Selamat Hari Koperasi Nasional Ke-72! Simak Fakta-Fakta Sejarahnya

Puncak peringatan Hari Koperasi Nasional atau Harkopnas ke-72 akan dilaksanakan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas pada 12 Juli 2019 dan dihadiri Presiden Joko Widodo. Peringatan Hari Koperasi Nasional tahun ini akan menjadi awal bagi koperasi, untuk lebih dekat lagi kepada masyarakat.

Selamat Hari Koperasi Nasional Ke-72! Simak Fakta-Fakta Sejarahnya

Selamat Hari Koperasi Nasional Ke-72! Simak Fakta-Fakta Sejarahnya

Pada tahun ini, peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72 mengangkat tema “Reformasi Total Koperasi di Era Industri 4.0”. Sebab, koperasi bukan perusahaan yang tertinggal tetapi koperasi sudah akrab dengan teknologi industri dan digital teknologi. Untuk peringatan tahun ini akan dirayakan agak berbeda karena untuk pertama kalinya, puncak peringatan Harkopnas digelar di Ibu Kota Kabupaten yaitu dilaksanakan di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Selain terobosan baru memilih Kota Kabupaten, Kegiatan Harkopnas 2019 juga bervariasi dan berlangsung dalam periode cukup lama, yaitu 8 bulan dari bulan Maret hingga Oktober 2019. Perayan puncak Harkopnas juga kental dengan warna milenial serta bernuansa budaya dan kearifan lokal. Bahkan peringatan Hari Koperasi Nasional akan menjadi satu-satunya peringatan hari nasional yang ramah lingkungan. Yakni, tidak menggunakan kertas panduan bagi peserta dan tidak memakai plastik untuk minuman peserta. Bahkan lokasi expo atau pameran juga tidak menggunakan kantong plastik untuk barang belanjaan.

Tercatat dalam sejarah, awal pembangunan perekonomian Indonesia dimulai dari adanya koperasi. Bagaimana langkah badan usaha ini bisa terbentuk seperti sekarang ini? Simak fakta-fakta sejarah koperasi Indonesia berikut ini:

Pembentukan Koperasi diawali oleh Raden Aria Wirjaatmadja

Hari KoperasiSumber: klikmania.net

Pada Desember 1895 Raden Bei Aria Wirjaatmadja seorang patih di Purwokerto, mendirikan bank dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwoketrto, suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia atau pribumi.

bank ini ditujukan untuk melindungi diri dari lintah darat yang banyak menyusahkan kehidupan masyarakat. Karena melihat antusiasme masyarakat, RA Wirjaatmadja memperlebar fungsi bank tersebut agar bisa menyentuh kehidupan perekonomian pribumi. Bank tersebut sekarang adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Baca Juga: Melihat Sejarah dan Peran Perbankan di Indonesia

Pendirian Koperasi Rumah Tangga oleh Budi Oetomo

Hari KoperasiSumber: ilmudaninfo.com

Beikutnya perkembangan koperasi adalah saat organisasi Budi Oetomo mendirikan Koperasi Rumah Tangga di tahun 1908 tetapi tidak bertahan lama. Pada saat itu usaha yang berbasis sistem koperasi kurang diminati karena masyarakat masih belum menyadari fungsi dari Koperasi Rumah Tangga tersebut.

Baca Juga: 6 Tempat Bersejarah ini adalah Saksi Kemerdekaan Indonesia

Regulasi Badan Usaha Berbentuk Koperasi oleh Belanda

Hari KoperasiSumber: agbsosek.blogspot.com

Karena melihat bangsa Indonesia yang tergerak untuk membantu perekonomian di Indonesia, Belanda akhirnya memutuskan untuk meregulasi semua badan usaha berbentuk koperasi di tahun 1915.

Baca Juga: 6 Tips agar Mendapatkan Pinjaman Modal untuk Membuat Usaha Kecil

Dibentuknya Cooperative Commissie

Hari KoperasiSumber: tugassekolah.co.id

Pada tahun 1920, dibentuklah Cooperative Commissie (Komisi Koperasi) yang bertujuan untuk mengenalkan koperasi kepada masyarakat. Berkat Komisi Koperasi tersebut, masyarakat pun memahami peran dari koperasi, sehingga jumlahnya meningkat pesat hingga tahun 1925.

Baca Juga: 7 Kunci Mengelola Sebuah Usaha Menjadi Lebih Sukses

Terbentuknya Serikat Dagang Islam

Hari KoperasiSumber: naviri.org

Untuk memperjuangkan hak pengusaha pribumi, di tahun 1927 dibentuklah Serikat Dagang Islam. Organisasi tersebut didirikan karena kebijakan perkoperasian hanya menguntungkan pemerintah Belanda saja tanpa memperhatikan hak pengusaha asli Indonesia atau pribumi.

Baca Juga: 4 Keuntungan Memiliki Asuransi Bisnis untuk Bisnis atau Usaha

Koperasi di Zaman Penjajahan Jepang

Hari KoperasiSumber: materisejarahkita.blogspot.com

Di zaman penjajahan Jepang, koperasi sulit untuk berkembang karena regulasi yang semakin ketat. Orang yang mendirikan koperasi harus memiliki jabatan minimal suchokan atau kepala daerah. Dan sebagai gantinya Jepang mendirikan Kumiai, koperasi ala Jepang yang kemudian dimanfaatkan untuk mengambil alih seluruh kebutuhan rakyat.

Baca Juga: Kuasai 5 Bahasa Asing Ini untuk Menunjang Karir di Era Global

Kongres Nasional Seluruh Koperasi Indonesia

Hari KoperasiSumber: tribunnews.com

Pada tanggal 12 Juli 1947, seluruh koperasi Indonesia mengadakan kongres nasional. Terdapat tiga poin hasil dari kongres tersebut. Pertama, mendirikan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI). Kedua, menetapkan gotong royong sebagai asas koperasi. Terakhir adalah penetapan 12 Juli sebagai Hari Koperasi Nasional. Lalu dilaksanakan kongres koperasi kedua pada 12 Juli 1953 menetapkan Mohammad Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Baca Juga: 7 Fakta Unik Tentang Kemerdekaan Indonesia. Beda Dari yang Lain!

Fungsi Koperasi Semakin Beragam

Hari KoperasiSumber: deskgram.net

Koperasi pun semakin berkembang di Indonesia, fungsinya juga semakin beragam. Rekan bisa membaca Pasal 16 Undang-undang No.25 tahun 1992 untuk mengetahui regulasi koperasi di Indonesia. Di dalam UU tersebut, ditetapkan berbagai jenis koperasi berdasarkan bidang usaha, komoditi, dan jenis keanggotaannya.

Dan dalam koperasi di Indonesia dibagi menjadi empat tingkatan, yaitu koperasi primer, pusat, gabungan dan induk. Koperasi primer adalah badan usaha yang paling kecil, sedangkan koperasi induk adalah tingkat yang paling tinggi.

Baca Juga: Temukan Peluang Bisnis Terkini di Pameran Waralaba IFRA 2019

Walaupun antusiasme terhadap koperasi sudah mulai berkurang, tetapi badan usaha tersebut masih banyak membantu perekonomian. Khususnya di desa-desa. Selamat Hari Koperasi Nasional! Koperasi ciptakan sistem ekonomi berkelanjutan dan berkeadilan. Dan semoga artikel ini dapat bermanfaat ya Rekan!

Hari Koperasi

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: