Simak 5 Hal Unik tentang Gerhana Matahari Total yang Terjadi 2 Juli

Apakah rekan pernah melihat fenomena gerhana? entah itu Gerhana Matahari atau Gerhana Bulan. Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga cahaya Matahari tertutup oleh Bulan. Sedangkan Gerhana Bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Bulan dan Matahari dan Bulan memasuki bayangan Bumi.

Simak 5 Hal Unik tentang Gerhana Matahari Total yang Terjadi 2 Juli

Simak 5 Hal Unik tentang Gerhana Matahari Total yang Terjadi 2 Juli

Nah, pada 2 Juli 2019 hari ini akan terjadi Gerhana Matahari Total, yaitu fenomena ketika Matahari benar-benar tertutup sepenuhnya oleh Bulan. Setiap 18 bulan sekali, Bulan akan memotong jalur yang sama dengan jalur yang dilintasi Matahari di langit Bumi. Hal ini membuat Bulan akan menutupi Matahari dari pandangan rekan bijak yang ada di Bumi selama beberapa menit. Peristiwa inilah yang dikenal dengan Gerhana Matahari.

Ada tiga jenis Gerhana Matahari, yaitu Gerhana Total, Gerhana Parsial dan Gerhana Cincin. Gerhana Total adalah peristiwa ketika Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan, Sedangkan pada Gerhana Parsial Matahari hanya tertutup setengah saja, dan pada Gerhana Cincin Bulan menutupi bagian tengah Matahari sedangkan bagian tepinya tetap menampakan cahaya sehingga terlihat seperti bentuk cincin.

Pada tanggal 2 Juli 2019 ini akan terjadi peristiwa Gerhana Matahari Total. Nah, lalu apa saja fakta-fakta menarik dari peristiwa alam ini? simak ulasannya berikut:

Bisa Dilihat di Samudera Pasifik, Chili dan Argentina

Gerhana MatahariSumber: jitunews.com

Gerhana Total ini akan terjadi tanggal 2 Juli 2019, namun sayangnya fenomena langit ini tidak akan terlihat dari langit Indonesia. Peristiwa ini hanya bisa dilihat di daerah Amerika, di atas Samudera Pasifik mulai dari La Serena di Cihili sampai bagian selatan Buenos Aires di Argentina. Sedangkan puncak gerhana akan terjadi saat langit Indonesia sudah gelap karena sudah malam.

Baca Juga: Alasan Dolar Amerika Serikat Menjadi Mata Uang Internasional

Berlangsung Selama 4 Menit

Gerhana MatahariSumber: news.trubus.id

Gerhana total ini akan berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB, dan akan berlangsung selama 4 menit 33 detik. Proses ini lebih panjang 2 menit 40 detik dibandingkan Gerhana Matahari Total yang terjadi pada Agustus 2017.

Baca Juga: Dana 10 Juta Ingin Liburan Ke Luar Negeri? Ini 6 Wisata Murah yang Bisa Dikunjungi

Tak akan Bisa Dilihat di Indonesia

Gerhana MatahariSumber: autotekno.sindonews.com

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Gerhana total ini tidak bisa dilihat di langit Indonesia. Gerhana total pernah terjadi di Indonesia pada 4 Desember 2002 lalu. Sedangkan Indonesia baru dapat menyaksikan secara langsung Gerhana Matahari namun hanya Gerhana Cincin pada 26 Desember 2019.

Baca Juga: 7 Tempat Wisata Unik dan Terpopuler di Indonesia Wajib Dikunjungi

Terdapat Live Streaming

Gerhana MatahariSumber: harapanrakyat.com

Tapi rekan bijak tidak usah sedih karena gerhana total tidak bisa dilihat dari Indonesia. Karena Exploratorium Museum San Fransisco akan mengadakan live streaming langsung dari National Science Foundation’s Cerro Tololo Observatory di Chili. Situs yang bisa diakses adalah
https://www.exploratorium.edu/video/total-solar-eclipse-2019-telescope-view-chile

Live streaming akan dimulai pada pukul 12.23 pm waktu Pasifik atau sekitar pukul 02.23 WIB, dilanjutkan dengan paparan informasi dari ahli dan ilmuwan NASA pada pukul 01.00 pm waktu pasifik atau pukul 03.00 WIB. Observatorium lainnya juga akan menayangkan fenomena alam ini, yakni The European Southern Observatory (ESO). Live streaming di La Silla Observatory, dekat gurun Atacama di Chili.

Baca Juga: 8 Jenis Profesi yang Cocok untuk Kamu yang Suka Jalan-jalan

Dampak Gerhana Matahari

Gerhana MatahariSumber: travel.kompas.com

Dampak Gerhana Matahari total adalah gangguan pada gravitasi atau medan magnet Bumi. Gerhana total akan menghambat pemanasan dan proses ionisasi di lapisan ionosfer atmosfer Bumi. Selain itu, Gerhana total ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan mata. Melihat gerhana langsung tanpa menggunakan peralatan dan keamanan yang memadai akan membahayakan kesehatan mata.

Hal ini karean saat Matahari tertutup bayangan Bulan, saat itulah banyak sekali sinar ultraviolet yang terpancar. Apabila kita tidak menggunakan alat pelindung, sinar itu bisa menyebabkan sakit mata, bahkan hingga mengalami kebutaan. Untuk melihat gerhana total ini bisa dilakukan dengan mengenakan kacamata gerhana yang khusus dibuat untuk melihat Gerhana Matahari.

Baca Juga: Yuk, Ikuti 6 Kegiatan Ini untuk Antisipasi Bencana Alam

Nah rekan bijak, itu adalah beberapa fakta menarik dari peristiwa Gerhana Matahari total tanggal 2 Juli 2019 ini. Semoga artikel ini bermanfaat untuk rekan dan orang terdekat rekan bijak!

Gerhana Matahari

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: