Ternyata Multitasking tak Selalu Baik Loh! Terdapat Risiko yang Perlu Diperhatikan

Di era yang serba cepat ini, kita dituntut untuk bisa bekerja dengan cepat, cermat, dan cerdas. Istilah multitasking tentu sudah sering rekan dengar di kantor. Bahkan, banyak orang yang menganggap multitasking sebagai sebuah skill atau kelebihan yang patut dibanggakan. Sayangnya, multitasking ternyata tidak baik bagi otak loh rekan.

Ternyata Multitasking tak Selalu Baik Loh! Terdapat Risiko yang Perlu Diperhatikan

Ternyata Multitasking tak Selalu Baik Loh! Terdapat Risiko yang Perlu Diperhatikan

Multitasking merupakan aktivitas yang mengerjakan segala hal dalam satu waktu sekaligus. Seorang multitasker tentu akan merasa efektif jika semua tugas yang dikerjakannya akan cepat selesai jika dilakukan dengan bersamaan. Namun, ternyata menurut penelitian multitasking tidak selamanya bagus untuk dilakukan.

Apalagi jika rekan disibukan dengan laptop, tablet, atau smartphone sambil menonton TV. Seperti yang disampaikan oleh NationalGeographic.co.id melakukan multitasking sembari menggunakan gadget dapat merusak otak.

Baca Juga: Yuk, Simak 6 Tanda Seseorang Tidak Cocok dengan Pekerjaanya!

Lalu apa saja risiko yang dapat ditumbulkan karena multitasking? simak uraiannya berikut :

Menjadi Kurang Produktif

MultitaskingSumber : Liputan6.com

Para ilmuan mengatakan bahwa hampir tidak mungkin bagi manusia untuk melakukan kedua hal bersamaan dengan baik. Multitasking hanyalah mengalihkan pikiran kepada pikiran yang lain dengan cepat. Peralihan itu bisa menjadi gangguan karena penelitian menunjukan bahwa dibutuhkan waktu 23 menit atau 15 detik untuk memfokuskan pikiran kembali pada tugas yang terganggu.

Jadi multitasking hanya akan membuat kehabisan banyak waktu karena harus memfokuskan pikiran pada banyak hal. Sebaiknya selesaikan dahulu pekerjaan satu persatu sebelum beralih ke pekerjaan lain.

Baca Juga: Simak 5 Tips Membangkitkan Semangat Kerja Setelah Libur Lebaran

Membuat Menjadi Pelupa

MultitaskingSumber: kissfmmedan.com

Sebuah studi yang dilakukan peneliti dari University of Copenhagen, Denmark menunjukan bahwa berganti-ganti fokus dari satu layar ke layar lain menyebabkan otak menyimpan informasi lebih sedikit, dan akan akan mengeluarkan hormon yang menganggu proses berpikir yang akhirnya bisa menurunkan kecerdasan rekan.

Para peneliti tersebut membuat penelitian dengan cara meminta para respondennya menggunakan smartphone atau tablet sambil menonton TV. Mereka merasa kegiatan multitasking ini membuat mereka semakin produktif dan efisien. Namun, hasil penelitiannya menyebutkan hanya sedikit yang bisa mengingat acara apa yang mereka lihat di TV. Jadi kegiatan itu hanya membawa efek negatif untuk memori jangka pendek sehingga rekan bisa menjadi cepat lupa.

Baca Juga: 7 Cara Jitu Meningkatkan Kecerdasan Emosi (EQ)

Membuat Hasil Pekerjaan Tidak Maksimal

MultitaskingSumber: qerja.com

Dr. Paul Hammerness dan Margaret Moore, author Organize Your Mind Organize Your Life, mengatakan jika multitasking bisa membuat rekan menjadi sering melakukan kesalahan dan sering melupakan suatu informasi yang penting.

Para ahli mengemukakan saat rekan melakukan dua atau lebih pekerjaan secara bersamaan, maka yang terjadi adalah produktivitas akan berkurang sebanyak 40%. Hal ini pun didukung oleh penelitian pada tahun 2010 di Prancis yang menyebutkan jika seseorang bisa saja menjadi multitasker, tapi pekerjaan yang dikerjakan dibatasi, level kesulitan pun menjadi sangat rendah, namun sebaliknya jika ditambahkan maka angka kesalahan akan meningkat.

Baca Juga: 6 Tipe Rekan Kerja yang Wajib Kamu Hindari di Kantor

Membuat Mudah Lelah

MultitaskingSumber: malteng.liputan.co.id

Saat rekan melakukan dua hal secara bersamaan seperti mengetik sesuatu di laptop tapi sembari bermain instagram pasti rasanya akan lebih melelahkan dan membuat stres. Mata menjadi cepat kabur, detak jantung semakin cepat dan rasanya hari-hari menjadi berat.

Coba untuk fokus dengan satu pekerjaan saja, pasti rasanya akan jauh berbeda daripada rekan menyelesaikan semuanya sekaligus. Sudah banyak penelitian yang mengatakan jika multitasking bisa meningkatkan tingkat stres dan memacu otak untuk mengeluarkan hormon adrenalin.

Baca Juga: 5 Cara Menyeimbangi Pekerjaan dan Rumah Tangga Bagi Wanita Karir

Nah, itu adalah beberapa risiko dari melakukan kegiatan multitasking rekan. Ada baiknya saat melakukan pekerjaan untuk fokus pada satu pekerjaan sebelum beralih ke pekerjaan lain agar hasil dari pekerjaan lebih maksimal dan tidak membuat rekan stres. Semoga artikel ini bermanfaat bagi rekan dan orang terdekat rekan bijak!

Multitasking

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: