6 Rahasia Strategi Besar Tiongkok Bisa Menjadi Negara Maju

Tiongkok adalah negara yang berada tepat di Asia Timur, dan berada tepat di sebelah selatan Rusia dan Mongolia. Tiongkok dikenal sebagai salah satu negara dengan kebudayaan tertua di dunia, sekaligus sekarang ini menjadi salah satu negara adidaya di dunia, padahal pada tahun 1970-an, Tiongkok merupakan salah satu negara paling miskin di muka bumi. Bagaimana cara Tiongkok bisa berhasil dalam berubah menjadi salah satu negara paling maju di dunia?

6 Rahasia Strategi Besar Tiongkok Bisa Menjadi Negara Maju

6 Rahasia Strategi Besar Tiongkok Bisa Menjadi Negara Maju

Siapa yang tidak tahu Tiongkok sekarang ini? Tiongkok adalah salah satu negara besar dan bisa dikatakan, sebagai salah satu negara paling maju abad ini. Negara ini memang sudah besar sejak dulu, namun perlu diketahui bahwa negara yang dijuluki sebagai “Negeri Tirai Bambu” ini sempat sangat miskin. Bahkan, lebih parahnya lagi, negara ini sempat mempunyai pendapatan per kapita yang jauh dibawah Indonesia dan negara-negara sekitarnya.

Namun, tidak pernah sempat terpikirkan bahwa Tiongkok akan sangat maju, bahkan mempunyai potensi untuk menyingkirkan Amerika Serikat yang diklaim sebagai “Polisi Dunia”. Padahal, pada awalnya diperkirakan Jepang lah yang akan menyaingi Amerika Serikat pasca runtuhnya Uni Soviet, namun ternyata Negeri Tirai Bambulah yang menyaingi Amerika Serikat. Bahkan untuk wilayah Asia sekalipun, kiblat ekonomi secara pelan-pelan mulai beralih ke Tiongkok, karena program ekonominya yang disanjung berbagai peneliti ekonomi.

Lalu, apa sajakah yang membuat negara Tiongkok menjadi salah satu negara paling maju di bumi?

Sistem Pemerintahan yang Stabil

tiongkok

Tidak seperti negara-negara demokrasi lainnya, Tiongkok memang memakai sistem pemerintahan yang lebih otoriter, yakni dengan hanya memakai satu ideologi, yakni komunis. Ideologi ini memang gagal hampir di semua negara yang ada di bumi, dari sebut saja Uni Soviet, Yugoslavia hingga Rumania. Namun, di Tiongkok, sistem pemerintahannya pun masih sama dengan ideologi yang mungkin bergeser sedikit.

Negara-negara demokrasi bisa dikatakan menjunjung tinggi yang dinamakan kebebasan pilihan. Kebebasan pilihan inilah yang memang di satu sisi bisa membuat orang-orang bebas mengungkapkan pemikirannya sekaligus menyatakan pendapat, namun di sisi lain bisa membuat ketidakstabilan pemerintah, terutama akibat dari perbedaan visi misi hingga ideologi dari tiap pemerintahan yang berganti, sehingga pembangunan pun arahnya bisa jadi tidak jelas. Berbeda dengan negara ini, yang visi misinya selalu sama, bahkan programnya ada yang selalu sama dari Perdana Menteri sekarang ini, yakni Xi Jinping, yang selalu memakai program rencana 5 tahun, bahkan sudah berjalan 13 kali dari sebelum pemerintahannya.

Populasi yang Besar

tiongkok

Populasi yang besar merupakan potensi yang besar. Hal itulah yang terjadi di Tiongkok. Negara ini mempunyai populasi terbesar di dunia, bahkan melebihi India, Amerika Serikat, hingga Indonesia dan Brazil. Hebatnya lagi, pemerintahannya pun juga mampu mengkoordinir sedemikian besar populasi untuk menjadi sumber daya manusia yang cukup potensial, dengan diawali dari pendidikan terlebih dahulu.

Populasi yang besar ini membuat Tiongkok menjadi bidikan perusahaan-perusahaan besar, terutama perusahaan multinasional. Bukan sesuatu yang rahasia jika kamu pastinya sangat sering melihat tulisan “Made in China” di produk-produk luar negeri, apalagi yang dari Amerika Serikat. Populasi yang besar membuat banyak pekerja yang bisa memproduksi barang-barang, ditambah lagi menjadi juga pasar yang besar. Hal itu membentuk ekonomi suatu negara yang kuat.

Budaya Disiplin dan Kerja Keras

tiongkok

Tiongkok dikenal dengan budayanya yang memang bahkan selalu dipegang turun temurun, dan dikenal sebagai satu-satunya kebudayaan kuno yang masih bertahan hingga sekarang ini. Kebudayaan kuno dari Tiongkok inilah yang dipegang oleh banyak keluarga, bahkan orang-orang Tionghoa(orang-orang dari Tiongkok) yang tinggal di luar negeri masih memegang teguh tradisi yang ada, sehingga kebudayaannya pun tidak luntur dan tidak tergerus zaman.

Budaya-budaya yang masih dipegang adalah seperti budaya kerja keras dan disiplin. Orangtua Tionghoa dikenal keras dan disiplin dalam mendidik anak-anaknya, namun bukannya tanpa tujuan. Tujuannya adalah agar bisa menjadi orang yang mempunyai pendirian yang teguh dan mental yang kuat dalam menghadapi masyarakat dan kesulitan-kesulitan yang ada.

Fokusnya Infrastruktur

tiongkok

Fokus utama Tiongkok ketika sedang jatuh-jatuhnya adalah pembangunan besar-besaran infrastruktur. Banyak orang berkata bahwa sumber daya manusia adalah yang paling penting. Ya, itu memang benar, namun perlu diketahui bahwa infrastrukturlah penunjangnya, sehingga sumber daya manusia bisa menjadi lebih berkualitas dengan cara adanya infrastruktur yang memadai.

Infrastruktur yang memadai akan memudahkan orang-orang untuk melakukan suatu pekerjaan, sehingga dengan adanya infrastruktur, orang-orang pun lebih cepat, efisien dan efektif dalam membangun perekonomian negara, sehingga perkembangannya cepat. Hal inilah yang dilakukan Tiongkok saat itu, sehingga membuat negaranya kuat hingga seperti saat ini.

Program Reformasi Ekonomi Deng Xiaoping

tiongkok

Program reformasi ekonomi inilah yang juga ikut membantu perekonomian Tiongkok saat ini. Program reformasi ekonomi karya Deng Xiaoping dimulai dengan fokusnya yang berada pada industri pertanian. Sektor inilah yang pertama kali dibenahi oleh Deng Xiaoping, mengingat memang benar, bahwa makananlah yang paling penting, apalagi program pertanian yang awalnya dilakukan oleh pemerintah sebelum Deng Xiaoping gagal total, yang bahkan membuat jutaan orang meninggal karena kelaparan.

Setelah itu, program reformasi ekonomi bergerak dalam bidang investasi. Program investasi inilah yang dianggap sebagai “pengkhianat” ideologi sosialisme, namun hasilnya sukses, bahkan kesuksesannya sangat besar dan berpengaruh hingga sekarang. Program investasi ini dilakukan di kota-kota yang bisa diinvestasikan, dan dikenal sebagai “Empat Zona Ekonomi Spesial” dan berada di Shenzhen, Shantou, Zhuhai dan Xiamen.

Hukuman Mati bagi Para Koruptor

tiongkok

Hukuman mati bagi para koruptor memang mungkin terdengar biasa saja, namun yang pasti para koruptor akan jera. Bisa dikatakan, korupsi, baik jumlahnya sedikit maupun jumlahnya sangat besar, tetap saja korupsi dan mempunyai dampak yang besar. Korupsi inilah yang berhasil membuat Tiongkok menjadi negara yang maju hingga saat ini, sehingga modal negara pun tetap terjaga.

Modal sebesar apapun jika dikorupsi sekecil apapun akan berpengaruh pada kehidupan negara, sehingga eksekusi terhadap para koruptor diharapkan akan membuat orang-orang menjadi tidak mencoba-coba korupsi demi kepentingan pribadi. Korupsi haruslah diberantas, bahkan di seluruh negara manapun.

Bisa dikatakan, cara-cara inilah yang membuat Tiongkok maju, sehingga banyak negara, terutama negara-negara berkembang, sedang berfokus untuk memakai cara-cara Tiongkok agar bisa menjadi negara yang maju, termasuk Indonesia. Nah, Rekan Bijak, kamu bisa ikut berkontribusi dalam membangun negara, salah satunya adalah dengan menjadi orang yang disiplin dan kerja keras, ditambah dengan budaya tidak melakukan hedonisme. Ingat, suatu negara bisa maju bukan hanya karena pekerjaan pemerintahnya, namun juga karena kontribusi dari rakyatnya.

tiongkok

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: