6 Prinsip Perang ala Sun Tzu yang Harus Kamu Terapkan dalam Berbisnis

Prinsip berbisnis adalah hal yang diperlukan, dan merupakan hal yang paling dasar dan fundamental dari berbisnis. Kebanyakan pebisnis sukses mengikuti prinsip bisnis yang diambil dari strategi militer seorang jenderal Tiongkok Kuno, yakni Sun Tzu. Walau bukunya berisi tentang militer, namun pada nyatanya, isi bukunya bisa diaplikasikan ke banyak aspek, termasuk bisnis.

6 Prinsip Perang ala Sun Tzu yang Harus Kamu Terapkan dalam Berbisnis

6 Prinsip Perang ala Sun Tzu yang Harus Kamu Terapkan dalam Berbisnis

Apakah kamu pernah mendengar tentang Sun Tzu? Sun Tzu adalah seorang jenderal di Tiongkok kuno yang hidup sekitar tahun 544 SM hingga 496 SM. Ia hidup di zaman kerajaan Zhou, sebuah kerajaan yang pernah berdiri di Tiongkok, dan bisa dikatakan ia merupakan menteri dari raja Helu. Ia dikenal populer oleh karena buku filsafat perangnya yang diberi judul The Art of War atau seni perang, yang berisi tentang filsafat berperang dan strategi-strateginya, dan buku ini dikenal telah mempengaruhi segala aspek kehidupan, terutama dalam budaya dan politik.

Pada kenyataannya, strategi dan filsafat perang dari Sun Tzu ini telah dipakai oleh banyak pebisnis dan pengusaha, terutama yang berasal dari dataran Tiongkok dan orang-orang Amerika Serikat. Memang benar, buku ini berisikan tentang bagaimana cara berperang, namun bisa juga dipakai dalam strategi-strategi politik, bisnis, bahkan berdiplomasi dengan negara lain sekalipun.

Lalu, apa saja prinsip perang dalam berbisnis yang dianjurkan dalam buku The Art of War oleh Sun Tzu? Inilah prinsip-prinsipnya yang dijelaskan oleh Fastcompany.com!

Merebut Pasar Tanpa Menghancurkannya

sun tzu

Sumber : Maxxelli-consulting.com

“Umumnya dalam perang, kebijakan terbaik ialah merebut dalam keadaan utuh; Menghancurkannya merupakan hal yang lebih inferior dibandingkan merebut dalam keadaan utuh….Menang dalam 100 pertempuran bukanlah kemampuan terbaik. Menundukkan musuh tanpa perlu bertempurlah yang merupakan kemampuan terbaik.”

Merebut pasar merupakan hal utama yang dapat disimpulkan dari buku The Art of War karya Sun Tzu. Merebut pasar berarti merebut banyak konsumen, dan menguasai pasar, namun tidak menghancurkannya. Merebut pasar adalah hal yang baik, bahkan mungkin diwajibkan agar bisa bersaing dengan kompetitor-kompetitor lain, yang merupakan musuh. Namun tidak menghancurkan pasar adalah yang terpenting.

Ketika kamu merebut pasar dalam keadaan yang tidak utuh atau hancur, dikarenakan kamu telah menghancurkannya dengan cara-cara yang tidak baik, sebenarnya kamu telah lemah karena sudah mengerahkan banyak kekuatan dan uang, dan hanya merebut sedikit. Jika kamu merebut pasar dalam keadaan utuh dari tangan musuhmu, barulah kamu menang dalam pasar yang sebenarnya, karena kamu telah merebut banyak hal penting secara utuh.

Menghindari Kekuatan Musuh dan Serang Kelemahannya

sun tzu

Sumber : Videoblocks.com

“Sebuah pasukan itu seperti air, yang menghindari ketinggian dan meluncur cepat ke dataran yang rendah, jadi sebuah pasukan harus menghindari kekuatan terbaik musuh dan menyerang kelemahannya.”

Dalam berbisnis, hal yang paling penting adalah melihat kekuatan dari musuh. Dalam berbisnis, hampir tidak mungkin jika kamu tidak memiliki kompetitor. Hampir tidak mungkin kamu memonopoli suatu barang, dan hampir kemungkinan kamu pasti punya musuh. Oleh karena itu, cara terbaik dalam menghadapinya adalah menganalisa kekuatan utama dari bisnis yang musuh punya, dan mengambil kesempatan dalam kelemahannya.

Dengan menyerang dan mengambil kesempatan pada kelemahannya, kamu akan mempunyai kesempatan untuk melawan kompetitormu, bahkan berpeluang untuk mengalahkannya. Hal-hal seperti ini sudah biasa terjadi dalam bisnis, sebagai contoh adalah bagaimana pasar-pasar konvensional mulai redup digantikan oleh pasar-pasar berbasis online. Pasar-pasar berbasis online fokus melawan “ketiadaan” dan tidak efektifnya pasar-pasar konvensional dalam ranah internet, dan strateginya pun berhasil dan mulai terlihat sekarang.

Memiliki Pengetahuan tentang Bisnismu dan Kompetitormu

sun tzu

Sumber : Nextshark.com

“Ketahuilah musuhmu dan dirimu; dalam 100 pertempuran pun kamu tidak akan dalam bahaya.”

Dalam buku The Art of War, Sun Tzu berkata bahwa mengetahui musuh adalah hal yang kamu perlu persiapkan ketika kamu menghadapi musuh. Hal ini jelas dalam dunia bisnis. Kamu perlu mengetahui bagaimana musuh dan kompetitormu bekerja, berpikir hingga caranya untuk memerintahkan anak buahnya. Kamu harus mengetahui seluk beluknya. Bahkan, Sun Tzu juga pernah berkata, “Buatlah temanmu dekat, namun musuhmu lebih dekat lagi.” Kamu perlu dekat dengan musuhmu agar kamu mengetahui jalan pikirnya, dan bisa menemukan taktik efektif menghadapinya.

Lalu juga kamu juga harus mengetahui dirimu sendiri, karena jika kamu mengetahui dirimu sendiri, kamu akan mengetahui kelebihan dan kelemahan kamu. Jika kamu sudah mengetahui kelebihan dan kelemahanmu, sekaligus mengetahui lawanmu dengan baik, maka kamu bisa juga menaklukannya tanpa perlu khawatir, karena kamu sudah mengetahui lawanmu dan dirimu sendiri.

Menggunakan Kecepatan dan Kesiapan dalam Menghadapi Musuh

sun tzu

Sumber : WSJ.com

“Kecepatan adalah esensi perang. Ambillah peluang dari ketidaksiapan musuh; pergi melalui rute yang tidak terekspekstasi dan serang musuh di bagian yang ia tidak persiapkan.”

“Bergantung pada orang yang tidak berpendidikan dan tidak ada persiapan adalah kejahatan terbesar; punya persiapan untuk segala sesuatu adalah kebaikan terbaik.”

Disini, Sun Tzu menjelaskan bagaimana kesiapan dan persiapan adalah hal yang utama. Persiapan dan kesiapan adalah hal yang terbaik dalam mengantisipasi banyak hal. Mengapa? Karena dengan persiapan dan kesiapan, kamu akan bisa berani dan mampu menghadapi apapun, bahkan masalah dan hal-hal tersulit sekalipun, oleh karena kesiapanmu. Justru, jika tidak ada kesiapan, kamu hanya akan memberi dirimu ke kandang singa.

Dengan kesiapan dan persiapan, kamu akan bersiap untuk melawan perusahaan-perusahaan dan bisnis-bisnis lain yang belum punya persiapan apapun. Karena mereka tidak siap dalam hal apapun, ketika kamu melawan mereka, mereka akan kaget dan akan kewalahan karena ketidaksiapan mereka.

Memakai Strategi Aliansi untuk Keuntunganmu

sun tzu

Sumber : Humanresourcesonline.net

“Para ahli dalam berperang membawa musuh dalam pertempuran dan tidak dibawa oleh dirinya.”

Dalam bertempur, seseorang tidak perlu membawa orang-orang dan musuh ke dalam pertempuran. Seperti yang sudah dikatakan, bahwa pertempuran tidak harus memakai korban dan kehilangan segalanya. Jika kamu mampu menundukkan musuh tanpa harus kehilangan suatu apapun, itulah kemenangan terbaik. Hal ini jugalah yang dapat diaplikasikan dalam bisnis. Terkadang, kamu harus membentuk sebuah aliansi agar lebih kuat dengan perusahaan-perusahaan lain, demi menjangkau pasar yang lebih besar dan mengontrol keuntungan-keuntungan yang ada.

Bahkan, jika pun kamu harus beraliansi dengan musuhmu, itu bukanlah hal yang buruk. Jika kamu bisa bersaing secara sehat dengan perusahaan sainganmu, dan kamu bisa membentuk aliansi dengan perusahaan sainganmu, dan menundukkannya dengan membatasi pergerakan perusahaan sainganmu karena aliansi tersebut, ditambah dengan keuntungan yang akan kamu dapatkan dari pembatasan pergerakan perusahaan saingan.

Membentuk dan Mengembangkan Karakter Seorang Pemimpin yang Baik

sun tzu

Sumber : Indiatoday.in

“Ketika seseorang memperlakukan orang-orang dengan baik, adil dan benar, dan menaruh kepercayaan dalam mereka, pasukan pun akan satu dalam pikiran dan semuanya akan senang untuk melayani pemimpin mereka.”

Seorang pemimpin harus mempunyai citra yang baik di depan mata para karyawannya. Pemimpin, atau bos, haruslah disegani terlebih dahulu oleh para karyawannya. Ingat, guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Para pemimpin perusahaan harus mempunyai sifat dan sikap yang benar layaknya seorang pemimpin, agar para karyawan pun mengikuti pemimpin tersebut dan mencontohi sifat-sifatnya dengan baik.

Ketika sudah mencontohi sifat dan sikap pemimpinnya yang baik, pastinya akan lebih mudah untuk mengeluarkan potensi terbaik dari para karyawannya tersebut. Oleh karena itu, jika kamu ingin mendapatkan karyawan dengan potensi terbaik, kamu harus mulai dari diri sendiri dan menjadi teladan yang baik.

Nah, Rekan Bijak, jika kamu sudah punya bisnis atau ingin berbisnis, sudah sebaiknya kamu menerapkan prinsip-prinsip yang telah diterangkan. Prinsip-prinsip ini ada baiknya untuk diikuti, bukan?

sun tzu

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: