5 Macam Resiko Reksadana dan Cara-Cara Mengatasinya

Investasi ada banyak bentuknya, dengan tingkatan resiko yang berbeda-beda, Mulai dari investasi saham, reksadana, hingga emas. Namun, salah satu yang digemari oleh kebanyakan investor adalah reksadana, karena reksadana dikatakan menguntungkan oleh sebagian orang. Namun, juga mempunyai resiko-resiko tertentu dalam reksadana, walaupun juga ada solusi dari resiko-resikonya.

5 Macam Resiko Reksadana dan Cara-Cara Mengatasinya

5 Macam Resiko Reksadana dan Cara-Cara Mengatasinya

Reksadana adalah suatu wadah dan pola investasi dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Didefinisikan dari UU Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1 ayat (27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.”

Lebih mudahnya, sebenarnya reksadana mirip dengan tabungan, namun berbeda. Jika tabungan tidak ada resiko karena sifatnya memang untuk menyimpan uang, namun reksadana dapat dijadikan lahan untung, namun juga mempunyai resiko-resiko tertentu.

Tentunya, mempunyai sebuah investasi reksadana adalah suatu hal yang cukup beresiko, dan tentunya resiko-resiko itu harus dipelajari agar kemungkinan terkena resiko yang ada lebih kecil. Resikonya investasi ini pun juga tidaklah sedikit, dan harus berhati-hati dalam investasinya. Namun, yang dinamakan resiko, pasti bisa diatasi atau diberikan solusi. Lalu, apa sajakah masalah-masalah reksadana dan bagaimana cara mengatasi resiko-resiko yang ada?

Keuntungan yang Tidak Pasti

reksadana

Sumber : shutterstock.com

Keuntungan yang tidak pasti merupakan hal paling penting sekaligus juga paling mengerikan dalam resiko berinvestasi macam ini. Dalam investasi reksadana, resiko pendapatan setelah berinvestasi merupakan hal yang tidak pasti dan sangatlah beresiko. Karena beresiko, sangatlah penting untuk berpikir secara matang-matang sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Apalagi, ketidakjelasan investasi membuatnya makin beresiko. Jadi, bisa saja mendapatkan modal balik dan untung, namun tidak berarti menutup kemungkinan untuk rugi.

Lebih baik, ketika memutuskan untuk investasi, pilihlah investasi yang jelas dan kamu dapat percaya. Jangan memilih investasi yang tidak jelas, karena ketepatan dalam memilih investasi merupakan kunci keberhasilan. Lalu juga dianjurkan untuk melakukan diversifikasi, yakni tidak hanya berfokus pada satu investasi reksadana, namun ke banyak macam investasi, karena jika yang satu rugi, masih ada investasi lainnya.

Tak Ada Pewaris Investasi jika Investor Meninggal

reksadana

Sumber : Yapnative.com

Jika investor meninggal, apakah yang terjadi adalah penggantian investor? Tidak! Investasi akan berhenti dan tak akan ada yang melanjutkan atau penggantian posisi investor. Hal ini justru akan menjadi kerugian bagi pihak keluarga atau kerabat dekat dari sang investor, dan investasinya akan terbuang dengan sia-sia.

Dengan begitu, penting untuk pasangan atau kerabat dari investor untuk segera mengetahui informasi yang ada tentang investasi, mulai dari perusahaan, informasi total harta, hingga nomor telepon perusahaan. Hal ini penting untuk pembagian investasi, ditambah juga ada pentingnya surat wasiat untuk memberikan warisan investasi. Dan akan juga diberikan pilihan, yakni mau mencairkan semua investasi yang ada, atau pun melanjutkan investasi tersebut.

Mempunyai Resiko Bubar

reksadana

Sumber : afr.com

Reksadana ada kemungkinan dibubarkan biasanya karena kegagalan manajer investasi dalam mencapai skala ekonomis. Reksadana dapat dibubarkan dalam dua ketentuan. Ketentuan pertama adalah ketika reksadana mempunyai dana kelola gagal mencapai Rp 25 miliar selama 60 hari sejak mendapatkan pernyataan efektif. Jika hal itu terjadi, maka akan langsung dibubarkan asetnya. Ketentuan kedua adalah jika dana kelola dibawah Rp 25 miliar selama 90 hari, maka akan langsung dibubarkan investasi tersebut.

Hal lain yang dapat membubarkan investasi tersebut adalah perintah dari Otoritas Jasa Keuangan(OJK). Jadi, sebelum investasi investor perlu memilih reksadana yang baik. Dengan menganalisa data nilai aktiva bersih, data tersebut menunjukkan seberapa besar jumlah uang yang dikelola oleh manajer investasi. Makin besar, makin baik.

Tak Ada Jaminan Pemerintah

reksadana

Sumber : Therealestateconversation.com

Kamu tidak akan mendapatkan proteksi atau jaminan dari pemerintah ketika kamu bermain investasi macam ini. Proteksi dari pemerintah tidak akan diturunkan, dan hanya akan menjadi masalah per individu. Dan jika investasi merugi, nasabah pun akan merugi. Sedangkan tabungan akan dijamin oleh pemerintah, namun tidak akan untung.

Karena hal ini, kamu harus melakukan diversifikasi agar kamu tidak mengalami rugi yang terlalu besar sehingga lebih main aman.

Inisiatif Sendiri

reksadana

Sumber : Istockphoto.com

Reksadana memang mirip dengan tabungan dalam salah satu hal, yakni harus mempunyai komitmen dan inisiatif sendiri. Hal ini yang membuat investor-investor sering lupa akan inisiatifnya, sehingga seringkali melewatkan momentum-momentum yang membuatnya kehilangan momentum yang ada dan membuatnya kehilangan untung yang ada.

Namun, sekarang ini ada juga sebuah program yang dinamakan auto-invest sehingga investor-investor tidak perlu takut untuk lupa dalam berinvestasi. auto-invest akan menarik dana secara langsung tiap bulannya secara otomatis dan dapat dipilih jenis reksadana yang ingin di auto-invest.

Nah, itulah resiko-resiko dan solusi yang ada dari reksadana. Pada intinya, semua investasi mempunyai resiko dan solusi, juga mempunyai keuntungan tersendiri. Yang membedakan adalah seberapa besar resikonya. Semakin kecil resiko yang ada, maka semakin kecil pula untung yang akan didapatkan. Sebaliknya, semakin besar resiko yang ada, maka semakin besar pula untung yang didapatkan. Jadi tergantung kamu yang ingin berinvestasi, apakah kamu ingin main aman saja, atau kamu mau ada sedikit tantangan sehingga mengambil resiko yang besar!

reksadana

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: