adalah Rp.2.000.000. Itu adalah nilai total utang mulai dari utang kartu kredit, utang KPR, sampai utang lain-lain. Hindarilah perilaku berhutang agar hidup kita pun lebih tentram.

 

Gampang Lapar Mata

Kemerdekaan Finansial

www.marketing-interactive.com

Saat sedang berjalan-jalan di pusat belanja atau sekadar berselancar online di merchant online di dunia maya, apakah kita sering berakhir dengan membeli barang-barang yang sebenarnya tidak kita rencanakan untuk membelinya. Bahkan sebenarnya kita juga enggak butuh-butuh amat dengan barang tersebut. Familiar dengan situasi ini?

Kebiasaan “lapar mata” sering berakhir dengan impulsive buying. Membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan dan sekadar menuruti dorongan impulsif. Bila kebiasaan ini tidak dikurangi, lama-lama kita jadi terbiasa bertindak boros dan gagal menjadi seorang wise-spender dan jauh dari kemerdekaan finansial.

Menunda Investasi

Berinvestasi adalah salah satu cara paling efektif untuk melawan laju penurunan nilai uang. Banyak orang berpendapat investasi hanyalah untuk orang kaya saja. Hal ini sebenarnya kurang tepat. Pada dasarnya setiap orang yang sudah memiliki penghasilan sudah bisa berinvestasi. Saat ini sudah banyak tersedia investasi yang bisa dimulai dengan modal sangat terjangkau.

Misalnya saja reksadana yang bisa diakses mulai Rp100.000 per unit. Atau investasi emas yang bisa dimulai dengan cara menabung emas, dan lain sebagainya. Dengm berinvestasi kita bisa mencapain kemerdekaan finansial nantinya.

Tidak Memiliki Proteksi Jangka Panjang

Setiap orang menghadapi risiko finansial yang bisa terjadi saat ada kejadian tak terelakkan seperti kondisi sakit, kecelakaan, kematian, kebakaran rumah, kehilangan aset, dan lain sebagainya. Mulailah mengelola risiko-risiko finansial itu melalui asuransi. Dengan berasuransi, kita mengalihkan risiko finansial kepada pihak ketiga yaitu penyedia produk asuransi. Mulailah dengan melengkapi asuransi dasar yang harga terjangkau misalnya BPJS Kesehatan. Jangan lupa asuransi jiwa bila sudah memiliki tanggungan.

Inilah hal-hal yang menjauhkan kita dari kemerdekaan finansial. Sebenarnya jika kita sudah menerapkan gaya hidup yang sederhana, kita bisa mencapai kemerdekaan finansial di usia muda, jadi kita tidak perlu bergantung kepada orang tua lagi, bahkan kita yang akan membantu orang tuan jika mereka membutuhkan.

7

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: