Selamat Memperingati Hari Bank Indonesia! Yuk, Simak Sejarahnya

Setiap 5 Juli diperingati sebagai Hari Bank Indonesia. Peringatan ini ternyata bukan merujuk pada sejarah nasionalisasi De Javasche Bank (DJB) menjadi Bank Indonesia (BI) yang disahkan melalui undang-undang tertanggal 1 Juli 1953. Lalu apa dasar penetapan 5 Juli sebagai Hari Bank Indonesia? simak penjelasannya di bawah ini

Selamat Memperingati Hari Bank Indonesia! Yuk, Simak Sejarahnya

Selamat Memperingati Hari Bank Indonesia! Yuk, Simak Sejarahnya

De Javasche Bank adalah bank sentral pertama di Hindia Belanda (Indonesia) yang dibentuk pada dekada kedua abad 19 semasa pendudukan Belanda. Dikutip dari arsip Museum Bank Indonesia, kondisi perekonomian Hindia Belanda kala itu tidak teratur karena belum adanya regulasi pembayaran yang tertib melalui lembaga bank.

Selain itu, banyak kalangan pengusaha di Batavia yang mendesak kepada pemerintah kolonial agar segera didirikan lembaga bank sirkulasi yang bersifat sentral untuk memenuhi serta memudahkan kepentingan bisnis mereka. Berbagai alasan dan desakan tersebut disampaikan kepada Kerajaan belanda. Akhirnya, pada 9 Desember 1826, Raja Belanda, Willem I (1815 – 1840), menerbitkan surat kuasa kepada pemerintah kolonial di Batavia untuk membentuk suatu bank berdasarkan wewenang khusus berjangka waktu yang lazim disebut oktroi.

Dengan surat kuasa dari Kerajaan Belanda itu, Leonard Pierre Joseph du Bus de Gisignies (1826 – 1830) selaku Gubernur Jenderal Hindia Belanda menerbitkan Surat Keputusan No.28 tentang oktroi dan ketentuan-ketentuan mengenai pembentukan bank sentral yang nantinya dinamakan De Javasche Bank (DJB).

Baca Juga: Melihat Sejarah dan Peran Perbankan di Indonesia

Bank IndonesiaSumber : Boombastis.com

De Javasche Bank berdiri pada 24 Januari 1828 dengan status oktroi yang bisa diperpanjang. DJB menjadi N.V (Naamlooze Vennootschap) atau perusahaan baru sejak 22 Maret 1881 setelah dilegalisai oleh Notaris Derk Bodde di Batavia.

Tetapi walau sudah menjadi N.V., DJB masih menjalankan oktroi hingga 31 Maret 1922, sebelum akhirnya memperoleh badan hukum (DJB Wet). Sejak saat itu, DJB berubah status menjadi bank yang sudah berbadan hukum. Keputusan ini diambil karena bank sentral ini dianggap berhasil merumuskan dan menerapkan berbagai kebijakan baru yang berdampak positif bagi kemajuan perbankan di Hindia Belanda kala itu. Selanjutnya DJB berkembang pesat dengan membuka 16 cabang baru.

Seiring kemenangan Jepang atas Belanda dalam Perang Dunia Kedua pada 1942, riwayat panjang DJB pun berakhir. Dai Nippon mengambil alih wilayah Indonesia, dan mendirikan bank sentral bernama Nanpo Kaihatsu Ginko yang salah satu tugasnya mengedarkan mata uang yang dicetak di Jepang.

Baca Juga: 5 Produk Bank Paling Diminati di Indonesia

Bank IndonesiaSumber : id.techinasia.com

Pada 1945, Jepang kalah dari Sekutu dalam Perang Asia Timur Raya. Bangsa Indonesia pun menyatakan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Namun, tak lama berselang pasukan Belanda datang dengan membonceng Sekutu untuk kembali menguasai Indonesia.

Selama era perang mempertahankan kemerdekaan, Belanda merebut bank-bank yang dibuka di masa Jepang, termasuk Nanpo Kaihatsu Ginko yang dikembalikan menjadi De Javasche Bank. Di sisi lain, pemerintah RI mengeluarkan undang-undang darurat mengenai pendirian Bank Nasional Indonesia (BNI) pada 5 Juli 1946. Berdirinya BNI didahului dengan pembentukan suatu yayasan, yayasan yang dimaksud adalah Yayasan Bank Indonesia.

Pendirian BNI pada 5 Juli 1946 dilanjutkan dengan peleburan yayan tersebut. Momentum inilah yang menjadi dasar sebagai Hari Bank Indonesia dan selanjutnya diperingati setiap tanggal 5 Juli. Namun BNI yang tadinya ingin dijadikan bank sentral tidak dapat tercapai karena situasi darurat perang yang terjadi saat itu, ditambah masih sulitnya memperoleh pengakuan dari negara-negara lain.

Baca Juga: 7 Fakta Unik Tentang Kemerdekaan Indonesia. Beda Dari yang Lain!

Bank IndonesiaSumber : nusantara.news

Namun, berkat bantuan PBB dan dunia Internasional, Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia dan menjadikan De Javasche Bank menjadi bank sentral bagi negara Indonesia, dan BNI dialihkan fungsinya sebagai bank pembangunan. Pada 10 April 1953, parlemen menyetujui usulan nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia (BI) dan diberlakukan sejak 1 Juli 1953.

BI memiliki tugas serta wewenang untuk menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan negara. BI juga menjadi satu-satunya lembaga yang berhak mencetak dan mengedarkan mata uang.

Sementara BNI, yang dialihkan menjadi bank pembangunan sejak 1955 ditetapkan sebagai bank umum. Kini, bank tertua di Indonesia itu berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca Juga: Kolaborasi Fintech dan Bank dalam Mendukung Inklusi Keuangan di Indonesia

Nah Rekan, itu adalah penjelasan mengenai Hari Bank Indonesia yang diperingati setiap tanggal 5 Juli. Semoga Perbankan Indonesia semakin maju dan kokoh! dan semoga artikel ini bermanfaat bagi Rekan Bijak!

Bank Indonesia

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: